Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
080


__ADS_3

sebulan sudah Reyhan dan Rania tidak bertemu, mereka hanya saling mengirim chat, karena keduanya tak diizinkan untuk bertemu.


berulang kali pula Reyhan datang , dan selalu berakhir sama.


tidak diizinkan untuk bertemu.


Rania selalu dikunci didalam rumah, bila ibunya melihat mobil Reyhan datang


sebetulnya Reyhan bisa saja memaksa , toh Rania masih istri sahnya.


tapi rasa khawatir, ibunya akan jadi gunjingan tetangga, yang membuat Reyhan mengalah.


karena toko kue milik ibunya memang selalu ramai,


pernah juga, Reyhan mendengar langsung saat dirinya datang berkunjung , menaiki sepeda motor, yang ia pinjam dari scurity kantor


berharap dengan datangnya diam-diam dia bisa memergoki Rania saat ditoko


tapi naasnya.....


bermaksud ingin bertemu Rania justru berakhir tersulut emosi.


bagaimana tidak saat mata dan telinganya mendengar


seorang wanita paruh baya, seusia ibunya


menawarkan anak lelakinya pada Rania.


katanya anaknya seorang TNI angkatan laut.


ibu nampak senyum-senyum bahagia.


untungnya Rania menolak secara halus, dengan alasan sudah ada hati yang ia jaga.


memang tak salah dulu Reyhan menikahi Rania,


sudah cantik, baik hati setia pula.


Tapi sudah dua Minggu ini


kesabaran Reyhan benar-benar diuji oleh tingkah aneh Rania.


bagaimana tidak, tiap hari Reyhan harus mengirim foto, mungkin dalam sehari sampai 50 kali.


alasannya sepele , karena rindu.


bila tidak????


Rania akan mengirim chat hingga 100 kali dalam semenit.


isinya hanya emoticon. atau satu huruf


yang akan membuat jengkel, karena notifikasi WhatsApp yang terus berbunyi.


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


Hari ini tepat satu bulan dimana Rania kembali dari hotel tempat menginap dirinya dan Reyhan.


Dan sudah dua Minggu, tubuhnya tidak bisa diajak kompromi.


pusing , lemas , mual. segala sesuatu yang masuk dalam mulutnya selalu berakhir dikamar mandi.


jadi selama 2 Minggu, Rania tidak pernah makan nasi.


mungkin hanya air putih, itupun sangat jarang

__ADS_1


Bila sudah seperti itu, hanya foto Reyhan lah yang menjadi sasarannya.


entahlah hanya nama dan foto suaminya yang selalu terucap dalam hatinya.


sebetulnya terbesit dipikiran kalau dia hamil.


karena bulan ini memang tanggal dia datang bulan, tapi nyatanya , tamu bulanan nya tak kunjung datang.


apalagi saat melakukan hubungan dengan suaminya, saat dirinya dalam masa subur.


selesai bersuci sehabis datang bulan


pagi itu selesai mengantar ibunya untuk pergi ziarah , Rania sudah paham , kalau suaminya menginginkan lebih.


tapi dia menolak dengan alasan masih datang bulan.


Rania memang tidak bohong, waktu itu dirinya belum mandi sesuci.


barulah , saat mandi pagi, sekalian sesuci.


selain karena masih datang bulan, Rania juga masih ragu akan perasaan suaminya.


Dan saat acara makan malam romantis, Rania benar-benar percaya akan perasaan suaminya.


tentu saja dengan senang hati , dirinya menyerahkan , jiwa dan raganya.


tak peduli dengan akibat bila dia akan hamil


padahal hubungannya masih rumit.


belum mencapai titik terang.


Rasanya dia ingin pergi ke apotek , membeli taspac, agar dirinya benar-benar yakin , ada janin dalam rahim yang harus ia jaga


tapi kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk keluar.


meski satu atap, anehnya ibunya tidak tahu.


Rania pandai menjaga sikap, seolah dirinya baik-baik saja.


