Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
076


__ADS_3

Mata Rania pelan-pelan terbuka. merasakan sinar Matahari menembus lewat celah-cela korden. ya Allah kesiangan.,.....


rasanya berat , tubuhnya terasa remuk, apalagi bagian intinya.


Matanya juga terasa berat untuk terbuka, seakan terasa mengganjal , akibat bengkak karena semalam ia menangis.


Rania beberapa kali mengucek-ngucek matanya , agar bisa terbuka dan melihat dengan jelas.


samar-samar mata Rania melihat tangan kekar Reyhan yang bertengger nyaman diatas perutnya,


pria itu masih terlelap.


ada rasa jengkel, dalam hati Rania, setelah menyakiti dirinya, dengan santainya pria ini tertidur pulas.


" massssssss........."


Rania mengguncang tubuh Reyhan , berharap segera terbangun, barulah panggilan ke tiga pria itu memberi respon.


itupun hanya bergumam.....


" mas bangun.......'"


" ada apa sayang????? terusin yang tadi malam???????"


" ya Allah mas. ini saja masih sakit"


" lalu......????"


" aku mau ke kamar mandi......"


" silahkan...."


Reyhan menarik tangan nya dari tubuh Rania, agar gadis itu bisa segera bangun, untuk kekamar mandi, pria itu kembali tertidur memunggungi Rania.


hiks hiks hiks hiks........


Tangis Rania terdengar lirih,


meski rasa kantuk masih menyerang Reyhan memaksakan untuk membuka mata.


ditatapnya wajah sang istri


" ada apa........?????"


" sakit mas........"


Reyhan segera bangkit, menyibakkan selimut yang menutupi tubuh polos keduanya.


tatapan matanya tertuju pada bekas pr*rm* dan d*d*h di atas sprei .


" aku mau ke kamar mandi mas......."


Reyhan segera bangkit, menggendong tubuh polos istrinya menuju kamar mandi.


meskipun sudah kesiangan, keduanya tetap mandi , membersihkan diri menjalankan kewajiban yang tertunda.


selesai sholat berjamaah , Masih memakai sarung dan baju Koko, Reyhan memutar tubuhnya menghadap sang istri yang juga masih memakai mekena.


Mata istrinya masih terlihat bengkak, mungkin efek menangis semalam,


entahlah, melihat penampilan Rania, justru senyum Reyhan mengembang, sekelebat bayangan atas adegan Dewasa semalam berputar indah dalam ingatan.

__ADS_1


Dari dulu, dipikir an Reyhan, istrinya memang sudah tidak Virgin, apalagi melihat tingkahnya selama ini, kebanyakan gadis yang masih virgin akan malu-malu menunjukkan asetnya pada lawan jenis.


Tapi Rania???? santai-santai saja,


meski keduanya belum pernah melakukan hubungan i"*TM , tapi sudah berulang kali Reyhan melihat tubuh polos Rania.


Ada rasa benci bila mengingat semua itu, dia saja belum pernah melakukan, tapi kenapa dapat istri yang sudah pernah ditiduri pria lain


hingga sekelebat bayangan wajah Rosellyn menyapa, bila ia jadi menikah dengan Rosellyn , apa bedanya,???? Rosellyn juga sudah berulang kali ditiduri suaminya.


Entah bagaimana hubungan ia dan Rania kedepannya, dia sendiri juga tidak bisa membayangkan,


Memang dari awal, tidak ada niatan Reyhan untuk menyentuh istrinya, bertahan atau tidaknya nanti??? setidaknya Rania tidak dirugikan.


Tapi mendengar ucapan yang dilontarkan Rania dulu, membuat jiwa egois nya meronta.


dia datang juga sudah tidak Virgin, tidak apa lah bila aku ikut merasakan nya????


toh sudah halal, tidak akan dosa bila aku menjamah nya


asal memakai pengamanan agar tidak hamil.


namun naasnya , setiap kali Reyhan ingin merasakan, surga dunia yang belum pernah ia rasakan, selalu saja gagal, ada-ada saja hal yang menggagalkannya.


Hingga kejadian perginya Rania, dan dimalam suram, yang ia lalui bersama Rosellyn, membuatnya sadar


bahwa dia sudah jatuh cinta pada Rania.


