
"Natha? Ada apa ini?" tanya Aksa seraya mengerutkan kening. Namun, Natha terlihat bergeming.
Setelah perutnya kenyang, tadinya Aksa akan menyusul Natha ke perpustakaan. Theresa sudah pergi ke kelas terlebih dahulu. Namun, ia malah melihat Natha di depan kedua orang dewasa itu dengan mimik yang salah. Tidak biasanya. Apalagi pandangan Natha yang terlihat kosong membuat Aksa tidak nyaman--tidak biasa dengan Natha yang tegas dan dingin.
Aksa menyimpulkan, Natha dalam masalah. Ia mengkode teman-teman yang mengikutinya di belakang. Sehingga, mereka mengelilingi Andre dan Sonia.
Melihat situasi yang tiba-tiba, kedua orang tua itu tercengang. Ada apa? Siapa mereka?
"Natha, aku akan mengurus ini. Kamu boleh pergi ke kelas duluan," timpal Aksa dengan senyuman manis di wajahnya.
Natha langsung menatap sedikit terkejut. Lalu ia bereaksi dan tersenyum tulus, "Terima kasih."
Natha dengan santai berbalik pergi tanpa melihat kembali ke belakang. Natha juga tidak tahu, telinga Aksa yang memerah hanya karena senyuman dan ucapan lembut Natha.
Sonia dan Andre semakin tercengang dan termangu menatap punggung Natha yang pergi. Mereka belum memastikan jawabannya! Keduanya linglung. Ketika akan mengungkapkan identitas sebagai orang tuanya, Natha sudah menghilang.
Senyuman manis di wajahnya menghilang. Aksa, yang beberapa detik lalu tersipu menjadi serius setelah melihat mereka. Mimik wajahnya menjadi dingin dan tajam. Tidak ada kesopanan sedikitpun. Walaupun ia menebak siapa mereka, Aksa tidak repot-repot mengakuinya, "Siapa kalian?! Apa yang kalian bicarakan kepadanya?"
"Kami orang tua Natha!" ungkap Andre dengan tegas.
Andre mengeluarkan aura orang dewasanya. Sengaja, karena ia tidak akan kalah dengan bocah-bocah tengik yang mengelilingi dia dan istrinya.
"Orang tua?" beo Aksa dengan wajah terkejut di buat-buat. Lalu ia membuka mulutnya lebar seraya menatap Andre dan Sonia dengan hina, "Oh! Kalian orang tua yang memeras putri sendiri dan mengirim dia sebagai pertanggung jawaban putri kalian yang lain?"
Aksa sudah tahu hampir semua tentang Natha dan hubungan keluarganya. Dia sangat marah! Kedua orang di depannyalah yang mendorong Natha ke dalam sarang harimau--keluarga Grissham--untuk kebahagiaan putri mereka sendiri--Nhita.
__ADS_1
Lewat Briyan, Aksa tahu, sikap Abyan kepada Natha cukup baik ketika Abyan itu bangun. Dan Briyan juga menekankannya bahwa sikap keluarga Grissham telah berubah dan mereka menghargai Natha. Tetap saja, Aksa masih sangat khawatir tentang Natha.
Aksa memang gagal menyelamatkan Natha untuk keluar dari tahanan mereka. Namun, saat ini lawannya berbalik arah. Ia akan melakukan apapun untuk membantu Natha selagi bisa. Saat perjamuan pesta itu, ia sangat tidak suka dengan 'sebab' di adakannya pesta, sangat menusuk hatinya. Dengan sengaja Aksa tidak hadir. Selain itu, Aksa tidak ingin bertemu dengan Abyan. Ia kurang menyukainya. Tetapi saat ini, Aksa tidak menyukai orang tua di depannya. Ia masih bisa menemukan kesalahan mereka.
"Apa masalah kalian, hah?! Ini urusan kami! Keluarga kami! Kalian hanya anak-anak kurang ajar yang sangat kurang kesopanan terhadap orang tua! Jangan berbicara omong kosong! Ini tidak ada hubungannya dengan kalian!" sanggah Sonia dengan panik dan tajam.
Mereka harus selalu menghadapi Abyan jika berurusan dengan Natha. Jika pria itu bertanya, mereka tidak berani menjawab. Namun sekarang? Abyan tidak ada, tapi kenapa selalu saja ada orang yang menghalangi! Apalagi, bocah paling sombong di depan mereka seakan tahu apa yang terjadi sebenarnya, membuat Andre dan Sonia panik.
