Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
055


__ADS_3

" sepertinya orang yang bernama Jonathan sangat berarti dihidupmu"


ucapan Marwan mememcah keheningan didalam mobil yang mereka kendarai.


akan pulang ke kampung halaman.


Imelda menoleh tersenyum kaku, mendengar ucapan Marwan disampingnya, apakah dia harus jujur, atau tidak???


" dia hanya teman A'a....."


" yakin hanya teman.....????"


Imelda menatap depan, tak berani bertatap muka dengan Marwan disampingnya.


" lebih baik jujur dari awalkan, agar tak jadi salah faham....."


Marwan berbicara sesantai mungkin,


Imelda semakin kebingungan,


" mmmmm......"


" butuh tempat mengobrol?????"


" ha.......?????"


" didepan ada taman, cukup nyaman untuk mengobrol"


tanpa persetujuan. Marwan melajukan mobil ke tempat yang dituju,


" turun yuk ......."


ajaknya sambil melepas sabuk pengaman. setelah mobil terparkir diparkiran taman,


mereka berjalan bergandengan tangan mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol.


" kau masih menyukainya??????"


tanya Marwan setelah mendudukkan pantatnya dikursi taman.

__ADS_1


Imelda hanya menunduk, bingung harus berkata apa.


" kembalilah , bila kau masih menyukainya, sepertinya dia juga begitu"


Marwan menatap langit hitam bertabur bintang, kedua tangannya bersedekap diatas perutnya.


Imelda menoleh menatap wajah Marwan , tak percaya akan semua yang dikatakan oleh Marwan.


" kenapa kau malah mendukung ku?????"


" karena aku tak ingin hanya memiliki tubuh mu tapi tak mendapat kan hatimu"


" harusnya A'a membantuku melupakan nya bukannya mendukungku kembali padanya"


" aku tak ingin pemaksaan"


" bukan pemaksaan tapi harus,. kita sudah sejauh ini A'a"


" lupakan lah....'"


" kenapa begitu......????


" kenapa A'a tertawa,. ada yang lucu????"


" kita sama-sama belum bisa membuka hati, karena insiden ini , kita harus bersama,


terikat dalam pernikahan.


dari pada kita mengkhianati janji suci pernikahan kita, karena hatimu yang masih milik orang lain, lebih baik Kita hentikan ini dari awal"


" tidak bisa A'a. dia sudah milik orang lain"


Imelda menundukkan kepalanya merasa sedih mengingat kenangan indah bersama Jonathan dulu.


Marwan menatap Imelda , tak percaya akan apa yang diucapkan barusan.


Imelda menghela nafas panjang , mengontrol hatinya yang terasa sakit, sebelum ia mulai bercerita tentang kisah masa lalunya.


" dulu kita pernah bersama, menjalin kasih, Sama-sama ingin memiliki,

__ADS_1


hubungan kita sudah jauh, bahkan dia sudah melamarku untuk menjadi istrinya.


lamaran indah yang selalu aku khayalkan.


lamaran romantis membuat iri setiap insan


cincinnya pun hasil disain kita berdua.


Tapi semua itu harus pupus , terhenti. kala papa memintaku untuk memutuskan dia secara sepihak, karena keinginan papa mencari lelaki yang lebih kaya.


susah payah aku menahan hati, agar aktingku terlihat nyata, menuruti semua keinginan papa, karena khawatir menjadi anak durhaka


semuanya terjadi, Joo membenciku,


apalagi saat melihatku berkencan dengan pria lain, pria yang lebih kaya sesuai harapan papa, melihat ku memakai p⁴kaian kurang bahan, meski jujur aku tidak nyaman.


berulang kali aku menjalin hubungan dengan pria pilihan papa, berulang kali juga, aku hampir menikah, tapi lagi-lagi gagal karena aku belum siap. aku berharap bisa kembali dengan jo , orang yang sangat berarti dihidupku, dan hatiku.


sakit rasanya mendengar kabar dia bersanding dengan yang lain, karena perjodohan orang tuanya nya.


pupus sudah harapan ku bersanding dengannya, menua bersama nya seperti cerita yang kami rangkai bersama.


Tapi dengan kejamnya papa malah menyuruh ku kembali, merebut hati yang dahulu pernah kumiliki, merusak rumah tangga orang lain karena obsesi harta yang tak dibawa mati


Bahkan papa dengan teganya menyuruhku melempar t*b*h padanya,


meski hatiku ada namanya, bukan berarti harus rela tidur dengannya bukan????


karena itu juga ,mamaku tak terima, pertengkaran pun terjadi, hingga mama jatuh dari tangga dan berakhir koma.


sampai malam itu terjadi, A'Marwan, papa memberikan obat p³rangs⁴ng ke minumanya, berharap aku dan dia bisa t¹dur bersama , agar ada janin yang akan timbul setelahnya.


Tuhan berkata lain, hasil tak sesuai rencana, justru minuman itu diminum adiknya.


papa sangat murka padaku, akhirnya aku lompat masuk kedalam sungai, dan sampai kau temukan ."


Marwan memeluk tubuh Imelda, mengusapnya sayang, mencoba memberi ketenangan.


" maafkan aku....."

__ADS_1


Imelda mengangguk, membalas pelukan calon suaminya, tak peduli dada Marwan akan basah oleh air mata yang sendari tadi sudah keluar membanjir pipi chubby nya.


__ADS_2