
**Alex Abimasandra Grissham** dan **Alexa Airasandra Grissham** adalah nama resmi dari bayi kembar dari Natha dan Abyan.
Natha sengaja menamai kedua bayi itu dengan nama panggilan yang di ambil dari 'Lexandra'. Ia tidak mau marga kakek-buyutnya lenyap begitu saja, karena marganya tidak bisa di turunkan, maka Natha menerapkannya pada panggilan kedua bayinya itu. Walaupun tercerai berai, tapi yang penting Lexandra berperan dalam nama mereka.
Alex atau bayi pertama Natha yang berjenis kelamin laki-laki adalah kakak dari Alexa. Jarak kelahiran keduanya hanya sepuluh menit.
Setelah mereka lahir, memang sempat ada kabar yang kurang mengenakkan karena Natha yang koma, namun setelah Natha bangun, semua orang kembali senang.
Saking bangga dan bahagianya, Alice dan Albert mengadakan pesta besar seminggu setelah Natha keluar dari rumah sakit untuk merayakan dua anggota baru di keluarga Grissham. Semua keluarga kalangan atas di kota di undang, bahkan keluarga biasa pun bisa datang untuk merayakan.
Semua orang ikut bahagia dan mendo'akan kedua bayi itu. Kelahiran mereka menjadi gosip hangat di seluruh kota.
Setelah bayi berumur dua bulan lebih, Natha sebagai ibunya sudah sangat mengenal karakter keduanya. Mereka tidak bisa jauh darinya, walaupun hanya di tinggalkan dalam keadaan sadar hanya beberapa saat, kedua bayi itu akan menangis.
Alex terkesan lebih cuek dan tidak rewel, namun jika di gendong ayahnya, dia akan menangis dan merentangkan tangan ke arah ibunya.
Namun Alexa sebaliknya, dia lebih cengeng. Jika dengan ibunya selalu merengek, tetapi jika di gendong ayahnya, Alexa akan diam sembari melakukan sesuatu yang membuat ayahnya jengkel. Bisa saja menabok atau menjambak serta menggigit jarinya. Untung tangan bayi sangat lembut, apalagi giginya sama sekali belum tumbuh. Abyan hanya pasrah.
Saat ini, Natha tengah memandikan Alex, sedangkan Alexa dengan Abyan.
Alex sudah di balut handuk karena Natha telah selesai memandikannya, sembari mengusap bekas air di tubuh bayinya dengan handuk. Tanpa menoleh, Natha bertanya girang. "Ayaaaah ... apakah kamu sudah selesai memandikan putrimu?"
Karena tidak ada jawaban, Natha menoleh. Ia terkejut mendapati ayah dan putri itu seperti tengah bermain gulat.
Putrinya hanya memakai popok, ayahnya tidak memakai atasan. Satu tangan Alexa terlihat mencubit pipi Abyan dengan kepalan tangannya. Sedangkan tangan lain menepuk-nepuk pipi Abyan yang lain. Abyan terlihat berwajah datar seraya memangku putrinya dengan satu tangan.
Natha yang awalnya tercengang langsung tertawa terbahak-bahak. "Hei ... apa yang kalian lakukan?"
Abyan terlihat cemberut. "Sayang, Alexa tidak melepaskan cubitan tangannya di pipiku. Aku takut menyakitinya jika aku melepaskannya sendiri."
__ADS_1
Bayi perempuan itu terkikik setiap setelah menabok pipi ayahnya.
Natha terkekeh geli. Ia mengangkat Alex dan mendekat ke arah putrinya untuk menghentikan tangannya yang terus-menerus menepuk keras pipi Abyan. "Sayangku Lexa, hentikan oke? Ayahmu akan kesakitan. Kamu harus mandi dulu. Kamu teruskan nanti saja."
Alexa malah tertawa dan dengan patuh melepaskan tangannya. Tangannya di rentangkan ke arah Natha sebagai isyarat memeluk.
Natha bisa saja memeluk keduanya langsung, masalahnya sekarang berada di kamar mandi, ia takut terpeleset. Apalagi kedua bobot bayinya sangat berat. Mereka terlihat gemuk dan imut.
"Sayang, kamu pegang dulu Alex. Biar aku saja yang memandikan Alexa," ujar Natha kepada Abyan seraya menyodorkan Alex.
