
Reyhan berjalan memasuki rumahnya, sembari melonggar kan dasi yang mulai mencekik lehernya.
tubuhnya terasa capek, biasanya bila seperti ini Rania akan menyambutnya membawa segelas minuman dan seulas senyum.
Reyhan menggeleng, menghalau khayalannya sendiri. dia harus tetap pada pendiriannya. tapi kenapa bayangan Rania selalu datang menghadang .
" mas Rey......"
panggilan itu membuyarkan lamunan Reyhan, dalam pikirannya Ranialah yang memanggilnya,. setelah ia lihat , bik Asih lah yang berdiri didepan matanya.
" ada apa bik????"
" anu mas.....". bik Asih nampak ragu menjelaskan.
" bicaralah bik,. ada apa...???
" anu mas...... ibu dari tadi tidak keluar kamar, saya ketuk-ketuk juga tidak dibuka, dari pagi belum mau makan mas"
mendengar penjelasan bik Asih, Reyhan berlari menuju kamar ibunya,
ibunya punya mag akut , tidak bisa , telat makan sedikitpun, karena seringnya menahan lapar sewaktu masih hidup susah, dan penyakit itu berimbas sekarang
" ibu......."
Reyhan berusaha memanggil ibunya, berulang kali, mengetuk pintu , tapi tetap saja tak ada jawaban..
tak ada cara lain, Reyhan segera mendobrak pintu tersebut.
dilihatnya ibunya sudah tak sadarkan diri.
tanpa menunggu lama, Reyhan segera mengangkat tubuh ibunya dibawanya kerumah sakit.
sampai disana bertepatan dengan Jonathan yang baru keluar . melihat Reyhan kebingungan Jonathan mendekat. membantu Reyhan membawa ibu Nasiha.
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Beberapa hari ini Rania tidur di dalam masjid.
lokasinya lumayan jauh dari rumah kontrakan yang ditempati Rania dan ibu Nasiha sebelumnya.
Awalnya dia ingin kembali ke terminal, tapi lokasinya lumayan jauh, dari tempatnya saat ini, bila berkendara bisa 2 jam perjalanan, bila ditempuh dengan jalan kaki entah berapa jam
Apalagi dia memang tak punya uang sepeserpun, selama ini dia hanya mendatangi rumah ke rumah atau warung ke warung menawarkan tenaganya, anehnya semuanya memberinya upah sepiring nasi bukan berupa uang.
__ADS_1
pakaiannya pun sendari awal tetap itu saja, tiap selesai mandi , pakaian itu lagi yang ia kenakan, mandinya pun tanpa memakai sabun , sampo, dan gosok Gigi, karena memang mesjid tempatnya tidur tidak menyediakan itu dikamar mandinya.
Hari ini dia termenung diteras mesjid , pandangannya menerawang ke angkasa luas, pikirannya entah pergi kemana,
tubuhnya lemas sudah dua hari tak kemasukan nasi, hanya air kran dalam mesjid yang mengganjal perutnya.
Dari kemarin berkeliling , menawarkan tenaganya, entah pekerjaan apa saja ia kerjakan asal sesuap nasi dapat ia terima
tapi tak ada satupun yang menerima, alhasil perutnya melilit, ditambah kenangan yang tak mengenakan.
👉 flashback on
Rania berjalan dipinggir warung kaki lima, menawarkan tenaga, tapi mereka mengusir Rania , dengan alasan Rania hanya meminta-minta terkadang marah-marah tak kelas
menjelang sore ia terduduk ditepi trotoar, tangannya memegang perutnya yang teramat sakit. tiba-tiba ada mobil berhenti tepat didepan ya duduk.
seorang wanita berpakaian resmi datang menghampiri, berjalan dengan angkuh sambil membuka kaca matanya.
" sepertinya aku mengenalmu"
" siapa.....????.
" apa kamu Rania Qodrun nada, istri sahnya Reyhan Alvaro.....????
Rania hanya mengulas senyum, sebagai jawaban atas pertanyaan wanita tersebut.
" saya tidak mengemis"
" lalu ngapain kamu duduk disini, tampanya memelas seperti meminta belas kasihan pada setiap orang yang lewat"
" saya hanya duduk"
." oh .... aku tahu, pasti kau telah dibuang oleh Reyhan Alvaro bukan????
aku sudah menduganya saat melihatmu dilobi kantor, pasti kejadian ini akan terjadi, terbukti benarkan????"
gadis itu tertawa terbahak-bahak menertawakan Rania.
ya gadis itu adalah Mida, orang yang sangat mencintai seorang Reyhan Alvaro. dulu Ia merasa cemburu dengan kemesraan mereka, dan lihatlah , gadis yang katanya istri sahnya Reyhan Alvaro , malah seperti gelandang tak jelas dengan muka memelas.
👉 flashback off
Rania terdiam , hatinya sakit bila mengingat ucapan gadis bernama Mida,. memang benar apa yang Mida ucapkan.
__ADS_1
dulu ia dipaksa menikah, mendapat perlakuan spesial, sering dicium dan membantu Reyhan dalam pelepasan, tapi sekarang ia dibuang.
" assalamualaikum......"
ucap salam seorang Rania menoleh , dilihatnya wanita paruh baya , memakai pakaian syar'i . tersenyum ramah padanya.
" Wa'alaikum salam"
jawab Rania kaku, karena baru kali ini ada seseorang menyapanya.
" kulihat adik ini , sering tidur dimasjid"
" iya.... maafkan saya bila tidak izin sebelumnya"
" memang adik ini dari mana, mau kemana?"
Rania menggeleng , sambil tersenyum kaku
" Rumahnya mana?????"
" kota *******"
" lalu kenapa sampai sini???? kota itu cukup jauh , bila dari sini"
Rania nyengir
" maaf kalau masalah itu, saya tidak bisa cerita, karena menyangkut orang lain"
wanita paruh baya itu tersenyum, memaklumi privasi gadis didepannya.
" kenalkan nama saya Sholihah, orang-orang sekitar biasa memanggil saya Ustadzah, nama adik siapa????"
" saya Rania Qodrun nada Ustadzah"
" apa adik ini sakit???? kenapa terlihat pucat???"
" hmmmm..... maaf ustadzah, bila anda ada pekerjaan, seperti cuci gosok atau apa, bolehkah saya menawarkan diri, sebagai upahnya , sepiring nasi tak apa"
" oh adik ini belum makan???? ayo ikut saya"
Rania mengikuti orang yang sering dipanggil Ustadzah.
sampai disana , tanpa bekerja Rania diberi sepiring nasi, awalnya Rania menolak, tapi ustadzah tersebut memaksa.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja , Rania juga diberi obat mag, dan baju , walau baju bekas,
Dan mulai saat itu Rania diizinkan tinggal dirumah ustadzah, yang memiliki 3 anak satu lelaki , yang sedang menempuh studi S1 di Kairo, dan 2 wanita yang terakhir duduk di bangku SMP dan yang kedua duduk di bangku SMA.