Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
039


__ADS_3

" mau kemana kamu?????"


Heran , jam segini istri Remajanya sudah mandi, rapi, dan wangi.


penampilan nya juga berubah kali ini tak seperti biasanya,


menurut mata Reyhan , pagi ini Rania istri Remajanya terlihat lebih anggun cantik , mempesona , dengan balutan gamis,, jilbab pasmina yang menutupi seluruh tubuhnya.


sungguh Reyhan sampai terpesona seakan enggan untuk mengedipkan mata, khawatir Rania nya akan tiba-tiba menghilang.


Tangan Rania begitu piawai , memutar-mutar jilbabnya, memasang jarum pentul, dan bros


seperti sudah sering menggunakan.


Diliriknya ujung mata Reyhan, melihat layar ponsel milik Rania.


Tutorial cara memakai hijab kekinian.


kukira memang ahli , rupanya.....


merasa diperhatikan Rania menoleh, mengulas senyum termanis nya. kepada sang suami yang selalu dalam hati dan pikiran nya


" Rania mau pergi mas...... sama ibu....."


" kemana?????"


" nongkrong"


" ha.......???????"


" hehehehe...... nongkrong di stasiun televisi, sama ibu-ibu mendengar kan tausiyah, bersama ustadz gaul.....


jamaah..... o jamaah......"


Rania ikut mempraktekkan gaya gerak tubuh sang ustadz , berputar-putar.


" Rania pengen taubat mas.... lebih mendekatkan diri pada sang Ilahi Robbi, biar Allah makin sayang sama Rania, kalau udah sayang kan semua keinginan Rania terkabul"


" memang punya keinginan yang belum terwujud????"


" ada mas?????"


" apa????"

__ADS_1


" kamu cintai......


Reyhan hanya terdiam, mendengar keinginan Rania.


"ihhhhhhhhh..... mas ya Allah Rania udah nggak sabar tahu, pengen cepet-cepet sampai, trus masuk TV,. .... Ya Allah maaaaasssss Rania bisa masuk TV maaaaasssss.... hemmmmmmmm..... seperti dilaguminya Opick tu ___obat hati ada lima perkaranya.... salah satunya berkumpul lah dengan orang-orang Sholeh, ___. kalau nggak ada yang Sholeh , siapa tahu ada yang punya anak Sholeh, ganteng perfek,. hemmmmmmmm , Rania mau....."


" lama-lama kamu tak kurung dikamar Ran, niatnya kok jadi aneh????"


" ihhhhhhhhh..... ogaaaahhh.... lah....."


tok....tok tok tok....


" Rania ayo......."


" iya ibu, sebentar,. Rania turun....."


Rania mendekati sang suami , mencium punggung tangannya.


" Rania pamit dulu ya mas, semoga keinginan Rania terkabul"


" sini cinta....."


Reyhan menarik kepala Rania diciumnya sekilas.


" issss..... Akukan Rania bukan cinta"


Rania berlari keluar kamar, dengan semangat.


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


Imelda menatap mamanya iba, dibalik jendela kaca diluar kamar, inap rumah sakit tempat mamanya dirawat,


mamanya terbaring koma dibantu alat-alat medis, Imelda setia menunggu , melupakan kondisi tubuhnya sendiri, dia terus menangis sampai mata Imelda bengkak, tubuhnya terlihat agak kurus dan tak terawat.


" kamu lihat Mel kondisi mamamu , apa kamu masih ingin hidup seperti ini, tanpa mau mengikuti saran papa, ???? mamamu masih butuh biaya, semua koleksi tas dan perhiasan branded mu bukankah sudah banyak kamu jual, lalu uang dari mana untuk biaya rumah sakit?????"


Imelda melirik tak suka , pada pria paruh baya disampingnya, bukankah mamanya seperti ini adalah ulahnya, kenapa dia tak merasa bersalah , malah meminta nya melakukan hal gila,. suami dan papa macam apa dia.???


" Imelda akan cari kerja"


" hahahaha.... mau cari kerja apa kamu????


apa kamu tak sadar??? kamu itu anak manja yang tak bisa apa-apa ,"

__ADS_1


Imelda terdiam, mematung. memang benar apa yang dikatakan papanya, akan cari kerja apa dia, selama ini hobinya hanya shoping


" sebaiknya kau ikuti saran papa"


Arya mengusap rambut anak gadisnya sebelum melangkah pergi meninggalkan Imelda seorang diri


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


Lea dan Nathan sedang menonton TV berdua didalem kamar, Lea tidur dipangkuan sang suami , entahlah hari ini dia begitu manja pada Nathan, sampai Nathan cukup kuwalahan dengan sikap istrinya.


Lea juga tak tahu kenapa sikap manjanya , hari ini overdosis. apa emang bawaan cabang bayi , atau balas dendam , karena beberapa hari ini dicuekin sang suami dan yang lainnya, karena terlalu sibuk pada Rania.


Tangan kekar Nathan mengusap perut buncit Lea yang tak tertutup kain. kedua matanya fokus pada layar televisi.


Nathan memang sengaja menyusupkan tangannya masuk gamis yang dipakai sang istri, mengusap perut istrinya langsung, tanpa penghalang selembar kain pun.


Mungkin karena terlalu bosan akan tayangan yang dipilih Nathan, Lea memilih memejamkan mata, tertidur dipangkuan sang suami sembari memeluk posesif pinggang lebarnya.


Deringan ponsel Nathan bergetar berulang kali, tapi Nathan cuek-cuek saja , tanpa ada niatan sedikitpun untuk mengangkat.


Ponselnya memang dalam mode getar yang sengaja ia rubah, agar tak terlalu mengganggu kebersamaannya dengan sang istri, Nathan hanya melirik sekilas, diabaikan nya ponsel yang ia letakkan tak jauh darinya duduk, setelah melihat siapa nama dalam layar ponsel tersebut .


Lama kelamaan cukup menggangu juga, khawatir istrinya akan terganggu , dengan getaran ponsel, Nathan mengangkatnya pada Deringan ke 20 kali panggilan tak terjawab.


mau apalagi gadis ini?????, digesernya tombol warna hijau pada layar ponsel Android miliknya,


" Hem......."


" hello Nathan..... kita bisa bertemu????"


" tidak"


" kumohon ....... aku sedang butuh teman mengobrol, semua temanku pergi menjauh, setelah tahu keluarga ku jatuh miskin. aku tidak punya siapa-siapa Nathan untuk berbagi cerita, ditambah mamaku koma , karena insiden jatuhnya dari tanggal"


Terdengar jelas tangis lirih putus asa


Nathan mengusap wajahnya kasar memejamkan mata sekilas , ada rasa tak tega mendengar suara disebrang sana, suara Imelda yang menangis sesenggukan, biar bagaimanapun , gadis disebrang telefon ini pernah mengisi relung hatinya.


dipandangi wajah sang istri tercinta dalam pangkuannya, terlelap begitu damai mengarungi dunia mimpi tanpa beban mengganggu hidupnya.


maafkan aku sayang......


" ok"

__ADS_1


" terima kasih Nathan.... nanti waktu dan tempatnya akan dikirimkan lewat WhatsApp"


Nathan segera memutus sambungan telepon genggam nya, meletakkan asal-asalan . Dipindahkan kepala Lea agar tidur nyaman diranjang, segera Nathan ikut terlelap , sembari memeluk tubuh sang istri


__ADS_2