Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
09 Kaget.....


__ADS_3

Sebetulnya skenario apa yang sedang kujalani????


dipermalukan didepan warteg.


dikurung dalam salon.


di ajak muter-muter dalam swalayan


sampai pegel kakiku.


dan sekarang dibawa ke sebuah rumah cukup mewah.


Rumahnya cukup ramai banyak orang hilir mudik menata rumah dengan apik dan indah.


tunggu-tunggu.....


kenapa ada pelaminan?????


rumah siapa ini?????


siapa yang akan menikah????


" kamu sudah datang cantik????"


pertanyaan ibu dari Raihan membuatnya semakin bingung.


Rania hanya mengangguk.


diambilnya punggung tangan wanita paruh baya didepannya.


dikecupnya sekilas sebagai tanda penghormatan.


" maafkan saya Rania.....


acaranya memang mendadak.....


oh iya, maafkan ibu.....


ibu nyuruh orang masuk kontrakan mu nggak izin,. buat ngambil barang-barang dan surat-surat penting punyamu.


karena besok kamu dan Raihan akan menikah


jadi istirahat lah dikamar tamu"


Raihan dan Rania membelalak kaget


kenapa secepat ini?????


kenapa tak konfirmasi sebelumnya?????


entahlah mereka tak bisa berkata-kata.


tak tahu harus bagaimana?????


keinginan ibu memang mutlak tak bisa diganggu gugat ataupun dibantah.


" masalah tamu undangan mu Raihan


ibu Sudah pasrahkan pada papa Bastian dan Jonathan


mungkin malam ini Roger juga akan pulang"


Raihan nampak ingin protes......


bagaimana ibunya merencanakan ini semua tanpa izin dan pertimbangan dengan dirinya sebelumnya???

__ADS_1


Dari acara lamaran aneh menurutnya.


hingga pernikahan dadakan tanpa persiapan.


ini masa depan dia.


Raihan yang menjalani ini semua.


Dia bukan robot yang bisa dikendalikan sesuka hati.


" ibuuuuuu........"


baru saja Raihan berucap.....


Ibu Nasiha sudah membalikkan badan


Tanpa mau mendengar protes Raihan


ibu Nasiha menggiring Rania masuk dalam kamar tamu.


meninggalkan Raihan dengan berjuta protes dalam pikirannya.


" sudahlah istirahatkan tubuhmu


besok seharian akan jadi ratu


rileks saja,....."


ibu Nasiha mencium kening Rania sayang, sebelum meninggal Rania dalam kamar sendirian.


bingung tak tahu harus bagaimana????


kenapa nasibnya harus seperti ini????


cinta Rania yang bertepuk sebelah tangan.


ya Allah nasib-nasib.....


memang Rania sudah lama mengidolakan Raihan Alvaro.


semenjak dia duduk dibangku SMA


sering kali dia meminta bang Rezi untuk mengambil foto Raihan Alvaro.


baik sendiri atau bersama keluarganya


dia simpan pribadi sampai mengunggah dimedia sosial miliknya


Facebook.....


dikamarnya dulu banyak terpajang foto dan poster Raihan.


___calon_suami___


postingannya disetiap update.


berulang kali ejekan dari orang-orang yang berteman dengannya diakun Facebook tak membuat nya peduli.


ngehalu......


ngayal......


mimpi.......


bodo amat suka-suka gua.....

__ADS_1


teman dekatnya Medy dan Tomi juga menganggapnya aneh.


" dimana-mana ngefens itu yang paling berkuasa.


seperti Jonathan atau Roger


pria-pria ganteng berkarisma


eh ini ngefens kok sama pekerja.


karyawan biasa.


tiap kali foto yang tersebar di majalah atau televisi wajah Raihan cuma jadi pelengkap, nongol dikit, nggak jelas lagi"


hahahaha Medi menertawakan kekoyolan sahabatnya.


" dari pada Raihan mending ama gue Ran, nyata,. benar-benar didepan mata, bisa disentuh, apalagi dipeluk,


nggak kayak Raihan cuma dalam khayalan doang, cuma bisa mandangin foto nggak lebih ...."


Tomi menata rambutnya agar terlihat keren didepan Rania.


agar Rania luluh dan segera membalas cintanya.


memang Tomi sendari awal masuk SMA menyukai Rania.


awal masuk SMA Tomi sangat cupu.


hal itulah yang membuat nya sering di-bully.


Rania lah dewa penolong nya


merubah Tomi cupu hingga keren dan oke.


Rania juga tak tahu hatinya pada Raihan Alvaro sebatas ngefens atau memang suka.


sedangkan bila bersama Tomi biasa saja


bahkan dialah yang sering memaksa agar mau membalas cintanya.


Dan sekarang keinginan Rania sendari dulu terwujud.


menikah dengan Raihan Alvaro.


hal yang paling diimpi-impikan dari dulu.


hidup bersama, menua , mengandung anak-anak Raihan.


cita-cita yang dahulu hanya dianggap mimpi oleh sahabat-sahabatnya.


sekarang terjadi......


tapi posisinya sekarang beda ......


dia menikah karena perjanjian.


cuma dia yang menyukai Raihan.


sementara Raihan menatap nya jijik


apakah bisa Rania mengontrol hatinya agar tak semakin berkembang?????


apakah bisa dia hidup dengan laki-laki yang ia sukai tapi bertingkah biasa saja?????


apakah bisa Rania menahlukan hati Raihan agar menyukai nya????

__ADS_1


__ADS_2