
Pada pagi menjelang siang, seperti biasa setiap harinya, Abyan akan ke rumah sakit untuk menjalani rehabilitas dengan sopir dan pengawalnya.
Namun dalam perjalanan, ada seseorang yang tiba-tiba bergegas menyebrang tanpa peringatan. Mobil gagal berhenti tepat waktu sehingga menabraknya.
Ya, itu adalah rencana Sonia dan Nhita. Dan orang yang menabrakan dirinya adalah Nhita. Rencana Sonia sangat gila, tapi Nhita mengikuti rencana itu dengan seluruh kekuatannya.
Keduanya memilih jalan baru yang baru di bangun dan tidak terpantau untuk saat ini. Merasa tidak akan terlambat, mereka memanfaatkan jalan satu arah dan menabrakkan dirinya.
Tapi ini adalah tabrakan yang nyata. Tanpa di duga, luka Nhita sangat serius. Darah terus menerus mengalir. Terutama di kakinya.
"Tuan muda, dia adalah putri dari keluarga Lumian. Cederanya sangat serius," ujar pengawalnya. Ia dengan cepat mengamati situasi di sekitarnya dan memastikan bahwa tidak ada yang tidak biasa, "Ini tidak seperti kecelakaan, namun sepertinya di sengaja."
Abyan tidak berekspresi atau bereaksi apapun. Ia keluar dari mobil dengan pengawalnya dan berkata dengan datar, "Ambil gambar, panggil polisi dan bawa dia ke rumah sakit."
Setelah itu, sopir membawa Nhita ke rumah sakit sendirian. Lalu Abyan menghubungi Natha dan menjelaskan situasinya secara detail.
Setelah beberapa menit lamanya, Natha tiba bersamaan dengan polisi yang sama-sama baru saja datang di tempat kejadian. Abyan tidak maju, namun pengawalnya menjelaskan inisiden itu dan dengan secara kooperatif mengirimkan foto di tempat kejadian.
"Terima kasih, Tuan, atas kerjasamanya. Anda bisa yakin, pengawasan yang di pasang tadi malam di bagian ini telah secara resmi di gunakan hari ini. Selama kami kembali ke kantor polisi dan menyelidiki, kita dapat tahu apa yang terjadi sebenarnya," terang polisi dalam bisnis. Monitor baru saja di pasang di pohon tinggi. Tidak ada pejalan kaki, sangat aneh
Polisi sangat mengerti dan mereka dengan hormat beralih pada Abyan. Karena meski lot itu tidak terpantau, namun keamanannya sangat tinggi. Jalan lurus satu arah, tidak ada belokan, tidak ada kendaraan yang bertabrakan datang dari seberang. Tidak ada area pemukiman dan pusat kota di kedua sisinya. Hutan lebat di kelilingi kawat berduri. Sangat tidak mungkin terjadi kecelakaan.
Tapi polisi dengan aneh menerima insiden itu, ada seorang wanita muncul tiba-tiba di jalan itu. Dan dia kebetulan menyebrang ke tengah jalan dengan satu arah. Apakah dia akan pergi ke sisi berlawanan? Atau lari dari hutan kanan ke hutan di sebrang? Tidak mungkin. Apalagi terdapat kawat berduri. Sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
Natha dengan cemas mendekati Abyan dan memeriksa sekujur tubuhnya, "Apakah kamu baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja." Abyan tersenyum lembut dan mengusap rambutnya. Lalu ekspresinya sedikit berubah, "Kita masih harus pergi ke rumah sakit."
Setelah memastikan Abyan baik-baik saja, Natha menghela nafas lega. Lalu mengangguk menyetujui.
Ketika mereka tiba di rumah sakit, Sonia bergegas keluar menghampiri Abyan dan meraung menangis memintanya bertanggung jawab.
Bertanggung jawab? Abyan dan Natha saling memandang menganggapnya konyol. Hasil kecelakaannya belum keluar, bagaimana mereka bisa di mintai tanggung jawab?
Melihat mereka seakan mengejeknya, Sonia semakin marah, "Putriku terbaring tidak sadarkan diri di bangsal, kenapa kamu begitu kejam dan acuh tak acuh?!"
"Sepertinya Anda harus bertanya pada putri Anda sendiri, mengapa dia memilih muncul di depan mobil saya di tempat itu? Jika Anda berpikir itu untuk memanfaatkan saya, maka saya minta maaf karena mengecewakan Anda. Saya akan bertanggung jawab atas tanggung jawab yang harus saya tanggung.Tapi pada saat yang sama, itu bukan seluruhnya tanggung jawab saya. Dan Anda jangan memaksa saya untuk menanggungnya," tutur Abyan dengan senyuman.
