Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
04 interogasi


__ADS_3

sekarang disinilah kami


diwarung bakso dan mie ayam pinggir jalan


Rania menunduk takut, dimainkan kedua jarinya


Gugup takut grogi,


ya Allah tolongin gue napa????


Reyhan masa bodo


ditanya tinggal jawab, mending mainan smartphone aja


ibu Nasiha saling memandang dua makhluk hidup berbeda kelamin didepan nya


" sekarang jelaskan sama ibu"


" apa yang musti dijelaskan Bu????"


" siapa gadis ini Rey????"


"ibu tanya sendiri saja orang nya"


Rania kaget, akan jawaban Reyhan, kalau g malu dah ngompol dah sekarang


oh Doraemon pinjamkan pintu kemana saja mu........


" dia calon mantu ibu, makanya jangan galak-galak ntar dia takut g jadi dapet mantu, "


Ibu Nasiha menatap Reyhan dan Rania bergantian


kaget????? Yo mesti......


senyum bahagia tersungging di bibirnya


seperti tak percaya akan jawaban Reyhan barusan


Rania semakin menunduk, tak berani menatap ibu dari Reyhan


kenapa jadi begini sih????


" dia orang biasa ibu, g punya banyak duit, g bisa dandan"


ucap Reyhan kedua matanya masih fokus pada layar ponsel sama sekali tidak perduli pada sosok manis yang menggigit ketakutan diintrogasi


ibu Nasiha wanita paruh baya dengan balutan gamis syar'i nya, pindah tempat duduk, dielusnya punggung Rania sayang


senyum bahagia masih tersungging di bibir merah warna lipstik


seperti tak menyangka akan secepat ini anaknya akan menikah.


perhatian mereka teralihkan pada ponsel Reyhan yang berbunyi


" iya Hallo assalamualaikum,"


ucapnya setelah handphone berada ditelinga


"........."


"sip, gue kesana OTW"


" Bu' Reyhan nitip si manis dulu"


ucapnya pada ibu sambil mengedipkan sebelah matanya


tak lupa dia cium punggung tangan wanita yang melahirkan dia kedua ini


Reyhan pergi meninggalkan kedua wanita berbeda usia, setelah mendapat telefon


dia hanya tersenyum melihat gelagat tak terima dari Rania


" udah g apa-apa santai saja"


Rania hanya mengangguk mendengar penuturan ibu dari Reyhan


" oh iya nama kamu siapa cantik????"


" em..... Rania Qodrun nada"


" kamu tinggal dimana????"


" di kontrakan dekat terminal "


ibu Nasiha mengerutkan alisnya


" memang keluarga mu dimana????

__ADS_1


apa kamu orang jauh????"


Rania menggeleng


" kedua orang tua dan kakak saya sudah meninggal, Tante


saya hidup sebatang kara"


ibu Nasiha memeluk Rania


" sudah - sudah g usah sedih, mulai sekarang saya ibu kamu"


🔂🔁🔂🔁🔂🔁🔂🔁🔂🔁🔂🔁🔂🔁🔂🔁


cukup lama Rania ngobrol dengan ibu Nasiha


dan sekarang dia diantar ke warteg tempat nya kerja


Baru saja Rania akan masuk warung,


setelah pamit pada ibu kandungnya Reyhan Alvaro


pemilik warung sudah marah-marah


berkacak pinggang


tubuhnya yang subur dan hitam menambah terkesan menakutkan


hawa panas menyelimuti


" woooooyyyyyyy,....... bagus bagus , jam berapa ini ha.....???! emang ini warung milik nenek moyang lo?????,. berangkat sesuka hati


mau dipecat?????"


Rania hanya bisa diam mematung, sambil memejamkan mata , membiarkan sang majikan meluapkan emosi nya


biarlah gue terima konsekuensi nya


memang ini semua salah gue


potong gaji tak apalah


dan semoga ibunya Reyhan dah pergi, malu banget ni dimarah-marahin , kayak anak kecil ketahuan nyolong mangga tetangga


tapi ni tangan siapa yang pegang bahu gue


yaaaaaa .,...... bener. hedeeeehhhh gimana ini?????


