Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
078


__ADS_3

Rania menghela nafas lega, setelah sambungan telepon benar-benar terputus.


gadis itu melempar ponselnya sembarangan di atas ranjang.


matanya menatap jengkel pada Reyhan yang sendari tadi sibuk bermain diarea sensitif nya


Dia saja bingung mencari alasan. eh suaminya dengan santainya asyik-asyikan ,


padahal sudah berulang kali jemari Rania menutup tempat itu, karena jujur saja dari tadi dia merasa terganggu.


Tapi dengan mudahnya , tangan kekar suaminya dapat memindahkan nya, dan kembali menciumi dan menghisap tempat tersebut, tanpa rasa jijik sama sekali.


" mas. . ......!!!!!!"


" hemmmmmmmm......"


" ya Allah mas, kamu dari tadi asyik disitu terus ......"


" lalu.......????"


" harusnya mas tadi bantuin aku mikir, nyari jawaba yang tepat, agar ibu tidak curiga"


" tadi kamu yang ngelarang kan?????"


" ya bukan terang-terangan juga dong mas"


" hmmmmmm......."


" mas , kamu tu nyebelin tau,


eh ponselmu dimana mas?????"


" tu. . ......"


tunjuknya pada meja dekat sofa hanya dengan lirikan mata tajamnya .


" perasaan ponselmu nggak pernah berbunyi????"


Reyhan tidak menjawab, pria itu masih asyik pada area sensitif istrinya .


Memang semenjak datang ke hotel ini , Reyhan sengaja menon aktif kan ponselnya.


agar tidak ada orang yang menggangu kebersamaannya dengan Rania.


urusan kantor dia serahkan total pada Tio


tanpa sedikitpun memikirkan, betapa pusingnya Tio mengurus semua sendiri


untungnya ada Sava, sekertaris yang akan setia membantu Tio, dengan otak encer nya gadis itu pasti bisa menangani semua. tentunya dengan bantuan Tio


ya sebelah dua belas bila dibandingkan dengan Tio.


" yang. ........."


panggil Reyhan pelan, tanpa permisi pria itu sudah kembali menyerang istrinya,


awalnya Rania menolak, lama-lama siapa yang betah menolak sensasi nikmat yang Reyhan suguhkan.


. pergulatan panas kembali terjadi, entah berapa ronde, mereka mengulang kegiatan panas disiang bolong.


setelah keduanya mencapai klimaks.


Reyhan dan Rania memilih untuk beristirahat,


sembari berpelukan erat, tak ingin lepas .


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


Sore harinya , setelah mandi dan sholat Asyar, Reyhan dan Rania berjalan-jalan dipinggir pantai,


gadis itu memakai kaos longgar, dan celana batik, serta jilbab senada dengan celana nya.

__ADS_1


sementara Reyhan memakai celana selutut, kaos putih yang ditutup kemeja lengan pendek. tak lupa jam tangan melingkar indah dipergelangan tangannya.


Reyhan berjalan, memasukkan kedua tangannya dalam saku celana .


pria itu hanya memperhatikan langkah kaki sang istri yang berlarian dibibir pantai


seorang diri.


" mas.........."


Rania berlari , merentangkan kedua tangannya, tubuh mungilnya langsung menubruk tubuh kekar Reyhan.


untungnya pria itu bisa menjaga keseimbangan, jadi keduanya tidak jatuh terjungkal.


"mas...... Rania haus ......."


rengeknya manja, masih digendonga Reyhan seperti anak koala .


nafasnya masih naik turun, karena berlarian


" mau minum apa?????"


" tu......."


Rania mengarahkan jari telunjuknya pada kedai , es kelapa muda , lumayan jauh dari tempatnya saat ini.


" ayo kesana. ......"


" gendong.........."


Reyhan terkekeh, dicubitnya hidung istrinya.


" nggak malu??????"


Rania menggeleng


" tu banyak yang lihat"


gadis itu segera turun, rupanya banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.


malu???????


tentu saja, gadis itu segera menutupi wajahnya dilengan sang suami,


menyeretnya untuk segera pergi.


