Suami Di Kehidupan Kedua

Suami Di Kehidupan Kedua
Part 83


__ADS_3

Ketika Abyan baru saja mengalami kecelakaan saat itu, beritanya yang menjadi vegetatif menyebar dan menghantam keluarga Grissham dan Allarick dengan parah. Keluarga Grissham berusaha mencari dokter terkenal di seluruh dunia berharap bisa menyelamatkan Abyan. Sedangkan keluarga Allarick yang khawatir, mencoba mempertimbangkan keputusan Meisa dengan tulus.


Meisa telah tinggal di kediaman Allarick untuk waktu yang lama, dan dia sangat suka menyenangkan orang yang lebih tua, jadi para tetua di keluarga Allarick mempercayainya. Mereka percaya, walaupun Meisa dan Abyan bukanlah hubungan yang sudah di tentukan, mereka yakin ada sesuatu di antara keduanya.


Meisa mengejar Abyan sepanjang hari, sedangkan Abyan tidak mempunyai gadis lain di sisinya. Bukankah ini hanya masalah waktu?


Hanya saja, Abyan mendadak mengalami kecelakaan mobil.


Mereka bertanya tentang pilihan Meisa. Awalnya mereka yakin dengan jawaban Meisa, karena dengan mata kepala sendiri mereka menyaksikan bagaimana Meisa Mengejar Abyan dengan gigih dan pasti Meisa telah menyimpan Abyan di dalam hatinya.


Namun, yang mengecewakan tetua adalah saat Meisa mengatakan ingin pulang. Di dalam hati nenek di keluarga Allarick, nama Meisa langsung di hapus untuk menjadi calon cucu menantu.


Meisa lebih memilih melarikan diri saat Abyan mengalami kesusahan, dan itu jatuh pada mata kakek dan nenek keluarga Allarick, yang sama dengan penghianatan. Mereka tidak menyalahkan Meisa, namun mereka tidak bisa lagi membuka hati dan menerima Meisa lagi.


Tindakan Meisa benar-benar menyakiti hati mereka. Termasuk Alice, yang sama-sama mendukung Meisa dengan Abyan pada awalnya. Namun, kepercayaan dan cinta mereka hancur begitu saja saat Meisa pergi.


"Setelah bekerja hari ini, aku dan istriku akan pergi ke rumahmu untuk makan malam." Abyan tiba-tiba berkata tanpa melanjutkan pembicaraan tentang Meisa.


Aston langsung tersenyum seakan kebencian di wajahnya kepada Meisa beberapa waktu lalu hanya ilusi. "Kalau begitu, aku akan pulang untuk mengabarkan kepada kakek dan nenek tentang kedatanganmu! Mereka pasti akan sangat senang!"


Lalu ekspresi Aston masam kembali. "Tapi kakak jangan lupa, bahwa wanita munafik itu ada di rumahku! Aku juga merasa tidak nyaman dengan keberadaannya!"


Abyan mengangguk tahu dan tersenyum penuh makna hingga matanya menyipit. "Istriku bisa menyelesaikannya."


***


Saat Abyan mengatakan akan pergi ke rumah asli ibu mertuanya, Natha mengangguk dan mengikuti.

__ADS_1


Di sisi lain, mendengar Abyan dan cucu menantunya akan datang, Nenek Aston--Arbelinda merasa kegirangan. Dia menghubungi putrinya-- Alice, dan mendesaknya untuk memberitahu tentang selera makanan Abyan dan Natha sehingga dia bisa menyiapkan terlebih dahulu.


Karena berita kedatangan Abyan dan Natha, suasana kediaman Allarick menjadi hidup. Dan Meisa, yang tinggal di sana dengan ekspresi jelek, juga berdandan lebih awal. Saat malam tiba, Meisa duduk di ruang tamu seakan dia tuan rumahnya


Sebelumnya, Meisa memang berperilaku seperti itu, karena keluarga tersebut tidak memperlakukannya seperti orang luar. Mereka tidak keberatan, karena saat itu mereka masih menganggap Meisa sebagai calon istri Abyan.


Tapi sekarang berbeda, melihat Meisa dengan santainya duduk di kursi yang seharusnya menjadi tempat duduk Nyonya atau istri Abyan, ekspresi-ekspresi orang di ruangan itu berubah.


Nenek Arbelin adalah orang yang paling marah di antara mereka. Suatu waktu dia sangat menyukai Meisa, namun betapa bencinya dia sekarang. Tanpa memberi wajah sama sekali, Arbelin berbicara dingin di depan semua orang. "Nanti cucu perempuanku akan duduk di kursi itu. Jadi, kamu harus duduk di tempat lain."


