
"Maaf, atas keterlambatan kami." Ekspresi Andre terlihat canggung dan tidak enak melihat pandangan orang lain.
Begitupula Sonia dan Nhita, mereka tersenyum sesopan mungkin walaupun sangat kaku.
Awalnya suami istri itu tidak akan datang, karena tidak ada undangan apapun membuat mereka sangat kesal. Namun, ketika teringat undangan keluarga Dirgantara, mereka memikirkan putri mereka yang sudah menjadi bagian keluarga itu. Jadi, Andre menjemput Nhita untuk berangkat bersama menghadiri pesta.
Nhita yang tidak niat datang, terpaksa ikut. Gadis itu sangat lama berdandan sehingga kedatangan ketiganya terlambat.
"Tidak apa-apa. Silahkan duduk dan nikmati perjamuannya." Abyan berujar santai selayaknya menyambut seorang tamu.
Ketiga orang itu merasa lega dan mulai bergabung.
Suasana yang hangat dan penuh canda tawa sebelumnya menjadi kaku dan canggung. Tapi semuanya lancar sampai perjamuan makan mereka selesai.
***
"Natha, apa kabarmu?" tanya Sonia dengan penuh perhatian.
Sekarang semua orang sedang berbincang santai dengan makanan penutup. Ada juga sebagian orang yang sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.
"Kabarku sangat baik," balas Natha santai. Suaranya sangat terasing, dan tidak ada kedekatan apapun, seakan menjawab sapaan orang yang tidak di kenal.
Sonia tetap memaksakan senyumnya. Andre dalam keadaan sama. Nhita? Dia terdiam tanpa sepatah katapun. Matanya tidak pernah menatap ke arah Abyan sedikitpun.
Sebelumnya, tidak ada yang tahu betapa mengejutkannya Abyan mengalami vegetatif karena kecelakaan itu. Seolah dunia runtuh dan Nhita merasa terjun ke dalam kegelapan. Nhita fikir, keluarga Grissham akan membunuhnya karena sudah menyebabkan Abyan berkeadaan seperti itu.
Nhita melakukan dengan segala cara agar Natha menjadi penggantinya.
Ia juga berfikir keluarga itu akan melampiaskan kebencian dan amarah mereka kepada Natha, Berfikir identitas Natha sebenarnya akan selalu tersembunyikan dengan baik, ia akan hidup aman dan tidur nyenyak.
__ADS_1
Nhita telah banyak membayangkan dan menenangkan dirinya sendiri. Selain ketegangan setelah menikah dengan Galen, dengan cepat menyesuaikan mentalitasnya dan meyakinkan diri sendiri bahwa dia telah melupakan Abyan serta penderitaan, rasa malu Natha yang mungkin di rasakan ketika berada di keluarga Grissham. Ya, ia sangat egois untuk menyelamatkan hidupnya sendiri.
Sejak Nhita memasuki pintu ruangan ini, kakinya menjadi gemetar dan sampai saat ini tetap diam dengan wajah pucat.
Sangat terlihat, sedari tadi Nhita berusaha menyembunyikan diri di belakang Sonia untuk menghindari tatapan Abyan. Padahal, Abyan tidak pernah menoleh ke arahnya sedikitpun dari awal dia datang.
"Ngomong-ngomong, kapan saham yang kalian janjikan akan segara di transfer kepada Natha serta di pindahkan?" tanya Abyan santai seakan membicarakan bisnis biasa.
Tidak pernah di harapkan Abyan akan meminta saham itu di depan publik. Wajah Nhita semakin pucat. Andre dan Sonia menunduk dengan wajah memerah karena malu. Mereka diam tidak menjawab.
Setelah melihat pria itu dengan santai menyambut mereka, Natha sudah menduga Abyan merencanakan sesuatu. Ia sudah terbiasa dengan gerak-gerik dan ekspresi Abyan. Ketika kedatangan mereka, terlihat jelas wajahnya tidak suka. Namun, dengan cepat berubah dengan sebuah senyuman penuh makna.
Dan benar saja, suaminya itu mempermalukan ketiganya di depan umum. Natha terkekeh dalam diam sambil menunggu kelanjutan rencana Abyan.
Tidak mendapat tanggapan mereka, Abyan tersenyum dingin. Namun, tatapannya sangat tenang saat menuju ketiganya. Suasana menjadi memadat dan percakapan membeku.
Andre dan kedua anggota keluarganya dapat dengan jelas merasakan tatapan dari segala arah, seperti laser yang menyengat dan membuat mereka tidak nyaman.