Abyan langsung mengambil Alex yang sudah wangi dan menyerahkan Alexa yang popoknya belum di cuci sama sekali.
Alexa kesenangan di gendong ibunya, namun sebalik wajah Alex langsung memerah dengan bibir cemberut akan menangis setelah berada di gendongan Abyan.
Natha tahu reaksinya akan seperti ini. Ia membujuk dengan suara sangat lembut. "Alex, Sayang. Kamu harus bersama dengan ayahmu sebentar saja, oke? Ibu akan memandikan adikmu dahulu."
Mata besar Alex menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca. Pipi gembulnya agak mengembung.
Abyan mengangguk patuh. Lalu memalingkan wajah dengan telunjuk mengetuk di pipinya sendiri.
Melihat itu, Natha langsung mencium pipinya dan tersenyum. "Terima kasih, ayah yang baik."
Alexa terlihat berceloteh. Sedangkan Alex sudah menangis, tetapi suaranya sangat pelan, seakan bukan bayi.
Abyan memutar bola matanya melihat itu. Bukannya ia tidak menyukai putranya ini, tapi ia tahu Alex selalu menangis jika ia gendong. Selalu saja ingin merebut perhatian Natha.
Lalu ada putrinya yang selalu diam jika ia gendong, tetapi tangannya tidak pernah diam mengotak-ngatik wajahnya.
Setelah mendapat ciuman imbalan di kedua pipinya, Abyan langsung keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Natha melihat mata Alex yang tidak meninggalkannya sampai menoleh-noleh ke arahnya. Natha tertawa geli. Sedangkan Abyan terus berjalan menjauh.
Selain kebiasaan Alex yang selalu menangis di gendong ayahnya, Alex selalu ...
"Aw!" Ringisan Abyan di luar kamar mandi terdengar jelas di telinga Natha.
Natha sudah terbiasa.
"SAYANG! BAYI NAKAL INI MENENDANG HIDUNGKU LAGI!"
***
"Sayang, aku akan ke suatu tempat. Maukah kamu menjaga mereka?"
Abyan langsung menatap Natha dengan mengerutkan kening. "Mau ke mana? Tempat mana yang kamu maksud? Kenapa tidak denganku saja?"
Natha sudah menduga tanggapan Abyan akan seperti ini. Ia menatap kedua bayinya yang tengah tidur nyenyak di tempat tidur mungil mereka.
Banyak mainan bayi di sekitar mereka, bahkan tema kamarnya sangat lucu. Boneka-boneka berbulu kecil menemani tidur mereka setiap malam.
Hari masih pagi, namun pagi sore siang atau malam tidak berarti bagi bayi. Mereka akan bangun dan tidur sesuka kapan saja.
Namun saat ini biasanya jadwal atau kebiasaan kedua bayi Natha tidur paling lama, jadi ia berniat pergi sekarang.
Melihat Natha diam, Abyan semakin cemas. Ia mendekat dan mengambil tangannya. "Kamu mau ke mana, Sayang? Kamu tidak boleh pergi kemana pun tanpaku. Jika kamu ingin pergi ke suatu tempat, aku bisa menemanimu. Kita titipkan mereka ke mamah saja, nanti aku akan menelepon mamah untuk ke sini. Dia pasti akan sangat senang."
Natha menghela dalam-dalam mendengar ucapan beruntun Abyan. Ia berpikir sejenak dan mengangguk. "Baiklah ... kamu hanya perlu ikut saja denganku. Sekarang, kamu bisa menelepon mamah."
Abyan langsung mengangguk dan mengambil ponselnya. Abyan mengatakan tujuannya dan di setujui Alice dengan senang hati. Karena jarak rumah mereka dekat, Alice datang dengan Briyan dan Theresa 10 menit kemudian.
__ADS_1
Untungnya Alice tidak sendiri, pasangan itu bisa menemaninya. Theresa memang sudah sering ke rumah Grissham karena Briyan yang selalu mengajaknya, tetapi yang terpenting adalah mengajaknya untuk ke rumah Natha dan melihat keponakannya. Karena ia malu jika hanya dirinya sendiri yang datang, jadi Briyan membawa Theresa sebagai alat untuk menemui Natha.
Lucu memang, namun Briyan tidak berniat seperti itu 100%, karena ia benar-benar memang ingin bertemu Theresa. Bayi kembar hanya untuk di ajaknya bermain dan hiburan di tengah kejenuhannya.