
Tidur Rania terganggu, merasakan panggilan lembut, dan percikan air membasahi mukanya,.
Matanya sungguh berat untuk terbuka, jam 3 dini hari dia baru bisa memejamkan mata karena kelelahan menangis.
bagaimana ia tak menangis. perlakuan suaminya semalam sungguh membuatnya ketakutan.
Apakah harus seperti itu Reyhan memperlakukan istrinya, setelah didepan matanya berbuat mesum pada kekasihnya, tiba-tiba berubah baik dan dalam waktu sekejap brutal. sungguh menakutkan....
Dan lihatlah sekarang , seperti tak terjadi apapun, Dia tersenyum hangat, membangun kan Rania dengan halus untuk diajaknya sholat berjamaah, Bahkan pria ini menggendongnya sampai kamar mandi melihat Rania tak kunjung bangun.
beranjak dari tidur nyenyak nya.
Setelah menuntaskan hajatnya dikamar mandi, seperti menggosok gigi , mencuci muka, dan mengambil air wudhu, dilangkahkan kakinya keluar.
matanya sungguh sulit untuk terbuka, bahkan sesekali kantuknya menyerang saat melakukan rutinitas didalam kamar mandi hingga membuat kepalanya berulang kali terbentur dinding.
sampai didepan kamar mandi Rania menatap tajam suaminya, dia rapatkan selimut yang menutupi tubuh polosnya bagian atas, ulah siapa lagi kalau bukan manusia didepannya , yang dengan PD nya cengar cerngir tak berdosa setelah menyakiti hati dan fisiknya.
apa pria ini tiba-tiba amnesia?????
Reyhan menyodorkan baju, bahkan sampai dalaman juga dia ambilkan, Rania membuang muka
malulah ada orang lain yang memegang barang pribadinya, ditatapnya dua sajadah berserta mekena telah tertata rapi.
" pakailah , aku akan mengambil air wudhu....."
ucapnya sambil berlalu pergi
Rania tidak menjawab, tapi dia tetap mengerjakan perintah suaminya.
Dua Rakaat telah selesai dikerjakan, Rania cukup terharu dan kagum dengan manusia didepannya. pertama kalinya mereka sholat berjamaah.
bahkan Rania masih mengingat jelas betapa fasihnya suaminya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an......
Tapi entahlah setan berapa yang bergelantungan dikedua kelopak matanya.
mata indah Rania benar-benar terpejam terbang kealam mimpi saat Reyhan kusyuk dengan mushafnya.
__ADS_1
" hey bangun......"
Rania melotot melihat orang didepannya.
Reyhan dengan telaten melepas mekena yang dikenakan Rania.
" aku bisa sendiri"
ucapnya ketus.
dilihatnya sekitar , sudah terang benderang, berati dia ketiduran saat mendengar kan suaminya mengaji. padahal cukup indah lantunan suci yang keluar dari mulut suaminya.
Aneh.......
Tanpa peduli penolakan istrinya, pria itu terus membantu Rania, mulai melepas kan mekena, menyimpan kembali alat-alat sholat.
Baru saja Rania ingin membaringkan tubuhnya kembali diatas ranjang. tangan kekar itu sudah menariknya bangun, menyisir, dan mengikat rambut panjang Rania seperti ekor kuda.
Digandeng nya turun tangan mungil Rania setelah memakai kan sepatu, tanpa bertanya pun Rania sudah tahu akan diajak kemana dirinya,
Senyum cerah menyambut kedatangan mereka diujung tangga, Ibu Nasiha bahagia melihat anak dan menantunya akut.
tanyanya setelah keduanya sampai diujung tangga.
" cuma keliling komplek Bu"
Jawab Reyhan merangkul pundak Rania.
yang dirangkul hanya tersenyum canggung.
" kamu yakin sayang , mau pakai kaos ini????"
ibu menatap Rania seakan tak terima akan apa yang dikenakan menantunya.
Rania bingung, Apa yang salah dengan kaos panjang nya?????
" sudahlah Bu , Rania nyaman memakai ini"
__ADS_1
Reyhan buru-buru menarik tangan Rania keluar dari rumah . berlari-lari kecil mengelilingi kompleks.
sesekali Rania berhenti, kakinya masih terasa nyeri, suaminya memang gila, sudah tahu kaki kanannya masih sakit tertimpa kusri semalam sampai bengkak , belum sembuh.
eh ini diajaknya joging keliling komplek.
Bingung , sejak tadi orang-orang menatap nya dengan senyum-senyum,
" wah...... hebat...... langsung goal Rey?????"
" pengantin baru......."
" langsung dieksekusi....."
" Berapa ronde, ampe keok kayak gitu????"
" jangan kejam-kejam, ampe nggak bisa jalan tu istrinya"
Rania melotot pada pria yang dengan santainya pus up disampingnya, sedikitpun tak menggubris ucapan orang-orang yang berlalu lalang didepan mereka.
mereka kenapa????
apa karena mataku yang bengkak karena menangis????
kakiku memang sakit karena tertimpa kursi, wajar bukan kalau jalanku agak kesusahan.
apa yang ada dalam pikiran mereka????
Rania membekap mulutnya, pasti orang-orang berpikiran negatif ,
" aku mau pulang......"
Rania berdiri dari duduknya, memaksakan berjalan normal , meski masih terasa nyeri pada kaki kanannya.
Tanpa persetujuan Reyhan mengendong Rania dipunggungnya.
" oh..... so sweet......"
__ADS_1
Sungguh Rania malu akan ejekan orang-orang sekitar, anehnya orang yang mengendongnya cuek-cuek aja, hanya menanggapi dengan senyuman.
Rania hanya bisa menyembunyikan mukanya dipunggung suaminya