
Setelah seminggu menginap di hotel, Reyhan segera mengantar Rania pulang ke kontrakan yang sudah dibeli lunas oleh Reyhan.
awalnya Reyhan ingin mengajak Rania pulang , kerumah lama, tapi Rania memaksa untuk kembali, sebelum ibunya pulang dari Ziarah.
Rania tersenyum bahagia , saat menjemput ibu Nasiha di halaman masjid,
meski ibunya tak membawa oleh-oleh Rania tetap bahagia , ibunya pulang dalam keadaan sehat tanpa terluka sedikitpun.
untungnya lagi ibunya Juga tidak curiga, serta menayangkan hal yang aneh-aneh selama ibu pergi ziarah, bahkan sampai seminggu lebih, ibunya juga tidak bertanya.
Dan hubungannya dengan Reyhan, masih jarak jauh, hanya berkirim chat lewat aplikasi WhatsApp, tak berani colling, apalagi Vidio Coll.
Sementara Reyhan, kembali disibukkan dengan urusan kantor.
ini memang salahnya, menon aktif kan ponsel
tak mau tau dengan urusan kantor .
dan berakhir, kini dia harus bekerja ekstra untuk mengembalikan semua.
Badan pikiran terasa capek, berangkat pagi pulang malam, sialnya tiap kali berkunjung ke rumah ibunya, dia selalu diusir, tak diizinkan sedikitpun untuk menemui Rania.
sabar ya si Otong, Kamu sudah puasa lama.
Reyhan memijit pangkal hidungnya, Rindunya sudah menggebu, ingin sekali bisa bertemu,
tapi sayangnya hanya bisa menatap foto yang dikirim Rania lewat WhatsApp.
tok ....tok....tok......
" masuk......"
tatapan mata Reyhan masih tertuju pada layar ponsel menampilkan wajah Rania yang sedang tersenyum.
seorang gadis , memakai pakaian seksi, bahkan terkesan kurang bahan, segera masuk setelah dipersilahkan oleh atasannya.
siapa lagi dia???
Dia adalah sava , sekertaris yang bekerja dari awal Reyhan masuk dalam kantor ini.
Gadis itu dengan sengaja membuka kancing bajunya bagian atas, agar gundukan bukit kenyal miliknya , menampakkan belahan dada yang cukup besar dan menantang
mulutnya membacakan jadwal hari ini sesekali matanya melirik kearah Reyhan yang sedikitpun tak menatap dirinya.
lebih memilih menatap layar ponsel digenggaman jemari nya.
" kalau sudah selesai, segera keluar, siapkan materi yang akan dibawa untuk meeting "
sava mengangguk, dengan malas gadis itu segera melangkah keluar, lagi-lagi usahanya gagal menarik hati atasnya.
" oh ya sava, pakailah pakaian yang lebih sopan"
ucap Reyhan saat sava memegang krop pintu akan melangkah keluar.
sudah berulang kali Reyhan meminta sava untuk memakai pakaian yang lebih tertutup.
padahal seluruh karyawan wanita dalam kantornya, diminta memakai pakaian longgar, tertutup, wajib memakai jilbab.
hanya savalah satu-satunya Gadis yang tidak menurut.
__ADS_1
dia selalu memakai baju kurang bahan, sangat ketat,
mungkin pria lain akan tergoda, tapi entahlah, justru Reyhan merasa jijik, makanya dia jarang menatap Sava bila keduanya berbicara
Banyak karyawan lain yang iri, kenapa Sava dibedakan, hingga tersebar rumor, bila sava simpanan sang bos.
dan hal itu , dimanfaatkan sava , menjadi sangat berkuasa.
aslinya Reyhan jengkel karena sava tak pernah menurut padanya
rasanya dia ingin menendang Sava dari kantor. tapi kinerja kerjanya sangat bagus, otaknya begitu encer, sangat bisa diandalkan
sayang bukan, bila harus disia-siakan????
Memang sava tetap stay di kantor, bila ada meeting diluar kantor, Reyhan selalu , mengajak Tio,
sava hanya diminta menangani berkas-berkas
seharian hanya duduk di mejanya.
setelah selesai, baru ia akan menyerahkan kepada Tio atau Reyhan.