Sampai dipagi itu tiba,


sendari subuh, Rania sudah muntah-muntah.


tubuhnya semakin lemas, kepalanya makin terasa pusing, Rania hanya membaringkan tubuhnya diatas ranjang, sambil memeluk handphone bergambar wajah Reyhan.


padahal biasanya, ketika Matahari terbit, Rania akan berhenti muntah-muntah.


tapi pagi ini sampai jam menunjukkan pukul 8 pagi gadis itu masih keluar masuk kamar mandi.


ibunya sampai heran, ada apa dengan Rania


" kamu kenapa RAN......?????"


ibu mendekati Rania yang terduduk dilantai sambil memegang ponselnya erat, sampai dia tak sadar, jemarinya memencet nomor Reyhan,


melakukan panggilan suara tanpa disadari Rania,


tubuhnya benar-benar terasa sangat lemas , hingga ia tak kuat untuk berdiri.


ibu menempelkan punggung tangannya pada kening Rania, untuk mengecek suhu tubuh putrinya.


suhu tubuhnya , normal . tapi kenapa wajah putrinya terlihat pucat.


" Kepala Rania pusing ibu, rasanya lemas"

__ADS_1


ibu membantu Rania berdiri. tapi sayangnya tubuh ibu Nasiha tak kuat menopang tubuh Rania hingga keduanya terjatuh . dilantai , bersamaan jemuran besi , yang biasanya dibuat untuk meletakkan handuk basah, tertarik oleh tangan Rania saat akan jatuh.


Berharap dengan berpegangan dengan besi tersebut, tubuh keduanya tak jadi tersungkur, nyatanya besi tersebut malah ikut jatuh hingga menimbulkan suara cukup keras.


Ditempat lain,......


Reyhan sedang melakukan meeting penting bersama para dewan pimpinan.


Ponselnya terasa bergetar, karena memang dia mode getar agar tidak menggangu yang lain


sambil mendengarkan penjelasan yang di Utarakan, anggota yang lain.


Reyhan mengembil ponselnya,


dia sudah tahu kalau itu pasti Rania yang meminta fotonya, segera dikirim, sebelum istri Remajanya itu ngambek,


jadi pria tersebut segera mengecek,


alisnya berkerut.


tumben istrinya melakukan panggilan, tak biasanya.


karena penasaran Reyhan segera memencet tombol warna hijau, diarahkan ponselnya tepat didaun telinga.


mulutnya terkunci, tidak mengucap salam dan sebagainya. tapi memasang pendengaran dengan tajam.


berharap suara sekecil apapun bisa ia dengar.


Benar saja, dia mendengar dengan jelas, suara Rania yang merasa kan pusing dan lemas


tak berapa lama suara besi terjatuh terdengar nyaring ditelinga nya.


Reyhan berdiri, tanpa permisi pria itu melangkah pergi, ingin segera sampai kerumah ibunya , memastikan dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.


Untungnya kondisi jalanan sedang sepi.


pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , agar segera sampai.


sampai dihalaman, langkah kaki Reyhan segera masuk, pintu rumah memang terbuka lebar. jadi pria itu tanpa permisi segera mencari kesetiap sudut ruangan.


matanya menatap kaget , melihat ibu dan istrinya tersungkur dilantai.


dengan kondisi sekitarnya yang berantakan.


" ibu ..... Rania......"


ucapnya terpotong tatkala melihat darah mengalir dari area sensitif istrinya.


Reyhan segera membopong tubuh Rania.


masuk kedalam mobil , disusul ibunya yang membuntuti dari belakang.


" massssssss....... perutku sakit........"


ucapnya lirih , hampir tak terdengar,


" sabar sayang......"


Reyhan menggenggam jemari Rania,


yang duduk tepat disebelahnya.


sementara ibu Nasiha duduk di bangku belakang.


sampai dirumah sakit terdekat, Reyhan kembali menggendong istrinya.

__ADS_1


tanpa peduli bajunya kini berubah warna , menjadi merah karena darah istrinya .


__ADS_2