Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
045


__ADS_3

" gimana nak..... kamu suka?????"


Tanya ibu , setelah sampai dirumah minimalis, yang akan mereka tempati.


Rumah kontrakan , milik salah satu teman dekat ibu Nasiha, dijama'ah Muslimat


rumah dengan dua kamar, satu kamar mandi didekat dapur, ruang tengah yang menjadi satu dengan ruang tamu.


Ditambah ada toko kecil didepan rumah, rencananya toko itu akan dibuatnya berjualan kue tradisional. untuk menyambung hidup mereka berdua.


" Rania suka Bu, makasih"


Rania memeluk ibunya sayang, dia tidak menyangka , orang yang baru dikenalnya beberapa bulan lalu bisa sangat menyayangi nya seperti anak kandungnya sendiri.


ibu Nasiha melepas pelukan , dibingkai nya wajah ayu milik menantunya, menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Rania


" ibu boleh minta sesuatu sama kamu nak???"


" apa itu bu???? jangan yang aneh-aneh...."


Rania mengerucut kan bibirnya manja.


ibu menggeleng kan kepala, tersenyum melihat sikap manja Rania padanya.


" tidak sayang. ibu cuma minta, mulai sekarang , kau tutup rambut indahmu ini dengan hijab. ibu tidak minta secara instan sayang, bila kau masih belum terbiasa, lakukan saja saat kau keluar rumah"


" tapi Rania hanya punya satu jilbab, yang dulu dipakai saat ikut , mendengar kan tausiyah"


" ibu,. punya jilbab segiempat, lumayan banyak sayang, ibu tak terlalu bisa memakai bros atau jarum pentul, kulihat ,kau sangat piawai menggunakan nya. jadi ibu sengaja , membawa semua jilbab itu agar bisa kau pakai.


kulihat bajumu rata-rata juga baju panjangkan sayang, nggak papa pakai itu dulu, besok kalau sudah punya rezeki boleh kapan-kapan kita beli gamis untukmu"

__ADS_1


ibu membuka koper miliknya , mengeluarkan salah satu jilbab yang tertata didalamnya, memakaikannya pada Rania.


" istirahatlah, nanti sore kita ke minimarket diujung jalan , kita belanja keperluan kita serta bahan-bahan untuk membuat kue , untuk kita jual esok hari"


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


Imelda sekarang tinggal bersama keluarga bapak Anwar dan ibu Munawaroh kepala desa didesa dekat laut. tempat ditemukannya dia terapung bersama tumpukan sampah.


" neng geulis, makan dulu, "


ibu Munawaroh sering disapa ibu waroh, wanita paruh baya bertubuh gemuk berkulit sawo matang membawa nampan berisi makanan.


disampingnya berdiri cucu pertamanya gadis berusia 5 th.


" Tante cantik , kenalkan namaku Mawar"


Imelda hanya tersenyum,


dia tersenyum melihat gadis didepannya makan begitu lahap.


" nama kamu siapa????"


Imelda menghentikan kegiatan makanya, dia bingung harus menjawab apa. diam saja juga tidak sopan, apa iya dia harus jujur???


tidak.... lebih baik dia berbohong untuk sementara , bersembunyi didesa ini.


" em... im...... Rengganis Tante."


Imelda tak berbohong , memang namanya Imelda Rengganis.


" nanti setelah kondisi mu membaik , Marwan akan mengantar mu ketempat pengungsian, siapa tahu masih ada keluarga mu disana yang masih hidup."

__ADS_1


" terima kasih Tante"


" jangan panggil Tante, panggil saja emak"


Imelda mengangguk, tanda setuju.


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


sebelum subuh Ibu Nasiha dan Rania sudah berkutat didapur, membuat segala macam jajanan pasar.


seperti , kue lupis, pisang crispy, onde-onde, molen, bolang-baling, gelek, donat dan masih banyak lagi.


Ibu Nasiha memang pandai membuat berbagai jajanan pasar. hasilnya selain enak juga menggiurkan.


Rania sampai berulang kali mencicipinya.


Setelah semua jadi , dengan telaten Rania menatapnya ditoko kecil depan rumah mereka. menunggu orang lewat yang sudi membeli jajanan pasar nya.


Tapi sampai jam 10 belum ada satupun yang terjual, Rania menatap iba pada dagangannya.


" ibu biar Rania bawa keliling kampung ya???"


" tapi ini panas sayang"


" tak apa, yang penting dagangan kita habis, paling tidak kembali modal, "


ibu ingin berdiri , beranjak dari duduknya, Rania buru-buru mencegah , tahu maksud ibunya akan kemana???


mengikutinya keliling, Rania tak akan tega melihat ibunya mengikutinya keliling menjajakan dagangannya


"ibu dirumah saja jaga toko yang didepan , siapa tahu ada yang beli"

__ADS_1


Rania segera melangkahkan kakinya menuju toko menatap Beberapa jajanan yang akan ia bawa keliling kampung.


__ADS_2