Reyhan sudah tidak peduli akan keperawanan Rania, mungkin ini juga hukuman untungnya , berani meniduri wanita lain yang bukan mahram nya.


jadi wajar bila dia mendapat wanita yang sudah dijamah orang lain.


rupanya dia lah orang pertama, Rania bilang seperti itu hanya omong kosong belaka


Reyhan masih ingat kejadian semalam , saat Rania menangis , menjerit-jerit, merasakan benda asing masuk dalam areanya.


untungnya Reyhan menyewa kamar VVIP,


jadi aman bila Rania teriak-teriak.


hehehe...... meskipun tidak jadi, dan berakhir Reyhan menuntaskan hasratnya sendiri dikamar mandi hanya dengan sabun.


pria itu cukup puas,


Bagaimana tidak baru saja masuk setengahnya, d*r*h sudah mengalir, bersama dengan Tangis dan jeritan Rania.


pria itu tidak tega bila harus meneruskan.


alhasil dia lebih memilih kekamar mandi.


Dari pada dipaksa kan, malah semakin menyakiti sang istri


karena sulit sekali untuk dapat masuk, selain karena jalannya yang sangat sempit dan sesak , rasa tak tega Reyhan ikut andil dalam perjalanan tersebut


" kenapa senyum-senyum?????"


Rania melotot, Reyhan makin terkekeh,


istrinya saja kesulitan untuk membuka mata, akibat bengkak yang diterima,


dan kali ini malah memplototinya

__ADS_1


" terusin yang tadi malam yuk..... nanggung, baru setengah nya yang masuk"


" haaaaa........."


Rania melotot kaget.......


" punya mas saja yang kebesaran"


" nggak boleh begitu sayang, itu anugerah, asli dari sang pencipta, bukan modifikasi


" ayo sayang, aku gendong yuk......."


Reyhan segera bangkit untuk mengangkat tubuh Rania, menuju ranjang,


tapi Rania justru menangis, teringat Rasa sakit dan perih di areal sensitif nya


jangankan semalam , sampai detik ini pun rasa itu masih terasa.


ia tidak bisa membayangkan akan mengulangi rasa kesakitan tersebut kembali


Rania bergidik, rupanya sesakit ini


tapi kenapa orang di luaran sana sangat menyukainya.


" kenapa.......?????"


Reyhan mencubit hidung Rania, melihat istrinya kembali menangis, akan menambah bengkak pada matanya.


" ya Allah mas..... sakit rasanya.....


tapi kenapa orang-orang malah menyukainya


bahkan sampai bertahan hingga tua"


Rania bergidik ngeri, sekali saja sesakit ini, bagaimana mungkin harus berulang kali, apalagi punya suaminya yang menurut Rania mempunyai ukuran yang cukup besar bila dibanding dengan Tomi.


" bila sakit mereka tak akan sanggup bertahan sayang,


nyatanya, mereka tetap bertahan, masih hidup sampai sekarang, . bahkan ada juga yang menggeluti pekerjaan tersebut"


Yang diucapkan Reyhan benar adanya, tapi kenapa , semalam rasanya sakit sekali, bahkan sampai mengeluarkan d*r*h saking sakitnya.


" itu baru pertama sayang, nanti kalau sudah terbiasa nggak akan sakit"


" kenapa mas , bisa setahu itu???? mas sudah sering melakukan nya????"


Mata Rania memicing, mengintrogasi suami yang duduk terkekeh didepannya.


pria itu mengeluarkan ponsel. mengotak atik sebentar , sebelum menunjukkan sebuah artikel dari dokter.com


" jadi......??????"


ucapan Rania tidak diteruskan, menatap Reyhan setelah membaca sekilas tulisan tersebut.


Reyhan tersenyum penuh arti,


" ogah mas........"


Rania melepas mekenanya kasar, dibuangnya asal kesembarang arah, gadis itu segera membaringkan tubuhnya, menutup seluruh tubuh mungilnya dengan selimut


Reyhan hanya menggeleng sambil terkekeh, dia juga tidak akan tega bila memaksakan kehendak

__ADS_1


__ADS_2