Suami Di Kehidupan Kedua

Suami Di Kehidupan Kedua
119 [END]


__ADS_3

17+


***


"Tidak mau ... aku ingin tidur bersamamu ...."


Alex tidak kalah, ia langsung memegang tangan ibunya dan menariknya seraya menatap Natha dengan puppy eyesnya. "Ibu ... tidul belsamaku.."


Abyan melototi anak itu saat perhatian Natha menuju Alex dan memeluk Natha lebih erat. "Sayang, ayolah. Tidur denganku saja. Alexa menginginkan adik kecil, jadi kita harus lebih sering tidur bersama."


Natha merasa pusing melihat keduanya. Ia tidak bisa memilih. Lalu tatapannya beralih pada Alexa yang berdiri dengan ekspresi polos dan bingung menatap ayah dan kakaknya.


Natha langsung tersenyum. "Lexa, menurut kamu, dengan siapa ibu tidur malam ini?"


Abyan dan Alex langsung menoleh dan mengkode Alexa dengan ekspresi mereka.


Alexa mendongak menatap ibunya, lalu ayah dan kakaknya yang memberi isyarat dengan mulutnya. Ia mengerjap-ngerjap terlihat berpikir.


Alexa berkata ragu. "Kita tidul belsama saja."


Bahu Abyan dan Alex langsung terkulai, sedangkan Natha tersenyum puas. "Keputusan yang bagus."


Saat malam hari tiba, keluarga kecil itu sudah memakai piyamanya dengan warna yang sama. Mereka juga sudah bersiap tidur bersama di kamar kedua anak itu dengan ranjang yang besar.


Awalnya, Abyan ingin tidur di samping Natha, namun Lexa memisahkannya dan berkata ingin ia memeluknya.


Pada akhirnya, kedua anak itu tidur di antara keduanya dengan Alex memeluk ibunya dan Lexa memeluk ayahnya.


"Ibu ...."


"Hmm?" Natha menatapnya.


Ekspresi bingung Alex terlihat lucu. Anak itu berkata ragu. "Kenapa mataku sangat aneh? Aku selalu bisa melihat sesuatu yang sangat jauh, padahal teman-teman baluku tidak bisa."


Natha terkejut. Ia langsung memandang Abyan yang kebetulan menatapnya. Lalu Natha bertanya. "Apa yang kamu lihat saat itu?"


"Emm, saat tadi aku belada di kelas, aku bisa melihat selangga aneh yang sangat kecil di lantai. Saat aku menunjukkannya kepada teman-teman baluku, meleka tidak melihat apapun dan belkata bahwa aku belbohong."


Natha kembali terkejut. "Apakah kamu sering melihat sesuatu lagi?"


"Hmm. Aku selalu bisa melihat dan sekecil apapun itu sejak lama."


Natha langsung terduduk dengan ekspresi serius. Kepintaran Alex yang tidak wajar tidak lagi ia anggap aneh, apalagi guru di taman kanak-kanak tadi berbicara dengannya bahwa Alex terlalu pintar walaupun guru itu baru satu hari mengajar.


Alex langsung bisa menghafal dan menangkap suatu ilmu dalam satu penjelasan. Ia dan Abyan memang sudah mengajari kedua anak itu sebelum mereka masuk taman kanak-kanak tanpa ketertekanan. Tapi walaupun awalnya aneh, tapi Natha mulai terbiasa dengan kecerdasan kedua anaknya.

__ADS_1


Lalu, saat Alex mengatakan ini, Natha langsung teringat tentang dirinya yang mempunyai penglihatan dan pendengaran yang tajam sebelumnya. Dan itu terhubung dengan kalung itu..


"Aku juga, Bu!" Seruan Lexa menarik akal pikiran Natha dan mengagetkan Abyan dan Alex. "Aku seling mendengal suara aneh setiap aku telbangun di malam hali."


Ekspresi ketiganya langsung bingung. Natha bertanya. "Suara aneh apa?"