Yang mengejutkan Abyan dan Natha, luka Nhita memang sangat serius. Tapi sebelum mereka memberikan respon, kantor polisi menghubungi dan memberikan hasil.
Video pengawasan menunjukan bahwa Nhita berdiri dan terlihat menunggu di sana sebelumnya. Lalu ketika mobil Abyan datang, Nhita bergegas seakan menyebrang dan mobil itu langsung menabraknya.
Tidak ada masalah pada mobil Abyan. Video rekaman sangat jelas, bahkan ekspresi Nhita terlihat. Bahkan Sonia terkejut saat melihat video itu.
Sonia berpikir, pasti ia akan berhasil. Untuk mendekati Abyan, ia dan Nhita menginjak beberapa titik sebelum memilih tempat yang bagus dan memastikan tidak ada kamera di sekitarnya. Tapi kenapa masih ada kamera pengintai?
Kebenarannya sudah terungkap. Sonia akhirnya terdiam dari teriakannya. Jelas, terlihat sangat malu.
__ADS_1
***
Pada malam hari, Andre tiba di rumah sakit saat mendengar kabar kecelakaan putrinya. Mendengar hal-hal bodoh dari Sonia, wajah Andre sangat muram. Ia melihat Nhita yang terbaring dengan luka yang terlilit perban di beberapa bagian tubuhnya. Wajahnya semakin suram. Apakah mereka gila?
Andre menggeram marah. Ia menunjuk ke tempat Nhita terbaring dan menatap tajam Sonia dengan mata merah, "Sonia! Lihat! Ini adalah hasil dari kebodohan yang telah kamu lakukan! Kamu suka konspirasikan? Kalau begitu, bermainlah sendiri dan jangan libati aku! Jangan pernah libatkan aku dengan semua rencana bodohmu!"
"Dengarkan aku!" Sonia memegang lengan Andre dengan kedua tangannya. Merasa cemas dan marah, "Apakah aku melakukannya untuk diriku sendiri? Tidak! Ini untuk keluarga kita dan masa depan Nhita! Aku terpaksa! Jika tidak melakukannya, keluarga kita tidak akan punya harapan!"
Andre tertawa dengan marah dan mengejek, "Harapan? Lalu, mana harapan yang kau dapatkan? Bukankah kamu sudah melakukannya? Harapanmu Abyan, kan? Lalu di mana Abyan?"
"Abyan.. dia baru saja pulang dan akan kembali melihat Nhita besok," jawab Sonia dengan getir.
"Bohong! Apakah kamu tidak tahu malu?" cela Andre saat mendengar retorika tersandung Sonia. Ia membuang tangan Sonia dengan kasar, "Sekarang aku tidak peduli lagi apa yang kamu lakukan. Jangan berurusan lagi denganku. Aku akan membiarkan pengacara menyusun perjanjian penceraian besok. Aku tidak mau tahu, kamu harus menandatanganinya."
"Aku tidak ingin bercerai!" Sonia mencengkram lengan Andre lebih kuat sehingga kuku panjangnya menusuk. Dengan keras kepala Sonia menggeleng, "Kamu tidak bisa menceraikanku! Aku tidak akan setuju!"
"Kamu adalah sumber dari semua masalahnya! Pada titik ini, apakah ada kebutuhan bagi keluarga kita untuk hidup? Kamu tidak pernah sadar diri! Siapa orang yang melemparkanku ke kantor polisi? Lalu siapa orang yang membuat Nhita terbaring seperti sekarang? Itu kamu! Jika aku tidak bercerai, bagaimana aku bisa menyelamatkan hidupku dari masalah yang kau lakukan?! Apakah kamu ingin membunuhku?!" sergahnya bersikeras untuk bercerai. Andre benar-benar sudah kecewa dengan Sonia.
"Tidak! Aku tidak bermaksud begitu!" sangkal Sonia menggeleng putus asa.
Sonia tidak menyangka akan ada pengawasan di tempat itu. Abyan juga sama sekali tidak peduli dengan Nhita. Ia berpikir setidaknya Abyan akan di tangkap kali ini dan memaksanya untuk bertanggung jawab. Tapi itu sudah tidak bisa di harapkan.
Andre sudah muak dan tidak ingin mendengarkan Sonia lagi. Ia mendorong Sonia dan berbalik pergi.
__ADS_1
Sonia yang putus asa berjongkok dan menangis.