Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
062


__ADS_3

Reyhan berjalan gontai menuju rumah kontrakan yang ditempati ibu dan istrinya.


pandangannya buram penuh dengan air mata yang siap tumpah kapan saja.


apa aku berani berbicara jujur pada ibu dan Rania?????


sungguh aku menyesal, telah berbuat zina.


aku merasa sangat kotor


apakah Rania masih mau menerima ku setelah tahu semuanya????


aku tak ingin bercerai dengan Rania


selain karena aku sudah menyukai nya.


zina adalah perbuatan halal yang sangat dibenci Allah.


aku tak ingin menjadi hamba yang dibenci oleh Allah


ya Allah masihkah ada ampunan untukku???


" mas Rey,. kenapa disitu, tidak masuk????"


Mata Reyhan menatap nanar wajah istrinya yang berdiri di ambang pintu.


senyumnya mengembang, menambah luka sayatan dihati Reyhan karena penyesalan yang mendalam.


air mata yang sendari tadi hanya mengintip , pelan-pelan ia keluar.


sungguh Reyhan kenapa menjadi sangat cengeng


langkah Rania mendekat, melihat sang suami yang menangis tanpa suara.


ada rasa iba dalam hatinya.

__ADS_1


biar bagaimanapun Reyhan adalah seseorang yang spesial dalam hatinya.


" masuk yuk mas, ibu didalam"


Rania ingin menggandeng lengan suaminya.


tapi Reyhan malah menepis tangan Mungil Rania, segera dilangkahkan kakinya masuk mencari seseorang yang berjasa dalam hidupnya, meninggalkan sang belahan jiwa , dengan berjuta pertanyaan


bukan maksud Reyhan menolak sentuhan sang istri. tapi dia merasa sangat kotor


dia tak ingin tangan Rania kotor oleh perbuatan dosa yang telah ia lakukan.


entahlah sungguh Reyhan bingung harus bagaimana??????


langkah kaki Reyhan terus masuk kedalam rumah kontrakan yang ditempati ibu dan Rania, pandangannya mengedar mencari sang ibu tercinta.


dilihatnya ibu Nasiha duduk di bibir ranjang dalam kamarnya,.


kedua tangannya memegang mushaf, mulutnya membaca ayat demi ayat surat Al-Qur'an. saking khusu'nya melantunkan firman Allah, ia tak menyadari keberadaan putra semata wayangnya sendari tadi memperhatikan nya, dengan air mata yang berlinang semakin deras keluar melihat sang ibunda tercinta.


Reyhan menangis, bersimpuh dikaki ibunya.


ibu Nasiha hanya melirik sekilas dan kembali lagi tenggelam kedalam bacaan ayat sucinya.


seakan menganggap tiada Reyhan dikakinya.


" ibu...... maafkan Reyhan tak mendengar apa yang selalu ibu katakan padaku"


Reyhan terdiam , seakan mulutnya kelu, berat untuk berucap, diibaratkan ada berliter-liter lem yang menempel erat dibibirnya.


tapi biar bagaimanapun dia harus jujur, bicara apa adanya, entah kemarahan seperti apa yang akan Reyhan dapatkan.


" ibu maafkan Reyhan , karena Reyhan tak mendengar setiap nasihat ibu, Reyhan.......


telah berbuat zina dengan Rosellyn , ibu....."

__ADS_1


mata ibu Nasiha membelalak kaget , dengan apa yang ia dengar barusan.


marah kecewa menjadi satu , anak yang ia besarkan sendari kecil dengan pengetahuan agama sejak dini , berani berbuat dosa yang amat dibenci oleh sang Nabi.


ibu Nasiha menendang tubuh kekar Reyhan , hingga tersungkur.


bukan berarti tubuh kekar Reyhan tak bisa membelah diri, atau setidaknya mempertahankan tubuhnya agar tetap tegak.


menurutnya ini memang pantas dia dapatkan, dia akan sangat lemah bila sudah berhadapan dengan ibunda tercinta.


rasa sayangnya pada sang ibunda melebihi segalanya.


ini memang hukuman untungnya, berani melawan ibunya dengan tak menuruti permintaan ibu Nasiha , untuk menjauhi Rosellyn, tak berhubungan dengannya lagi.


" pergi ..... kamu....."


ibu berdiri, telunjuknya mengarah pada pintu masuk, pandangannya menatap lain. dadanya naik turun menahan emosi yang menggebu,


seperti gunung Merapi yang siap memuntahkan lahar panas nya.


" ibu..........."


panggilannya lirih, nyaris tak bertenaga, menatap ibunya, meminta ampunan, atas segala kekhilafan yang telah ia lakukan.


" pergi ........,!!!!!!?."


ibu membentak sangat keras, suaranya menggema memenuhi seisi rumah, mungkin terdengar hingga jalan raya didepannya.


sungguh Reyhan sampai keget ini pertama kalinya ibunya membentaknya.


kesalahannya sungguh fatal, hingga ibunya sangat marah dan berani membentak nya.


langkah Rania buru-buru mendekat, ingin tahu , ada apa gerangan hingga sang ibu begitu marah, dan membentak suaminya.


Rania tak berani mendekat, hanya menatap dari jauh , ibu dan anaknya. diapun tak tahu apa yang terjadi diantara keduanya, hingga sang ibu mertua sangat murka pada anak semata wayangnya.

__ADS_1


melihat suaminya bersimpuh dikaki ibunya, walau berulang kali mendapat tendangan didadanya, tapi suaminya tetap bertahan, meminta belas kasihan.


__ADS_2