" maafkan Rania ibu, tadi saya yang ngajak ngobrol, biar saya ganti kerugian nya,


asal jangan pecat Rania"


ibu Nasiha menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada pemilik warung


tanpa malu-malu , pemilik warung langsung menerima


" Ok dimaafkan, buruan cepat kerja"


pemilik warung berlalu pergi


" terima kasih Tante sudah mau bantuin Rania, insyaallah saya akan ganti uangnya"


ibu Nasiha menggeleng


" tidak usah, dan jangan panggil Tante, mulai sekarang saya adalah ibu kamu, jadi panggil saja ibu"


Rania mengangguk dan segera masuk....


🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊


sudah sebulan kejadian itu berlaku


entah jadi atau tidak pernikahan itu


hutangnya sudah dilunasi apa belum Rania juga tak tahu


keluarga Reyhan tak konfirmasi apapun padanya


hehehe lupa Rania kan nggak punya ponsel


anak buah Rentenir juga sudah tidak mengejar-ngejar untuk dijadikan istri


dah dikeroyok bini-bininya kali


kawin terus nggak nyadar usia


yasudahlah.....

__ADS_1


dia menjalani kehidupan seperti biasa


masalah jorok???? , hehehe. masih melekat


jangan ditanya......


pagi itu Rania berkutat dengan tumpukan piring-piring kotor gelas, pastinya alat-alat masak


busa sabun memenuhi seluruh permukaan tangan


karena kejorokan yang melekat kuat dalam diri Rania


dia ditempatkan sebagai tukang cuci piring sendirian, nggak ada yang menemani


nggak boleh keluar


khawatir pelanggan ngacir mencium bau badan dan jigong Rania


hahahaha........


tapi itu emang tujuan nya


biar tidak digoda sopir-sopir bus , truk tronton atau apalah kendaraan-kendaraan yang memenuhi areal terminal


yang pasti nggak ada kapal dan pesawat


hahahaha......


mangkalnya sudah dilain tempat


Rania sedang asyik dalam dunianya


bersih-bersih alat-alat dapur sambil bernyanyi-nyanyi


" Kowe tak sayang-sayang tegone malah ngilang"


aduuuuuuhhhhhhhhh ngilang dimana kamu??????


sesekali dia bergoyang-goyang tak jelas


lagu dicampur-campur mengganti lirik lagu sesuka hati


maklumlah dianya nggak hafal lirik lagunya


untungnya tidak ada penyanyi dan pencipta


bisa-bisa dituntut dilaporkan polisi


" Raaaannniiiiiiaaaaaa........!!!!!!!!


e..... eeeeeee. ......,. beneran dah jangan laporin...... ane beneran nggak hafal,


dimaklumi ya nggak punya kaset dan VCD nya


sayang uangnya buat makan dan bayar kontrakan.


" hey....... dipanggil malah bengong,


Kesambet Lo ?????"


Rania nyengir,. garuk-garuk kepala


nggak peduli dah tuh busa sabun mengotori rambut di kepalanya


ntah kutu apa ketombe ni, gatel banget ni kepala


MB Narti bersedekap di ambang pintu


geleng-geleng kepala liat kelakuan aneh Rania


" gue disuruh cikgu besar ( panggilah sayang para karyawan warteg kepada pemilik warung, bila dibelakang sang big bos)


, suruh manggilin elu, katanya Dicariin orang didepan"


" siapa mbak?????"


MB Narti hanya angkat bahu


Kubersihan busa-busa sabun pada celemek yang melekat di pinggangku


" ditagih utang ya?????


makanya mau tak kawini ntar tak bayarin utangnya"


celetuk salah satu sopir , yang sedang asyik makan


tanpa peduli aku langsung nyelonong ke depan

__ADS_1


Ya Allah dia datang lagi.........


__ADS_2