
Pukul 5 sore Reyhan baru sampai rumah.
sungguh saat ini dia sangat capek, menemani Rosellyn nonton, shopping dan jalan-jalan mengelilingi swalayan sebesar itu.
dia sampai tidak bisa kembali lagi kekantor hanya untuk menuruti semua keinginan Rosellyn.
" Assalamualaikum..... Bu"
ucapnya sembari mencium punggung tangan ibunya didepan ruang keluarga. saat menonton televisi.
Reyhan segera melangkahkan kakinya naik kelantai atas , ingin segera menginstirahatkan tubuhnya yang terasa pegal.
mungkin dengan berendam akan lebih rileks tubuhnya.
" Rey......."
" nanti saja Bu..... , Reyhan sangat capek"
" Rey ...... kamu sendirian?????"
" seperti yang ibu lihat....."
" lalu Rania kemana......????"
ibu terlihat khawatir, melihat anaknya seorang diri tidak dengan menantunya.
Langkah kaki Reyhan terhenti , mendengar nama istrinya disebut ibunya.
" tadi pagi ibu , menyuruh Rania datang kekantor mu membawa sarapan untuk kalian makan bersama dikantor, lalu kemana dia?????"
Reyhan tak jadi naik ke lantai atas keatas. dilangkahkan kakinya keluar rumah masuk kedalam mobil.
" Lo Rey mau kemana????? dimana Rania Rey??????"
Reyhan tidak menjawab pertanyaan ibunya, dia harus segera sampai ke swalayan tadi.
mencari keberadaan sang istri.
Dilajukan mobilnya dengan tak tenang meninggalkan rumah, dan sang ibu dengan berjuta pertanyaan.
Memory nya kembali berputar, saat Rania menangis tersedu-sedu dalam pelukan nya dikantor tadi.
bukankah Rania tak tahu jalan pulang? dia tak punya uang, bagaimana dia bisa pulang.
Reyhan terus meruntuki kebodohan nya, dia sungguh lupa memberi Rania uang untuk ongkos pulang, bagaimana nasibnya dia disana????
__ADS_1
Adzan Maghrib Reyhan baru sampai swalayan. tanpa pikir panjang, dia terus mencari keberadaan sang istri.
Tapi yang ia cari tak kunjung ia temukan.
pikirannya kacau, ruangan Cctv pun sudah ia datangi, tapi tetap saja hasilnya nihil.
justru hatinya makin merasa bersalah, melihat dalam video Rania yang dicemooh pengunjung lain, dengan kata-kata pedas, menyebutnya pelakor,. perebut suami orang.
Langkah kaki Reyhan, dibawanya kedalam masjid segera menjalankan sholat Maghrib karena waktu yang sudah hampir habis.
Setelah menjalankan sholat, dia termenung didepan masjid,
seketika dia teringat ponsel????
bukankah Rania tadi memegang ponsel????
dikeluarkan nya ponsel dalam saku celananya, syukurlah gadis itu membawa ponselnya,
Buru-buru dia hubungi nomor nya.
Berulang kali dia mencoba, tetap saja panggilan diabaikan.
Hingga panggilah kesepuluh panggilannya baru diterima.
" hello Assalamualaikum..... dengan siapa????"
" Wa'alaikum salam,...... hello Rania kamu dimana......????
Reyhan sangat khawatir dengan kondisi istrinya, dia ingin tahu dimana istrinya berada.
" Maaf ponsel suami saya tak sengaja saya bawa,. sebaiknya anda hubungi esok hari, karena suami saya sedang kencan dengan kekasihnya, meninggalkan istrinya seorang diri"
sambungan telfonnya tiba-tiba dimatikan, setelah mencoba menghubungi kembali justru nomor yang dia hubungi malah tidak aktif.
sungguh dia merasa bersalah pada istrinya.
dia terlalu lemah bila berhadapan dengan Rosellyn.
💢💢💢💢💢💢💢💢
" bagaimana mana????????"
" sudah beres tuan....... seperti yang anda inginkan....."
" bagus ...."
__ADS_1
Jonathan menyeringai setelah mematikan panggilah telepon dengan orang kepercayaan nya disebrang sana......
" kak Nathan baru nelfon siapa??????"
Nathan hanya tersenyum menatap Rania disampingnya.....
" kamu nanti menginap disini kan?????"
Nathan mengalihkan pembicaraan mereka.
belum sempat Rania menjawab, Mama Irma menyela ucapnya.
" iya Nak..... Mama masih kangen tau sama kamu"
Mama Irma memeluk sayang Rania, mengusap rambut panjangnya berulang kali.
" nanti papa bagaimana ma?????"
" ya nanti kita tidur bertiga, papa juga kangen sama kamu"
papa Bastian ikut menyela. obrolan mereka......
" hey...... lalu aku bahagia?????"
tanya Jonathan menunjuk dirinya sendiri......
" kamu kan ada Lea, ngapain tidur sama kami"
Mama Irma menjulurkan lidahnya seperti anak kecil, dirangkulnya Rania pergi menjauh.
Milea nampak tersenyum kecut, sungguh hatinya perih dalam posisi seperti ini.
begitu istimewa kah seorang Rania dalam keluarga ini????
sampai suaminya mengabaikan dirinya.
diusapnya perut buncitnya.....
sabar ya sayang......
kita lalui semuanya dengan senyuman, jangan ada dedam dan kebencian.
Milea lebih memilih masuk kedalam kamar , mengistirahatkan tubuh dan otaknya agar tak berfikiran negatif kepada keluarga suaminya.
biar bagaimanapun seorang Rania jauh lebih dulu dikenal keluarga suaminya ketimbang dirinya.
__ADS_1
Dia yakin suaminya tak akan tega meninggalkan dirinya, ada buah hati dalam perutnya.
buah cinta mereka .......