Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
044


__ADS_3

Dengan berlinang air mata Rania keluar kamar, sudah cukup ia merasa sakit pada ulu hatinya , merasakan kecewa , karena cinta sepihak suaminya, merasa tersakiti dengan setiap sentuhan yang selalu diberikan Reyhan padanya.


Rania menyerah, lebih baik dia mundur sebelum lukanya makin parah, dia seakan dipermainkan, selalu disentuh tanpa cinta dan kepastian, Rania harus pergi , menjauh mencoba melupakan Hati yang selalu dijaganya sejak dulu.


" Rania....."


Reyhan menggenggam lengan Rania saat keluar kamar. ada rasa tak tega dalam hati.


berjuta pertanyaan tersemat pada pikirannya.


Rania membalikkan badan menghadap Reyhan, ditariknya paksa lengan dalam genggaman sang suami, menarik napas panjang untuk menetralkan segala emosi.


" aku pergi mas.... seperti saat datang tanpa membawa apapun, begitupun saat aku pergi"


'" kau ingin kemana????"


" maafkan aku mas, aku punya hati dan perasaan, aku butuh kepastian, tanpa harus digantung seperti ini, kau perlakukan aku layaknya seorang istri, harus mau melayani kapanpun mas butuh pelepasan. tapi hati mas sedikitpun tak pernah kau berikan kepada ku"


" Rania ...."


panggilnya pelan, berharap Rania diam tak kembali melanjutkan ucapannya.


" kenapa......????


untuk apa aku disini mas, kalau hanya untuk pajangan, mungkin aku akan berusaha bertahan, bila mas tak pernah menyentuhku, setiap sentuhan yang mas berikan, selalu kuartikan lain, aku selalu meyakini bahwa mas sudah membuka hati mas untukku.


Tapi setiap mas mengajakku bertemu dengan Rosellyn, sungguh hatiku sakit mas,


melihatmu bermesraan dengan dia, tapi dirumah kau memperlakukan ku seperti istri mu sendiri, bukan hanya didepan ibu, dikamarpun kau juga sama.


Ingat mas saat kau memelukku penuh perlindungan, dilobi kantor????

__ADS_1


hatiku sangat nyaman tentram damai,


seakan aku ingin menghentikan waktu itu mas, agar tidak cepat berlalu.


aku sudah melayang akan semua , sikap yang kau berikan, tiba-tiba kau hempaskan kembali tubuhku kedunia nyata, berharap aku sadar akan tujuan awal kita menikah.


sakit hatiku mas, kau tinggal pergi sendirian, tanpa uang sepeserpun, tak tahu jalan pulang. kau lebih memilih kencan dengan Rosellyn dari pada memperdulikan istrimu


dan kau sadar apa yang membuat ku akhirnya menyerah????


kau sebut nama Rosellyn, tapi yang kau jamah tubuhku.


kau pikir aku apa mas???? apa terlalu tak pentingnya aku dihidupmu????


apa kau pikir , pernikahan Kita cuma sebagai ijab untuk menyewa seorang wanita pemuas nafsu dengan Lebel halal.


tapi maaf walau pun hidupku susah , aku tidak serendah itu, aku tidak ingin jadi ******* mu, lebih baik aku pergi.


oh ya , maaf aku tak bisa mengembalikan uang yang kupinjam untuk membayar rentenir. sebagai gantinya Aku tidak akan memberi tahu kepada keluarga papa Bastian, aku Juga tak akan kesana, Aku akan kembali pada kehidupan ku yang sebenarnya.


Rania menunduk kan kepala nya, dia tahu ibu mertuanya cukup tahu tentang ilmu agama


pasti ibunya akan menyalahkan nya karena telah menolak kewajiban seorang istri.


berani meninggalkan rumah tanpa izin suami.


ya Tuhan apa yang harus Rania lakukan


Diluar dugaan ibu Nasiha justru menariknya dalam pelukannya, mengusap lembut kepala Rania penuh cinta dan kasih sayang.


" maafkan ibu nak, ini semua salah ibu, seharusnya ibu berpikir sampai sini,"

__ADS_1


Rania menggelengkan kepala , tangisnya makin pecah dalam dekapan sang mertua, merasakan nyaman, senyaman pelukan ibu kandung .


" kalau kau ingin pergi , ibu ikhlas nak"


ibu Nasiha membingkai wajah Rania , diusapnya lembut air mata yang membasahi pipinya. Rania hanya mengangguk, akhirnya ia bisa terbebas dari jeratan hati yang menyakitkan.


Reyhan melotot kaget, kenapa justru ibunya mengizinkan, bukankah harusnya meminta Rania tetap bertahan, karena ibulah orang pertama dibalik pernikahan mereka.


" Rania sayang, kau menderita karena ibu, bila kau ingin pergi, mari kita pergi bersama, kita bangun kehidupan kita sendiri, tanpa rasa sakit, kau sudah kuanggap seperti anaku sendiri."


" tidak Bu, biar Rania saja yang pergi,. ibu tetaplah disini bersama mas Rey"


" tidak sayang, ibu yang menginginkan mu hadir dirumah ini, ibu yang bersikeras, agar kalian menikah, tanpa tahu , akan ada hati yang tersakiti karena dipermainkan, jadi izinkan ibu , untuk menemani hati orang yang tersakiti, itu.......


kata-kata ibu terpotong ucapan Reyhan.


" ibu apa-apaan kenapa ibu juga pergi"


Reyhan tak terima dengan apa yang diinginkan ibunya, dia tak mau ditinggalkan ibunya lagi seperti dulu saat dia berusia 8 tahun.


" masuklah kedalam nak, kau bereskan semua bajumu , ibu akan lakukan hal yang sama, kita tinggalkan orang yang tega mempermainkan hati."


Rania segera melakukan apa yang diminta ibunya , begitupun ibunya , Reyhan Bingung, harus bagaimana , dikejarnya orang yang berjasa dalam hidup Reyhan selama ini , masuk kedalam kamar.


' ibu kumohon jangan tinggalkan Reyhan"


Reyhan menarik tangan ibunya, ibu Nasiha segera menepis, tak menggubris ucapan Reyhan kembali tenggelam dalam kegiatan mengemasi seluruh pakaiannya.


" ..... ibu..... tolong jangan tinggalkan aku......"


Reyhan bersimpuh dikaki ibunya , ketika akan melangkah pergi menggandeng tangan Rania keluar rumah.

__ADS_1


Tapi kaki ibu Nasiha tetap melangkah pergi meninggalkan Reyhan diteras rumah.


keputusan nya sudah bulat, dia lelah akan kebohongan Reyhan selama ini, Reyhan berjanji akan melupakan Rosellyn, tapi nyatanya justru ia memanfaatkan Rania untuk menutupi hubungan nya dengan Rosellyn.


__ADS_2