Lexa mengangkat bahu seperti orang dewasa. "Aku tidak tahu, tapi suala itu datang setiap ibu tidak tidul denganku. Selain itu, sualanya milip suala ibu yang menangis tapi telkadang bukan. Aku ingin kelual kamal dan ingin tahu ... tapi aku takut itu suala hantu.."


Natha terdiam sejenak. Tiba-tiba wajahnya langsung tersipu memerah. Tanpa sadar memandang Abyan yang tersenyum penuh arti.


Natha bingung harus menjawab apa. Ia sungguh malu karena putrinya bisa mendengar suaranya yang menangis memalukan. Padahal, jarak kamar mereka cukup jauh. Selain itu, kamar ia dan Abyan kedap suara. Tapi kenapa putrinya bisa mendengar?


Pikirannya kembali pada dirinya yang sebelumnya. Natha yakin dan tidak yakin bahwa semua itu bisa terhubung dengan kalung di leher mereka.


Natha langsung terbaring kembali dengan pikiran yang masih rumit. "Sudahlah, jangan pikirkan lagi. Besok kalian harus pergi ke taman kanak-kanak, jadi jangan tidur terlalu malam, oke?"


Alex dan Alexa langsung mengangguk dengan patuh. Natha menyelimuti mereka dan bersenandung untuk membuat kedua anak kesayangannya tertidur, karena Natha perlu berbicara dengan Abyan.


Setelah sekitar 15 menit, kedua anak itu mendengkur halus. Natha menatap Abyan yang sedang menatapnya sedari tadi. Namun tangan pria itu menepuk-nepuk punggung putrinya lembut.


Walaupun agak tersipu karena tatapannya yang panas, Natha berbisik pelan. "Kita perlu bicara."


Abyan tersenyum lebar dan mengangguk semangat.


Natha mencoba melepaskan diri dari pelukan Alex, begitupula Abyan dari Alexa. Setelah mereka berhasil, keduanya saling memandang dan mengangguk untuk melangkah keluar.


Benar saja, saat Natha membuka pintu seperti pencuri, Lexa langsung melenguh seakan bangun. Ekspresi Abyan terlihat waspada. Namun untungnya dia tidur kembali. Abyan langsung menghela nafas lega.


Natha tertawa kecil melihatnya. Tanpa gangguan lagi, mereka berhasil sampai di kamar keduanya.


"Awalnya aku sudah menduga, pasti tanda di telapak tangan mereka tidak biasa." Natha langsung berbicara seraya duduk di atas ranjang.


Abyan duduk di sampingnya dan mengangguk. "Tapi mungkin saja kemampuan istimewa mereka berasal darimu. Kamu pasti ingat, setelah kamu hamil, kemampuan itu berangsur-angsur hilang. Mungkin saja 'kan, kemampuanmu menurun?"


"Tapi ... aku mendapatkan semua itu berawal dari kalung itu. Namun di sisi lain, aku takut sesuatu yang negatif mereka alami." Natha berkata lirih dengan ekspresi cemas.


Abyan menghela nafas dan membawa istrinya ke dalam pelukannya. "Tidak akan, Sayang. Kamu mengalami sendiri, 'kan? Sebelumnya tidak ada sesuatu yang buruk, tapi justru sesuatu yang bermanfaat dari kalung itu. Sekarang, ruang itu tidak bisa kita masuki lagi, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Aku yakin, soal kemampuan itu, mereka akan menggunakannya dengan baik."


Natha mengangguk. "Hm ... seharusnya aku mensyukurinya. Berkat semua itu, kamu bisa bangun dan berdiri di sampingku, melindungiku, membantuku, dan mencintaiku."


Abyan mendekapnya lebih erat. Lalu mencium keningnya penuh kasih sayang. "Semua itu tidak sebanding dengan dirimu yang banyak berkorban untukku, Natha. Sejak mengenalmu, aku bagaikan masuk dunia yang baru dan cerah. Aku bisa mempercayai ketidakmungkinan yang tidak masuk akal dari pikiran orang lain, aku bisa tahu bagaimana takdir kehidupanku sebelumnya. Namun aku merasa sedih dengan apa yang kamu alami saat itu, oleh sebab itu aku akan menggunakan segala cara agar membuatmu bahagia."


