Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
086


__ADS_3

Reyhan segera turun dari mobil, perasaannya sendari tadi memang tidak tenang, pria itu mempercepat langkah kakinya


agar segera sampai ruangan dimana Rania dirawat.


hasil meeting dengan clean tadi juga tidak sesuai harapan. pikirannya tidak tenang


selalu tertuju pada Rania


ada apa dengan Rania????


Benar saja, sampai ruangan kondisi Rania terduduk lemas dilantai


wajahnya sudah merah kebiruan,


dan orang-orang sekitar yang begitu panik


Ibu Nasiha bernafas lega, akhirnya putranya pulang. begitupun dengan Rania, tangisnya makin terdengar, seperti balita yang mengadu pada sang ibu


Reyhan segera melepas, jas dan jam tangannya, ia letakkan asal diatas meja dekat sofa, langkahnya semakin mendekat sembari menyingsing lengan baju dan celana.


pria itu segera meletakkan kedua telapak tangan kekar nya persis didepan mulut istrinya .. seketika seluruh isi perut yang sendari tadi ia coba untuk dikeluarkan namun tidak bisa


seketika semua itu keluar, begitu banyak muntahan yang dikeluarkan Rania hingga mengotori lantai didepannya.


baju yang ia kenakan juga kotor.


muntahan Rania sungguh menjijikkan, sarapan pagi, siang bahkan bubur dan salad juga ikut keluar .


semua orang dalam ruangan memalingkan muka , menatap jijik pada muntahan tersebut.


perut mereka terasa eneg. beda dengan Reyhan yang terkesan santai .


bahkan pria itu kembali menyodorkan kedua telapak tangannya didepan Rania.


tapi gadis itu menggeleng,


rasanya perutnya lega.


kondisi tubuhnya sudah lebih baik.


Reyhan mengankat tubuh istrinya dibawa kekamar mandi, mengganti bajunya dengan yang baru.


pria itu pelan-pelan membersihkan kotoran yang menempel di tubuh Rania.


kotoran muntahan bercampur darah.


jangan tanyakan baunya????


bayangkan sendiri aroma yang tercium , bila keduanya disatukan.

__ADS_1


" massssssss........"


rengek Rania manja , saat melihat suaminya begitu serius menyiram kaki dan tangan Rania yang terkena cipratan muntahan.


" hmmmmmm"


" itu belum disiram"


tunjuk Rania pada muntahannya , yang belum sempat disiramnya tadi.


Reyhan menghela nafas kasar.


Muntahan siapa???? yang jijik siapa????


meski terus menggerutu , pria itu tetap segera menyiram bersih.


" massssssss....... aku mau pup......"


Reyhan segera melepas celana yang dipakai sang istri, menggiringnya menuju closed.


menunggunya dengan sabar sampai Rania selesai, tidak boleh menutup hidung, bisa dipastikan Rania akan ngambek.


Ya Tuhan, harus sabar, mengurus Rania saat ini. dari awal Rania masuk Rumah sakit, bila Reyhan disampingnya , urusan mandi, BAB dan yang berhubungan dengan kamar mandi. Rania akan merengek meminta Reyhan untuk menemaninya.


seperti saat ini, Reyhan menunggunya didalam, sampai Rania selesai dengan kegiatannya. tak jarang, Reyhan membantu Rania , bila istrinya kesusahan.


yang paling menyebalkan, saat membantu istrinya mandi.


kadang pria itu harus menahan nafas, menghalau rontaan tak terima dibawah sana


saat Rania dengan sengaja menggodanya


seperti menggosok, atau meminta lebih banyak sabun pada dua tempat favorit Reyhan, atas dan bawah.


Nasib-nasib, kapan cobaan ini akan berakhir???


" massssssss.,....."


" hmmmm"


" aku pesenin makanan"


" apa????"


" nasi Padang, rendang, semur ayam, bubur kacang hijau , salad buah, wedang ronde,...."


Reyhan hanya geleng-geleng kepala, mendengar penuturan istrinya.


pria itu seakan tak perduli, masih fokus pada kegiatannya. memasangkan pakaian dalam milik Rania, setelah istrinya selesai mandi.

__ADS_1


memang tadi Rania merengek minta dimandikan, dengan alasan jijik pada bekas muntahan bercampur darah miliknya


aneh bukan???? muntahan siapa???? darah siapa???? yang jijik siapa?????


" mas ponsel mu mana????"


Rania mengadakan telapak tangannya , meminta ponsel milik Reyhan.


pria itu segera merogoh ponsel dalam saku celana bahannya.


Padahal Rania memiliki ponsel sendiri, tapi tetap saja, ponsel Reyhan lah yang menjadi sasaran.


terkadang Rania dengan sengaja menukar ponselnya dengan Reyhan, meminta sang suami untuk menggunakan ponselnya sedangkan dirinya menggunakan ponsel milik sang suami.


Reyhan hanya bengong, mana mungkin dia menggunakan ponsel Rania, sementara nomor-nomor penting, tersimpan rapi dalam ponselnya.


Pria itu hanya bisa menggeleng, melihat kelakuan Rania .


yang masih sibuk menatap layar ponsel, sesekali dia menggigit jari telunjuknya , bingung menentukan pilihan.


Dan jangan tanyakan Reyhan sedang apa????


pria itu sibuk memakai kan baju Rania, sambil menahan nafas, karena si Otong tidak terima melihat pemandangan didepan matanya.


Setelah selesai Reyhan mengankat kembali tubuh istrinya.


lantai sudah terlihat dibersihkan oleh beberapa OB .


orang-orang diluar kamar mandi segera membubarkan diri , setelah mereka asyik mengobrol menggerombol.


siapa lagi yang mereka bicarakan


tentu saja Rania.


Tak lama terdengar ketukan pintu.


Jonathan yang berdiri didekat pintu , segera membuka pintu , untuk melihat siapa orang yang berdiri dibaliknya.


Mereka semua menatap heran.


karena banyaknya kurir yang mengantar makanan, dari makanan berat hingga cemilan dan minuman.


" wah ada pesta makan-makan"


" awwwww........."


Bastian segera menginjak kaki Jonathan, mendengar ucapan yang dilontarkan barusan.


kenapa Jonathan bisa lupa akan apa yang diucapkan Nasiha barusan .

__ADS_1


tidak boleh menggunjing Rania.


__ADS_2