"Benarkah?" tanya Abyan ragu seraya tersenyum sedikit mengejek, "Seberapa cepat? Malam ini? Besok?"
Andre diam dengan punggung berkeringat dingin.
Sonia tidak tahan dengan situasi ini. Ia mendekati Natha dan berbisik, "Natha, ibu ingin berbicara sesuatu denganmu."
Natha mengangguk tanpa basa-basi. Lalu, ia menoleh ke Abyan di sampingnya seraya mendekat dan berbisik di telinganya, "Aku akan berbicara sebentar dengan wanita itu."
Abyan sedikit tersentak. Namun dengan cepat pulih. Ia mengangguk mengizinkan. Suara lembut serta nafas hangatnya masih tersisa di telinganya membuatnya gatal. Abyan sedikit menggosok telinganya, lalu tatapannya kembali dingin menuju Andre.
Nhita ingin pergi mengikuti ibunya. Namun, tatapan dingin Abyan membuatnya kembali duduk. Ketika matanya menyapu sekeliling, Nhita melihat Galen. matanya langsung bersinar seakan melihat cahaya dalam kegelapan.
__ADS_1
Sebelumnya Nhita terlalu fokus merasa gugup dan takut dengan Abyan. Jadi, tidak menemukan Galen.
Nhita menoleh ke arah Andre seraya berbisik, "Ayah, aku akan menemui Galen."
Andre mengangguk pasrah. Ia berada di situasi yang sangat sulit. Istrinya melarikan diri, putrinya juga membuat alasan untuk pergi. Ia sudah sangat kesal. Aura Abyan sangat kuat dan mengimtimidasi.
Andre juga sama-sama hanya ingin pergi.
Nhita langsung berdiri dan bergegas cepat.
"Berhenti."
Langkah Nitha langsung berhenti dan menegang. Kakinya gemetar seakan mendengar suara malaikat mautnya. Ia sangat ketakutan. Ingin sekali Nhita berlari, namun seakan sesuatu menahannya. Kerusakan serta kehancuran mental dan fsiologis semacam ini sangat menyakitkan dari pukulan fisik apapun.
"Kamu sepertinya sangat terburu-buru untuk pergi? Selain itu, kamu tidak pernah melihatku, apakah wajahku sangat menjijikan?" sarkas Abyan.
"T-idak.." sangkal Nhita panik.
Suara Nhita sangat pelan dan bergetar. Sampai saat ini, Nhita menyadari, Abyan sangat menakutkan. Ketika ia menyukainya, Abyan merupakan pria yang lembut dan sopan. Walaupun sangat dingin, Nhita tidak pernah melihatnya marah. Abyan yang seperti itulah yang membuat Nhita jatuh cinta.
Melihat putrinya terpojokkan, Andre membuka suara dengan hati-hati, "Tuan sepertinya salah faham. Putriku hanya ingin pergi untuk menemui suaminya."
Tanpa sungkan apapun, Abyan menggelengkan kepalanya dengan ekspresi ironis, "Kurasa tidak begitu."
Mata Abyan menatap dingin Nhita yang sudah berbalik ke arahnya dengan takut, "Jika kamu melakukan kesalahan, apakah kamu akan melarikan diri? Sampai hari ini, sepertinya tidak menganggap serius kesalahanmu kepadaku. Menurutmu, apakah kakiku tidak berharga? Kamu sudah membuatku cacat dan pergi sesuka hati?"
Nhita semakin gemetar. Mulutnya tertutup rapat tidak bisa mengatakan sepatah katapun. Tangannya berkeringat.
Andre menggeleng panik mendengar ucapan Abyan. Ia membantah, "Tidak begitu, Tuan! Putriku sangat merasa bersalah sampai saat ini. Jadi, dia tidak berani berhadapan dengan Anda. Keluarga kami juga sangat tulus untuk menyelesaikan masalah ini. Itulah mengapa kami mengirim Natha untukmu..."
__ADS_1
Andre tidak menyelesaikan kata-katanya ketika melihat mata Abyan yang berkilat marah.
"Sampai saat ini, hal yang paling aku syukuri adalah Anda telah mengirimkan Natha untukku. Namun, jangan pernah sebut lagi tentang Natha yang datang sebagai kompensasi atas apa yang putrimu lakukan kepadaku, Tuan Lumian! Anda harus ingat sampai kapanpun, sekarang gadis bernama Vernatha Aira Lexandra sudah resmi menjadi istriku dan Anda harus memanggilnya nyonya Grissham."