Ucapan Arbelin menusuk hati Meisa. Apalagi setelah mendengat kalimat 'cucu perempuan', wajah Meisa begitu suram.


"Ya! Bu, kita harus memperlakukannya dengan sangat baik. Kali ini Natha akan datang ke sini. Aku mendengar dia orang yang tidak mudah berkomunikasi dengan orang lain dan agak dingin. Kita harus berinisiatif sendiri. Aku khawatir dia tidak nyaman." Ibu Aston--Sevie, menjawab kata-kata ibunya.


Sevie lebih memperhatikan Natha karena di sering pergi ke rumah Grissham. Dan ia juga sangat dekat dengan kakaknya--Alice.


Kakek Julian adalah orang yang serius, tegas dan sedikit menakutkan. Pada saat Arbelin mengatakan itu, Julian hanya mengangguk dengan serius.


Meisa yang duduk di samping merasa sangat malu dan tidak nyaman. Walaupun ia sudah meminta maaf, mereka acuh tak acuh dan sama sekali tidak memaafkannya. Sikap mereka juga sudah berubah.


Di antara semua orang, hanyalah putri tertua Arbelin--Auberta, yang bisa di minta bantuan oleh Meisa.


Auberta menggelengkan kepala dan mendesah tidak berdaya. Dalam sitausi seperti ini, jika ia berbicara untuk Meisa, maka posisinya akan lebih canggung.


Mulut Meisa merosot menjadi cemberut. Air matanya mengalir ketika dia melihat ke arah Auberta.


"Ikuti aku." Auberta takut Meisa merusak suasana. Jadi dia memutuskan untuk membawa Meisa pergi dulu.

__ADS_1


Meisa tidak ingin pergi, tapi kekuatan Auberta menarik dirinya sangat kuat. Jadi ia dengan enggan beranjak dan pergi.


Melihat punggung mereka, mulut Arbelin melengkung dengan senyuman puas.


Mengetahui ketidakpuasan ibu mertuanya, ayah Aston--Milian berujar. "Meisa tahu bahwa dia salah, tapi dia begitu tidak tahu malu."


Arbelin mengangguk seraya mencibir. "Lagipula, dia bukan anak kalian atau cucuku. Dan kita tidak mempunyai kewajiban untuk mengajarinya. Aku hanya berharap, dia segera pergi dari rumah ini."


Ruang tamu langsung hening. Semua orang menatap Arbelin. Mereka selalu berpikir bahwa Arbelin paling menyukai Meisa. Namun sekarang sepertinya sebaliknya.


***


Ketika Abyan dan Natha datang, Meisa sudah berbicara dengan Auberta, ia duduk kembali di ruang tamu dengan senyum cerah.


Melihat keduanya masuk, Meisa berdiri terlebih dahulu. Ia berjalan dan tersenyum seraya berkata dengan semangat. "Abyan! Kamu sudah tiba! Nenek sudah lama menunggumu! Ayo duduk dan bicara."


Jelas sekali Meisa mengetahui bahwa Arbelin tidak senang dengannya. Namun sekarang, ia berdiri di depan Abyan. Meisa tampak tidak bersalah seolah-olah tidak ada yang terjadi sebelumnya.


Mengabaikan Meisa, Abyan berbelok dan menarik Natha menuju kakek-neneknya.


Karena pengabaiannya, wajah Meisa tetap tidak berubah, dia berbalik dan mengikuti. Tapi Aston menghalanginya. "Kenapa sikapmu sangat tidak tahu malu? Masih mengejar sepupuku? Sebelumnya, bukankah kamu bersenang-senang di luar negeri? Apakah kamu sudah bertemu dengan pria tampan favoritmu?"


Orang yang paling Meisa benci di keluarga Allarick adalah Aston. Umur mereka hanya berjarak satu tahun, Meisa lebih tua. Tapi Aston selalu mengejek dan menindasnya. Meisa tidak bisa melawan sama sekali. Jadi dia berjalan ke arah lain.


Tapi, Aston tidak akan membiarkan Meisa mengganggu Abyan. "Hei! Mau kemana? Apakah aku akan membiarkanmu menjelma menjadi ulat bulu di depan sepupuku? Tentu tidak. Kamu seharusnya sadar diri."


Meisa menggertakkan gigi.

__ADS_1


__ADS_2