Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
024 menangis


__ADS_3

"Mida tolong belikan baju sepasang untuk kami"


suara berat tegas dan dingin , terdengar jelas masuk kedalam pendengaran Mida.


tak ada senyum ramah seperti biasanya.


jangankan tersenyum, menatap wajahnya pun tidak, hatinya terus bertanya-tanya, apakah Reyhan sudah mengetahui semuanya,


bahwa dialah dalang dibalik kekacauan ini.


Rasa khawatir datang menyapa, bagaimana bila dirinya dipecat??? bagaimana dia mencukupi biaya hidupnya?????


mencari pekerjaan saat ini sangatlah Sulit.


dia hidup sebatang kara, sudah lama Mida keluar dari panti, hidup mandiri tak punya siapa pun yang peduli pada dirinya selain Reyhan Alvaro.


ibu panti yang dahulu mengasuhnya, selalu mengerti dirinya, sudah lama dipanggil sang pencipta. dia tidak terlalu terbiasa dengan orang-orang panti sekarang.


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


" aku benci sama kamu..... hiks hiks hiks...."


Rania terus menangis dalam pelukan Reyhan


berulang kali tangan mungil itu memukul-mukul dada bidangnya.


" kenapa kamu nggak bangunin aku pas subuh????. kamu berangkat kerja aku juga nggak tahu"


" iya maaf..... harusnya kan kamu yang bangunin aku, nyiapin segala keperluan aku"


Reyhan masih setia menenangkan tangis Rania, diusapnya lembut kepala Rania.


" ihhhhhhhhh....."

__ADS_1


Rania mencubit perut six pack suaminya yang tertutup kemeja. Reyhan merintih kesakitan, tapi Rania nggak peduli, perutnya saat ini juga terasa nyeri melilit kesakitan, karena mag nya kambuh .


" iya..... iya..... maaf..... kulihat tidur mu nyenyak, aku udah ninggalin banyak jejak juga nggak bangun-bangun. tadi malam tu ngapain sampai sulit dibangunkan????, kuota nya Ampe abis lo, kamu mainin handphone ku"


Rania terdiam , mengingat tadi malam, dia nonton Drakon lewat YouTube, saking asyiknya , sampai jam menunjukkan pukul 3 dini hari.


" ha ......... hiks hiks hiks...... pokoknya aku benci kamu..... aku nggak tahu gimana nasibku tadi kalau nggak ketemu kamu.


berjam-jam aku nunggu kamu, perutku ampe sakit karena belum sarapan. huuuuuwwwaaaaaaa......"


" kenapa nggak sarapan, tadi dirumah????"


" dibilangin , ini gara-gara kamu nggak bangunin aku, jadi jam delapan aku baru bangun, solat subuhku Ampe telat,


sampai dibawah mau makan, semua makanan nya dibungkus bik asih, nggak diizinin sarapan dulu sama ibu, malah langsung, disuruh nganterin kesini, katanya tadi kamu nggak sempet sarapan. mungkin ibu marah karena aku bangun kesiangan, nggak bantuin beres-beres"


" sssstttttt...... ibu nggak kayak gitu.


kenapa tadi nggak telfon aku, kalau kesini????"


Reyhan terdiam, meruntuki kebodohan nya, memang dia lupa kalau Rania tak tahu nomor dan tak punya ponsel.


" harusnya , tadi kamu pulang saja, jadi nggak kesakitan gini"


" kamu ni gimana sih mas???? hiks hiks akukan nggak punya uang sepeserpun, karena aku nggak kerja, "


Reyhan memejamkan kedua matanya, mengingat , memang dia belum pernah memberi Rania uang,


walau Rania melihat uang tergeletak di sorok meja, tetap saja Rania tak berani mengambilnya tanpa izin.


" pokoknya besok aku mau cari kerja hiks hiks hiks......."


" kamu mo cari kerja apa???? kuliah saja belum lulus,

__ADS_1


nanti tak kasih saja"


" nggak mau hiks hiks pokoknya mau cari kerja, hiks hiks, mau kembali ke Warteg lagi"


Mendengar itu , mata Reyhan melotot, mengingat betapa bau, dekil, kotornya Rania dulu, dan dia ingin kembali lagi kesana???


tidak tidak tidak, tetap saja tidak boleh, dia tetap tidak akan mengizinkan apapun alasannya, tubuh Rania sekarang seakan candu bagi Reyhan . bila Rania kembali lagi ke warteg, bagaimana bila dia kembali jorok seperti dulu.


" aku harus cari uang mas, buat ganti hutangku padamu"


Reyhan mengkerutkan kening tak mengerti apa yang diucapkan Rania.


" aku nggak bisa gini terus, hubungan kita tu gimana sih mas????


kalau menikah karena perjanjian , harusnya kan kita nggak kontak fisik, tapi kamunya tiap hari nyium-nyium aku terus,


kalau Kita Nikah karena mencari Ridho-Nya kenapa aku nggak dapet hati kamu seutuhnya mas?????,. kamu masih berhubungan dengan kekasihmu, pokoknya aku mau kerja buat ngembalikin uang itu , agar aku terbebas, aku nggak mau diginiin terus , aku butuh kepastian hiks hiks hiks......."


" udah ..... udah...... buruan mandi,"


Reyhan mendorong tubuh mungil Rania masuk kedalam kamar mandi di ruangan kerjanya. tapi Rania masih setia duduk di sofa terus menumpahkan tangisnya tak henti henti.


" kenapa....... mau dimandiin?????


" ogahhhhh....."


" kok masih diem???? lama-lama tak mandiin beneran Lo"


" kamu nggak kasian , sama aku dan anakku?????"


" maksudnya...???"


" kamu kan juga seorang anak to????

__ADS_1


gimana perasaan mu bila tahu ayahmu bermesraan sama wanita lain.. .????


__ADS_2