
" sayang............."
Malam itu , Bastian , Irma , Jonathan, dan Mylea datang berkunjung ke rumah sakit tempat Rania dirawat.
" Mama.........."
Jawab Rania dengan suara manjanya, memang setelah dinyatakan positif hamil , Rania jadi 2 X lipat lebih manja dari biasanya.
jangan tanyakan pada siapa saja orang yang berbicara padanya .
sampai pernah berbicara manja dengan dokter yang menangani Rania
dan hal itu membuat Reyhan cemburu berat
tapi tetap saja pria itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena Ranialah orang yang paling berkuasa untuk saat ini.
pernah juga Rania bertanya dengan nada khas manjanya sekarang , kepada salah satu perawat,.
mungkin karena perawat itu kecapean atau memang tak suka dengan Rania karena sering berbicara manja dengan pak dokter , pria yang disukai sang perawat.
perawat itu menjawab dengan ketus.
melarang Rania berbicara manja pada semua orang. dan menegurnya agar bersikap sewajarnya
hal itu justru membuat Rania seharian menangis hingga tak mau minum obat dan makan.
Dari situlah , Reyhan dan ibu Nasiha tidak pernah menegur Rania.
membiarkan Rania berbuat sesuka hati, tanpa berani memperingatkan sedikitpun.
" maaf ya sayang, mama baru bisa jenguk kamu"
Irma mendudukkan pantatnya dikursi samping ranjang,
satu persatu Rania menyalami semua.
" Kamu juga bisa sakit rupanya????"
Rania mengerucutkan bibirnya matanya berkaca-kaca , mendengar ucapan yang dilontarkan Jonathan barusan.
kenapa kak Nathan berbicara seperti itu, diakan manusia bukan robot, jadi wajar bila dia bisa sakit
__ADS_1
" gimana kabar kamu sayang???? sudah lebih baik???¿"
Rania mengangguk mengalihkan pandangan pada Bastian .
Ibu Nasiha bernafas lega, akhirnya ada topik lain, untuk mengalihkan Rania agar tidak menangis.
setelah cukup lama berbasa basi
Ibu Nasiha menggiring yang lain untuk duduk di sofa dalam ruangan tersebut.
Hanya Irma dan Nasiha yang tetap duduk disamping ranjang Rania .
" kok malem-malem datengnya ma????? lalu dimana baby Boy?????"
" makanya kita datang malem , nungguin si boy tidur nyenyak"
jawab Jonathan yang mendengar jelas pertanyaan Rania pada ibunya.
" lalu sama siapa dirumah??????"
" sama baby sitter......."
" kok nggak diajak sekalian baby Boy ma????"
mama Irma membelai kepala Rania yang tertutup jilbab
kini mata mamanya tertuju pada nasi yang masih utuh diatas nakas
jatah makan malam Rania yang belum tersentuh, dan beberapa butir obat disampingnya.
" loh sayang , kamu belum makan malam???? belum minum obat juga?????
mama suapin ya?????"
Irma mengambil nampak makanan , bermaksud ingin menyuapi Rania.
ibu Nasiha yang melihat memberi kode agar Irma meletakkan kembali napan tersebut, tapi sayang nya Irma tidak faham
" tidak ma nanti nunggui mas Rey"
Rania berusaha menolak secara halus, saat sesendok nasi sudah berada didepan mulutnya, rasa mual, pusing lemas tiba-menjalar ke seluruh tubuh.
__ADS_1
" ayo sayang , buka mulutnya, mama tahu pasti mual, tapi sedikit demi sedikit harus dipaksa, kasian anak kamu"
mama masih terus memaksa , agar Rania mau memakan nasinya, kasian juga bila Rania harus telat minum obat.
" sekarang sedikit, nanti sedikit , lama-lama habis, nanti sisanya dilanjutin sama Reyhan, paling tidak Perutnya biar tidak kosong"
Rania membekap mulut menggeleng kan kepala,
ibu Nasiha yang melihat seperti itu ikut angkat bicara.
" sudahlah Ir, biarkan saja, Rania nunggui suaminya"
" Memang Reyhan dimana???? kok belum pulang Bu?????"
tanya Jonathan yang sendari tadi memperhatikan interaksi orang-orang yang berada di Ranjang rumah sakit .
heran juga, istrinya sakit tapi sampai jam 8 malam belum juga pulang.
" hari ini dia pulang telat, karena ada acara makan malam dengan clean"
Mendengar penuturan Ibu Nasiha. Irma semakin semangat untuk merayu Rania agar mau makan makanan yang disuapinya
Irma sangat rindu karena sudah lama tak pernah menyuapi Rania.
memang sebelumnya Reyhan sudah memberi tahu bahwa dirinya ada janji makan malam dengan clean. dan akan pulang telat
makanya sore tadi pria itu sudah datang ke rumah sakit , menyuapi Rania makan bubur kacang hijau.
dua mangkuk bubur kacang hijau dengan ukuran jumbo, ditambah dua cup salad buah habis tak tersisa.
Reyhan sampai geleng-geleng kepala,
kenapa istrinya tak punya Rasa kenyang bila makan dari suapanya
Tapi tetap saja Reyhan tidak berani berucap
karena hati Rania kini sangat sensitif
mudah sekali untuk menangis dan ngambek
jadi meski Rania telat makan Reyhan juga tidak akan khawatir istrinya akan kelaparan karena sudah habis makanan banyak sore tadi.
__ADS_1
Rania juga tidak akan bisa tidur nyenyak sebelum Reyhan pulang,
tidur dalam pelukan suaminya.