Karena hari ini, Tio izin, jadi savalah yang menggantikan membacakan jadwal, harapannya seharian bisa dekat dengan bosnya ini
meski tidak ada jadwal meeting diluar kantor.
dia tetap bahagia
memang sava selalu berharap, bisa pergi berduaan , satu mobil dengan Reyhan
menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihat nya.
Bila dipikir-pikir Sava sangat kejam dan tega
Sava adalah sahabat baik Mida saat kuliah
dia juga tahu bila Mida sudah lama menyukai Reyhan.
bukanya menjaga hati, syukur-syukur ikut membantu sahabatnya agar cintanya terbalas
justru sava malah jatuh cinta melihat pesona sang atasan.
padahal Reyhan selalu cuek padanya,
tidak akan berbicara bila tidak penting, atau menyangkut masalah kantor.
Hem yang namanya sudah cinta.
tapi dipikir-pikir bukan cinta namanya tapi obsesi belaka?¿?
sama-sama menaruh hati pada orang yang sama, bedanya sava lebih berani dan lebih nekat
bila Mida hanya menyimpan perasaan nya saja , tanpa berani mengungkapkan, terutama tebar pesona .
justru sava lebih berani, contohnya selalu memakai baju kurang bahan, berharap bosnya tergoda, berakhir diatas ranjang, dan menjadi simpanan.
selain karena Reyhan handsome, pria itu juga tajir, lumayan buat stok ATM.
Mendengar namanya disebut, sava berbalik menatap Reyhan,
__ADS_1
langkahnya dibawah lebih mendekat
" pak........"
" bila tidak penting silahkan keluar"
Sava menghembus kan nafas, seperti biasa, Reyhan tak menggubris nya.
" pak saya jatuh cinta sama bapak"
kata-kata itu lolos kembali dari mulut sava
Entah sudah berapa kali Sava mengungkapkan perasaannya, tapi Reyhan tak pernah menanggapi.
" saya sudah beristri"
ya selalu jawaban itu yang didengar sava
" ya bapak tinggalkan istri bapak, menikah lah dengan saya, atau jadi wanita simpanan pun saya siap pak"
Reyhan terkekeh, dia bingung menangani sekertaris nya ini, haruskah dengan kata-kata kasar???? tapi Reyhan masih sangat membutuhkan sava.
Reyhan menghela nafas panjang sebelum memulai ucapnya.
" apa kamu siap,???? dan menerima saya apa adanya????"
sava bahagia mendengar pertanyaan dari Reyhan, akhirnya mendapatkan lampu hijau, setelah perjuangan yang melelahkan.
" siap pak, karena saya sangat mencintai bapak, bahkan cinta saya lebih besar dari cinta istri bapak"
" apa kamu siap mencari pekerjaan lain,???? yang bisa untuk menghidupi saya????"
" maksudnya pak?????"
Reyhan terkekeh
" sava, perusahaan ini atas nama istri saya,
bila saya berhubungan dengan mu, otomatis saya harus keluar dari perusahaan ini.
apa kamu siap menanggung hidup saya sampai tua?????
karena pasti tidak akan ada yang mau menerima karyawan , mantan seorang CEO bukan?????"
" emmmmmm..... kita bisa menjalin hubungan diam-diam pak"
" Kamu itu wanita sava, jadilah wanita yang mempunyai harga diri, bisa jual mahal, bukan murahan seperti ini.
apa kamu tidak khawatir akan hamil diluar nikah???? dengan hubungan gelap, diam-diam????"
" tapi pak saya........"
ucapan sava terpotong oleh bentakan Reyhan, hilang sudah kesabaran nya
" sava bila kamu masih ingin bekerja disini , bersikaplah sewajarnya, bila tidak silahkan keluar, saya mempertahanmu Disini hanya karena otakmu yang bisa diandalkan, tidak lebih"
emosi Reyhan sudah sampai keubun-ubun, bahkan pria itu membanting laptop dan benda tepat didepannya kearah sava, sampai gadis itu bergidik ngeri. baru pertama kali dia melihat kemarahan bosnya sampai seperti itu.
sava lebih memilih meninggalkan ruangan bosnya yang sudah seperti kapal pecah
__ADS_1