Sampai ditempat tujuan, Rania mendudukkan pantatnya didepan kedai,. sementara suaminya langsung mendatangi sang penjual untuk memesan es kelapa muda permintaan istrinya,


Mata Rania memandang jauh ke arah laut , menatap ombak yang menatap batu karang,


entahlah apa yang ada dipikiran gadis itu??


sampai tepukan tangan terasa dipundaknya, Rania menoleh,


heran......?????


tentu saja, seorang pria tiba -tiba duduk disampingnya, tanpa permisi,


Rania kira itu suaminya, rupanya bukan.


refleks Rania pindah tempat , menjauh dari pria tersebut .


" hai cantik. ..... ngapain sendirian????? cari mangsa baru????? dah ditinggal sama yang lama?????"


" Tomi......??????


ngapain kamu disini?????"


" hehehe...... harusnya gue yang nanya gitu ke Lo .......


tapi tak masalah, akan gue jawab.

__ADS_1


gue lagi kencan sama cewek baru...."


" lalu Medi??????"


mata Rania mencari sosok Medi.


" buat apa????? gue dah bosen ......"


" astagfirullah..... tapi waktu itu kalian kan sudah melakukan hubungan badan bukan????"


" iya..... memang kenapa??¿? Lo juga mau?????"


" astagfirullah"


Rania berdiri menutup mulutnya kaget, bersamaan tubuh Tomi tersungkur, mendapat pukulan dari Reyhan.


pria itu emosi mendengar ucapan Romi pada istrinya.


semua pengunjung dalam kedai menatap kearah kejadian, ada juga yang ikut mendekat


termasuk seorang gadis berlari ke arah Tomi dan berusaha membantu Tomi untuk berdiri.


Tomi mengusap sudut bibirnya yang berdarah


menatap tajam pada pria yang baru saja memukulnya.


" oh ..... jadi kau masih menjadi simpanan Reyhan Alvaro"


gadis disamping Tomi menatap Reyhan kaget


"pak Reyhan,..... ". ucapnya lirih hampir tak terdengar.


Reyhan makin emosi, Tanpa ampun Reyhan memukuli Tomi, hingga pria itu babak belur.


" jaga ucapan mu....."


Reyhan menunjuk muka Tomi yang sudah tersungkur dengan muka lebam di seluruh wajahnya.


" saya tidak akan rela, ada orang yang menghina istri sah saya"


Reyhan sengaja menekan kata terakhir nya


Dia tidak terima , dengan ucapan Tomi barusan.


Jemari Reyhan segera menarik , lengan istrinya, pria itu harus segera pergi, khawatir emosinya makin tersulut karena ucapan yang dilontarkannya Tomi.


" Tuan..... es nya?????"


panggil sang penjual kedai, karena es tadi sudah dibayar lunas.


" antar saja ke kamar VVIP di hotel depan, sekalian aku akan mengganti kerugian semua ini"


mata Reyhan , menatap tajam Tomi yang masih tersungkur dilantai.


memegangi perutnya yang terasa nyeri akibat pukulan Reyhan barusan.


" oh ya..... Mida, carilah Lelaki yang benar-benar mencintai mu, bukan hanya ingin memanfaatkan tubuhmu"


Reyhan segera berlalu pergi,


gadis yang bersama Tomi, yang tak lain adalah Mida, salah satu karyawan di kantor Jonathan, segera berdiri , menutup mulutnya kaget, akan ucapan Reyhan barusan


Tentu saja Gadis itu lebih percaya akan ucapan Reyhan, Mida jauh lebih lama mengenal sosok Reyhan, tak mungkin juga pria itu menjerumuskannya.


Mida segera melangkah pergi, meninggalkan Tomi yang masih kesakitan,


Gadis itu ingin segera pulang, meninggalkan lelaki brengsek yang baru beberapa bulan lalu dikenalnya.


Tomi menendang kursi didepannya, menatap Mida semakin menjauh,


khayalannya dapat meniduri gadis yang masih virgin.

__ADS_1


tapi semuanya gagal total, karena Rania.....


__ADS_2