
Rania keluar kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk, tubuh putihnya terekspos . bahkan jejak merah yang ditinggalkan Reyhan disekitar dadanya terlihat jelas. Rambut basahnya ditutup dengan handuk kecil, leher putihnya sungguh menggoda iman.
Reyhan sampai susah payah menelan salivanya sendiri, biar bagaimanapun dia lelaki normal kan? , melihat pemandangan menggiurkan pasti dia akan tergoda. , apalagi didepan matanya, orang yang sudah halal' untuk disentuh.
tak ingin larut dalam imaji liarnya , Reyhan buru-buru mengalihkan pandanganya.
" obatnya diminum"
Reyhan menunjukkan bubur dan susu panas diatas meja dekat sofa dengan matanya,
sementara langkahnya masuk dalam kamar mandi. meninggalkan Rania seorang diri di ruangan itu.
Rania mengambil bubur dan susu panas , disampingnya tergeletak obat mag.
dibawanya nampan itu ke meja kerja suaminya. duduk santai dikursi kebesarannya. sesekali kursinya dia putar-putar, seperti anak kecil yang bermain komedi putar.
tangan kirinya memegang ponsel Reyhan, matanya tertuju pada beranda di akun Facebook nya. sesekali tawanya pecah , melihat tiap status teman-teman Facebook nya.
Tangan kanannya berulang kali menyuap bubur kedalam mulutnya.
tok .....tok.....tok......
Terdengar ketukan pintu berulang kali. Rania tetap duduk , tak sedikitpun beranjak dari duduknya.
Reyhan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk. menatap heran Rania yang sedikitpun tak mau membukakan pintu.
Tanganya menggenggam krop pintu, dibukanya pelan, , tubuh polosnya ia sembunyikan dibalik pintu. agar orang yang mengetuk pintu tak melihat tubuh polos nya bagian atas.
Diluar......
Mida berulang kali mengetuk pintu, kakinya sampai pegel , berdiri sendari tadi. tapi pintu didepan nya tak kunjung dibuka.
begitu pintu terbuka, hal pertama yang ia lihat adalah tubuh polos, yang hanya tertutup sepotong handuk , milik gadis remaja yang duduk santai di kursi kerja Reyhan.
__ADS_1
Mata Mida dapat melihat jelas bagian atas dadanya terdapat bercak merah kehitaman, tersebar luas dipermukaan kulit putih bersih milik gadis yang sudah sah menjadi istri dari Reyhan Alvaro.
" terima kasih Mida, kau boleh kembali"
Tangan kekar milik Reyhan mengambil paper bag ditangan Mida
Walau mata Mida tidak bisa melihat jelas tubuh Reyhan, tapi ia tahu kalau Reyhan saat ini tak mengenakan baju.
sama seperti istrinya.
pikirannya berkelana kemana mana,
apa yang baru saja mereka lakukan????
apakah masih sempat-sempatnya berbuat seperti itu Didalam ruangan kantor????
" kalau begitu , saya permisi pak"
jalan satu-satunya , Mida harus segera pergi, hatinya semakin nyeri melihat pemandangan , yang baru saja ia lihat, orang yang ia sukai sejak dulu telah bersanding dengan wanita lain. sudah sah milik orang lain.
" cepat pakai bajumu"
Rania segera berdiri dari duduknya , mengambil paper bag ditangan Reyhan dan segera makainya.
Dress selutut berwarna merah muda. lengan panjang sudah ia kenakan.
Rania mendudukkan kembali pantatnya dikursi sofa.
" sisir dulu rambut mu RAN......"
Reyhan , yang baru saja memakai pakaian nya, menegur Rania , melihat rambut istrinya yang masih berantakan.
" sisirin.......!!!!!!!"
__ADS_1
" ha........."
" kenapa.......?????? nggak mau.......????, tadi dirumah yang nyisir, dan ngikat rambut ku ibu, kamu kan anaknya ibu......."
mata indah milik istrinya masih setia menatap layar ponsel, sesekali jemarinya mengetik, huruf-huruf pada layar ponsel untuk membalas komen dengan temannya.
Reyhan hanya menggeleng melihat tingkah laku istrinya, tangannya memegang sisir,
disisinya hati-hati rambut Sepinggan istrinya.
Setelah selesai, Reyhan duduk di kursi kerjanya untuk , kembali tenggelam kerutinitasnya seperti dulu.
tenggelam dalam tumpukan berkas.
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
jam makan siang, Reyhan baru keluar dari ruangannya. memeluk posesif pinggang ramping Rania, khawatir istrinya akan tersandung atau terbentur.
Kedua mata dan jemarinya Rania masih asyik tertuju pada ponsel Reyhan, tenggelam dalam akun Facebook, membalas komentar dengan teman-temanya,
Tak sengaja Mata Mida melihat pemandangan seperti itu didepan matanya.
bagaimana sayangnya seorang Reyhan Alvaro kepada sang istri.
Meski posisi mereka saat ini sudah berhenti, mengobrol santai dengan Jonathan, di lobi kantor, tapi tangan Reyhan tak sedikitpun mau terlepas dari pinggang istrinya, bahkan sesekali bibirnya mengecup sayang rambut gadis dalam dekapan nya tanpa memperdulikan pandangan karyawan lain menatapnya kagum melihat kemesraan mereka dimuka umum.
ini adalah pemandangan langka bagi seluruh karyawan kantor , seorang Reyhan Alvaro , mengumbar kermesraan di muka umum.
momen yang belum pernah terjadi, atasan mereka menggandeng seorang gadis. diarea getung perkantoran.
Sakit rasanya hati Mida, harusnya dialah yang diposisi seperti itu.
harusnya Midalah yang disayangi seorang Reyhan. kenapa musti gadis remaja itu, dilihat saja tingkah nya masih kekanak-kanakan.
__ADS_1
apa yang disukai Reyhan dari gadis itu????