Natha terisak di pelukan Abyan. "Hiks ... terima kasih."


Abyan mengecup keningnya dan mengusap lembut rambutnya. "Terima kasih kembali, Sayang."

__ADS_1


Abyan melepas pelukannya dan mengusap air mata di kedua pipi Natha. "Jangan menangis.."


"Tapi kamu membuatku menangis." Natha mengeluh dengan air mata yang semakin mengalir.


"Maafkan aku ... tolong jangan menangis, itu membuatku ingin lebih menggertakmu." Suara Abyan memberat.


"Kamu.." Natha menatapnya sedih dan jengkel.


Abyan menghela nafas melihat ekspresi menyedihkan Natha yang semakin membuatnya keras.


Ia memeluknya kembali dengan gemas. Lalu bibirnya mendekati telinganya seraya berbisik serak. "Aku bilang berhenti menangis, Sayang. Tapi aku tidak akan melarangmu menangis di saat kita membuat adik untuk Lexa."


"Hmm." Natha menjawab dengan anggukan polos.


Abyan menggeram. Ia tidak bisa menahannya lagi saat melihat Natha menatapnya menyedihkan.


Ia langsung menidurkannya dan mengungkung wanita cantik itu di bawahnya.


"Ah, kamu--" Natha yang akan protes menelan kembali suaranya saat bibirnya di lahap pria itu.


Berawal dari ciuman, suasana berangsur-angsur panas. Ciuman semakin intens dan keduanya semakin menempel erat dan bergumul. Erangan dan lenguhan pelan menjadi tangisan dan rengekan. Keduanya terjerat nafsu dan gairah. Malam panas penuh kenikmatan familier mereka lalui bersama. Sampai tengah malam, erangan dan geraman seorang pria dan wanita masih terdengar. Semakin lama, semakin pelan dan hening.


Natha langsung tertidur lelap setelah Abyan melepaskannya. Kedua tubuh telanjang itu saling berpelukan dengan selimut yang menutupi sampai ke dada.


Abyan mencium keningnya dan mengusap peluh di dahi istrinya. "Aku mencintaimu, Natha."


Kehidupan Natha yang kedua kalinya benar-benar seratus persen berubah. Tidak ada kebohongan, tidak ada pengkhianatan, tidak ada rasa sakit.


Natha bahagia, sangat bahagia. Hadiah dari Tuhan untuknya membuatnya selalu bersyukur dalam hal sekecil pun. Walaupun tidak ada orang tuanya, tapi ia mempunyai mertuanya. Semua orang di keluarga Grissham dan Allarick menjadikannya sebagai vitalitas. Suaminya begitu mencintai, melindungi, dan memberikan segalanya untuknya.


Lalu kedatangan dua malaikat yang di lahirkan dari rahimnya, menjadi hal yang paling berharga dari semua anugrah lainnya. Mereka menjadi kesayangannya, kebanggaannya dan menjadi kehidupannya.


Kehidupan Natha berjalan mulus dan bahagia bersama keluarga kecilnya. Satu anggota bertambah ke dalam keluarganya membuat kehidupannya semakin bahagia dan berwarna.


Anak-anaknya yang cerdas, pintar, bijak, penurut, di tambah dengan kemampuan istimewa yang mereka punya.


Natha hanya ingin melontarkan kalimat sama untuk beribu kalinya ....


Terima kasih, Tuhan.


***


Akhirnya tamat juga. Aku kebelet tamat nih, jadi dua hari ini aku crazy up😁 soalnya masih banyak cerita di sini dan apk sebelah yang masih on Going wkwk.


Terima kasih untuk semuanya karena telah membaca cerita ini. Terima kasih untuk like, hadiah, vote, komentar, dll. Terima kasih bgt untuk dukungannya.

__ADS_1


Sampai jumpa di cerita aku selanjutnya❤️


__ADS_2