Mata Aksa memicing tajam, "Kalian masih saja menyangkal! Jika tentang Natha, itu merupakan urusanku juga!"
Aksa menyingsingkan lengan bajunya seakan menghadapi lawan untuk berkelahi. Padahal, ia hanya mengambil ponsel di sakunya. Menekan rekaman dan mengangkatnya sedikit tinggi, "Sekarang, kalian harus berjanji untuk tidak mengganggu Natha lagi!"
Aksa menyukai Natha hampir dua tahun. Bahkan, jika ia di perlakukan dingin dan di abaikan, Aksa tidak peduli. Dengan keras kepala, ia tetap mengejarnya dan berjuang. Namun, setelah menikah, dengan enggan menghentikan pengejaran. Menjadi kekaguman dalam diam. Namun, ia sangat bersyukur, Natha menerimanya sebagai teman. Setidaknya, Aksa bisa membantu dalam masalah sekecil pun.
Andre menepis tangan Aksa yang terdapat ponsel.
Trak
Karena genggamannya longgar, ponsel Aksa terjatuh. Dengan bunyi yang begitu jelas dan renyah, layarnya langsung pecah.
Andre dan Sonia terkejut. Andre menarik lengan Sonia dan berlari kabur ketiga semua orang lengah.
Aksa yang masih kaget, langsung bereaksi marah. Ia menunjuk ke arah kedua orang tua itu lari dan memerintah keras, "Kejar mereka!"
Andre dan Sonia berlari dengan panik. Karena terlalu tergesa, Andre terhuyung dan hampir jatuh. Bahkan Sonia ikut terbawa dengan badan sedikit miring. Beban badannya tidak bisa ia tahan, lengan Andre langsung membentur sebuah pohon di sampingnya.
__ADS_1
Bruk
"Argh!" jerit Andre kesakitan.
Sonia menutup mulut dengan kaget dan cemas. Setelah bereaksi, ia langsung berteriak panik, "Panggil ambulans! Tangannya terluka! Bawa suamiku ke rumah sakit! Cepat!"
Keadaan menjadi kacau. Pengejaran Aksa dan teman-temannya berhenti melihat kejadian itu dengan jelas. Namun, ada senyum puas di bibir mereka.
Kedua orang dalam musibah itu, gagal kembali. Perjuangan mereka sia-sia menemui Natha. Pada akhirnya, malah mendapatkan kecelakaan yang tak terduga. Setelah di panggilkan ambulans oleh seseorang, Andre langsung di bawa ke rumah sakit dengan Sonia. Walaupun hanya benturan, namun sangatlah keras. Selain goresan yang lumayan lebar, bisa jadi ada luka dalam.
Natha menyaksikan semua dengan jelas. Ia tidak kembali ke kelas. Saat tadi, diamnya Natha karena Sonia mengungkit kedua orang tua dan kakeknya membuat Natha sangat muak.
Tidak hanya itu, Natha sengaja memasang raut yang membuat keduanya merasa menang. Tapi sebenarnya Natha tertawa dalam hati ketika memikirkan sesuatu tentang brankas itu.
Kedatangan Aksa sangat membantu, kebetulan Natha dalam keadaan malas meladeni keduanya. Tidak menduga, Andre mengalami sial, memperbaiki moodnya. Sudut mulutnya terangkat. Lalu, matanya beralih pada Aksa yang sedang berkumpul dan tertawa dengan teman-temannya tidak jauh.
Sepertinya dia berhutang budi kepadanya. Natha pasti akan membayarnya kembali!
***
Andre mengalami patah tulang pada lengannya. Tidak ada orang lain yang bisa di salahkan. Kecelakaan itu merupakan kesalahannya sendiri, hanya karena keterkejutan Andre sehingga gagal untuk berdiri teguh. Mereka semakin depresi.
Nhita sama sekali tidak akan tahu jika saja Aksa tidak datang kepadanya. Untuk apa? Tentu saja meminta kompensasi karena ponselnya yang hancur.
Suasana hati Nhita sangat buruk. Dia tidak tahu apa-apa, kenapa Aksa datang kepadanya? Sangatlah memalukan. Apalagi, Aksa terang-terangan memintanya di depan semua teman sekelasnya.
__ADS_1