Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
056


__ADS_3

" saya terima nikah dan kawinya Imelda Rengganis binti Aryanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


" bagaimana para saksi....????"


" sah......'


"sah...."


"sah....."


Pernikahan terunik terjadi, Imelda menikah dengan Marwan dikantor polisi, hanya dihadiri kedua orang tua Marwan, pak penghulu, Arya dan beberapa polisi sebagai saksi.


awalnya memang larangan, tapi juga tak bisa membawa tahanan keluar lapas.


setelah perundingan yang sulit, menyita waktu dan emosi , akhirnya pernikahan itu terjadi secara tertutup, tanpa ada camera untuk mengabadikan momen berharga.


Bukan hanya itu Mamanya Imelda tak tahu menahu pernikahan anak semata wayangnya.


dia masih setia memejamkan mata dalam tidur nyenyak nya didalam ruangan kamar Rumah sakit .


Mobil yang membawa pempelai kembali pulang setelah acara aqat selesai.


sampai dikampung halaman mereka disambut dengan pelaminan indah.


semuanya memang serba mendadak, tapi karena pak Anwar orang penting dan berkuasa petinggi didesa tersebut , tidak susah untuknya mengurus surat-surat nikah dengan cepat.


semua dekorasi dan properti juga milik kampung sendiri.


seluruh warga berbondong-bondong membantu dalam proses resepsi pernikahan anak kepala desa.


semua tamu undangan juga cuma seluruh warga, hanya ada beberapa orang luar yang memang menginginkan datang sendiri.


Resepsi begitu meriah. diadakan dari pagi hingga petang, orkes dangdut disiang hari menjadi penghibur, ditutup dengan pengajian Akbar.


semua orang begitu bahagia , menghadiri pernikahan akbar anak kepala desa.


Hanya Gendis yang menangis tak bahagia , melihat sang pujaan hati telah bahagia bersanding dengan wanita pilihan nya.


seharian ia menangis menumpahkan kesedihan atas duka yang diterimanya.


mengurung diri didalam kamar tak mau keluar,


Berbeda dengan Robbi yang tertawa bahagian, rencana yang dibuatnya telah berhasil, harapannya sekarang merebut hati sang pujaan hati. Gendis sikembang desa pujaan hatinya.


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


" kau capek......????


tanya Marwan setelah keduanya didalam kamar,


Imelda hanya tersenyum sembari melepaskan semua atribut dikepalanya.


menghapus sisa Mike up dimukanya dengan pembersih muka.

__ADS_1


" aku ganti baju dulu"


ucapnya meninggalkan ruangan kamar menuju kamar mandi, tak mungkin dia mandi malam-malam karena tak ada kran air panas seperti kamar mandinya dikota.


Setelah mengganti baju, Imelda kembali, melihat suaminya sudah mengganti baju,


dia gugup dengan langkah berat ia langkahkan kakinya mendekat


" mmmmm......"


Marwan tersenyum melihat kegugupan Imelda istri barunya.


" apa kau ingin meminta hak mu sekarang???"


Awalnya Marwan tidak kepikiran sampai kesitu, tapi mendengar ucapan istrinya seakan mendapat penawaran.


" boleh juga. ...... sini......"


ucapnya sambil menepuk ranjang sebelahnya


Imelda semakin gugup, tak urung langkahnya juga mendekat.


Marwan membelai pipi istrinya, merapatkan doa ditiupkan nya kepucuk kepala Imelda.


seulas senyum ia sunggingkan.


pelan-pelan dia dekatkan wajahnya hingga tak ada j⁴r⁴k diantara mereka.


Marwan m³lum⁴t bibir Imelda, meski terlihat kaku ia tetap berusaha maklum ini pertama untungnya, berbeda dengan Imelda yang sudah pernah melakukan ci*m⁴n dengan Jonathan, 👉hanya pada Jonathan


c*um⁴n mereka makin panas, satu persatu setiap helai t³rlepas, membuat tubuh keduanya p⁰los terekspos sempurna.


setiap inci sudah disambangi, meninggalkan jejak tak henti-heti.


membuat kenikmatan semakin menjadi


sensasi yang luar biasa ingin mereka ulangi


" maaf bila tak nyaman, ini pertama untuku, aku hanya mengikuti insting , tak tahu permainan yang mengesankan.


jadi buatlah dirimu serileks mungkin"


Imelda hanya mengangguk. ini juga pertama untungnya.


baru saja bola akan masuk gawang.


ketukan keras terdengar diindra pendengaran mereka.


" makde..... pakde..... buta..... Mawar mo bobok cama Pakde dan Makde....."


Marwan dan Imelda buru-buru memakai pakaian nya kembali, tahu sibocah cadel akan mengamuk bila tak dituruti.


Marwan membuka pintu setelah keduanya memakai pakaian lengkap

__ADS_1


didepan pintu ada Bu Waroh, Roni, pak Anwar dan beberapa orang merayu Mawar agar tak mengganggu pengantin baru.


Tapi bocah itu malah menangis , mengamuk, tangisannya sungguh keras ditengah malam


sampai Novita yang menidurkan Dimas terbangun, hingga tangis Dimas juga terdengar mengisi kekosongan malam, karena tidur nyenyak nya terganggu.


" ya sudah sini tidur sama makde"


akhirnya Imelda mengalah , menggendong Mawar diajaknya masuk , ditidurkanya diranjang mepet dinding, baru dirinya, dan sebelahnya Marwan.


Tak butuh waktu lama bocah cadel tersebut terlelap. Imelda segera bangun ingin menghampiri sang suami yang terduduk di kursi tak jauh dari ranjang


menetralkan sesuatu yang tak tersampaikan.


keduanya saling pandang, dan tertawa terbahak-bahak, didalam ruangan kamar yang temaram.


Marwan memeluk tubuh istrinya.


" berati kita butuh pengenalan dahulu , baru begituan"


Imelda tertawa........


" masa.....????"


" iya lah Nis......"


" ha..... Nis....????"


" iya manis......"


" ah......."


Imelda mencubit perut Marwan


" eh sudah berani nyubit-nyubit'"


" kenapa....????"


" tadi kan ada macan yang belum jadi masuk kadang, tak takut macan itu ngamuk???


" masa.....?????"


" nggak percaya?????'"


" mau bukti.....????"


Imelda tertawa ,


" tidak , tidak , nanti Mawar terbangun bisa bahaya"


" ya sudah tidur kalau begitu....."


Keduanya membaringkan tubuh, diranjang.

__ADS_1


Marwan , Imelda dan disamping dinding ada Mawar


Tak butuh waktu lama keduanya sudah menjelajah dialam mimpi


__ADS_2