
Sore harinya, Mawar mengajak Marwan dan Imelda jalan-jalan keliling kampung naik sepeda motor metic.
Bocah cadel itu dengan semangat bercerita ini itu pada Marwan dan Imelda,
Dia lebih leluasa melihat keindahan persawahan karena duduknya didepan.
sesekali Imelda ikut menimpali, dia letakkan dagunya pada pundak Marwan agar suara sicadel lebih terdengar oleh Indra pendengarannya.
Mereka berhenti, dipinggir sawah, setelah Mawar memintanya berhenti, untuk melihat burung-burung warna putih yang bergerombol bertebaran di langit sore.
Bocah cadel itu sangat bahagia , dia berjalan turun dari motor tertawa kegirangan sambil lompat-lompat melihat burung-burung itu terbang melayang.
Berbeda dengan Marwan dan Imelda, keduanya tetap duduk dijog motor. ikut tertawa melihat kesenangan Mawar.
Lengan Marwan ia letakkan dipundak Imelda, sambil sesekali menciumi pipi chubby nya.
kemesraan mereka tak luput dari penglihatan Gendis, hatinya cemburu melihat pasangan sejoli pengantin baru tersebut.
seperti anak kecil saja ,. dia hentak-hentakan kakinya, tak terima , akan apa yang dilihatnya.
seharusnya dialah yang diposisi itu bukan gadis itu, Gendis lebih dulu menyukai Marwan ketimbang gadis itu.
๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ
" hello Rey..... kamu dimana ......?
" dirumah"
" ngapain......????"
" memeriksa data"
" sibuk nggak?????"
" iya....!!!!!"
" ayolah Rey......"
Rosellyn mulai emosi.
" ada apa...????"
" bisa keluar sebentar......????"
" nggak bisa"
" kenapa sih kau jadi berubah begitu....????
" hmmmm....."
" ayolah Rey sebentar saja"
" dimana......????"
" yes..... di apartemen ku"
Reyhan mengerutkan kening, tak biasanya Rosellyn mengajaknya bertemu di apartemennya , ada apa dengan dirinya, apa ada yang direncanakan nya?????
" kenapa di Apartemen mu......????"
" airku mati Rey ..... aku nggak bisa mandi"
__ADS_1
" kenapa tak menghubungi tukang ledeng???"
" sudah..... bisanya besok, dan aku belum mandi Rey"
" mandi saja dikamar mandi umum"
" tidak bisa dong , kamar mandi umum kan jorok bau , mana bisa aku mandi ditempat begitu"
" tak usah mandi saja....."
" ha ......???? tubuhku saja sudah gerah dan lengket begini Rey, mana bisa aku tak mandi"
" baiklah aku akan panggilkan tukang ledeng"
" ayolah Rey, kau saja yang datang, aku juga merindukan mu"
Reyhan menghela nafas panjang,
" baiklah......"
" ok aku tunggu"
Reyhan segera memasuki mobilnya.
menjalankan ketempat tujuan. tak butuh waktu lama mobil Reyhan sudah sampai di parkiran apartemen.
Rosellyn sudah menunggunya didepan pintu, senyum bahagia tersungging di bibir Rosellyn melihat kekasihnya datang.
" ayo masuk ...."
ajaknya menarik lengan Reyhan.
sembari menyodorkan jus pada Reyhan
" aku tidak harus"
" ayolah sedikit saja"
Dengan terpaksa Reyhan meminumnya,
" ayo habiskan, enak kan????"
setelah jus itu habis , barulah Reyhan kekamar mandi, mencoba memperbaiki kran air yang katanya mampet, anehnya kran itu mengalir dengan deras.
" mungkin kranya takut setelah kau datang"
" ya sudah aku pulang"
" tunggu dulu Rey , kita ngobrol-ngobrol, sudah lama kita kan nggak ketemu"
" kerjaanku numpuk"
Rosellyn terus memaksa, agar Reyhan tak cepat-cepat pergi bersama tubuh Reyhan yang terasa panas,
" kau gerah kan, buka saja bajunya"
hati dan pikiran mulai tak sejalan, hatinya terus menolak , tapi t*buhnya menginginkan se*tuhan, ditambah Rosellyn mulai membuka handuk mandinya , hingga terpampang lah lingerie seksi , memperlihatkan sel*ruh lekuk tubuh, milik Rosellyn.
pikiran Reyhan kacau, dimatanya bukan wajah Rosellyn tapi wajah Rania istri Remajanya
" Rania sayang,..... aku merindukanmu....."
__ADS_1
Rosellyn geram, kenapa justru nama cecenguk yang ia sebut ุ apa kekasihnya ini sudah mulai jatuh cinta pada istrinya itu.
Tak peduli, itulah pikiran Rosellyn ia lebih memilih meneruskan kegiatannya, dibanding mendengar nama Rania yang terus diucapkan kekasihnya.
permainan panas pun terjadi, entah berapa ronde mereka lakukan.
Rosellyn bahagia , karena milik Reyhan termasuk besar , setara dengan milik suaminya. berulang kali dia mainkan ben*a milik Reyhan,
" Rania,..... terus sayang......"
Nama Rania tak henti-hentinya terucap dari bibir Reyhan. hingga keduanya ambruk karena kelelahan.
๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ
Reyhan pelan-pelan membuka matanya, menetralkan cahaya masuk kedalam kornea matanya, matanya menyipit setelah sadar ini bukan kamarnya.
dimana aku,. kenapa ada disini???
matanya membelalak kaget melihat tubuhnya po*os, dan disamping nya ada Rosellyn sama-sama polโฐs tak memakai apapun.
ya Allah apa yang terjadi????
" Rey. kau sudah bangun?????"
sentuhan halus Reyhan rasakan dipunggungnya.
" apa yang terjadi Rose.....?????"
tanyanya dengan nada dingin dan tegas Rosellyn sampai merinding mendengar nya
" biasalah Rey, kita kan kekasih"
Rosellyn berusaha sebiasa mungkin.
" apa maksudmu......???!!"
Reyhan marah, emosinya menggebu, pandangannya tajam menatap Rosellyn yang makin ketakutan.
" sudah lah Rey, kita juga sudah melakukan, kau hebat Rey"
" berati kau sengaja menjebaku , agar mau men*durimu?????"
Reyhan me*.cengkram dagu Rosellyn, menatapnya tajam, sampai Rosellyn merasa kan kesakitan.
" lepaskan Rey...."
Rosellyn terus memohon agar terlepas dari cengkrโดman tangan Reyhan, sungguh ini pertama kalinya Rosellyn melihat kemarahan Reyhan , sungguh menakutkan.
Reyhan mendorong dagu Rosellyn yang ia cยณngkram tadi, hingga Rosellyn terjungkal kelantai.
Air matanya mengalir membasahi pipinya, melihat kemarahan Reyhan,
ditatapnya wajah Reyhan yang kembali memakai bajunya.
" ingat Rose,. mulai sekarang, kita putus, jangan pernah kau tampakkan wajahmu didepanku"
" tapi Rey, bagaimana kalau aku hamil , kita tidak pakai pengaman????"
" aku tidak peduli dan tak akan pernah mengakui, ingat itu......"
Reyhan pergi dengan emosi yang menggebu, dibantingnya pintu , sebagai luapan emosinya, hingga pintu itu terlepas dari enselnya.
__ADS_1