
"Seharusnya kamu pergi ke kantor polisi dan berpikir bagaimana caranya orang tuamu di keluarkan! Jangan menggangguku!"
"Orang tuaku mempunyai caranya sendiri, jadi aku tidak perlu berurusan dan membuat masalah. Aku yakin, mereka akan bebas dalam tiga hari. Itu hanya tipuan Natha karena dia ingin berurusan dengan orang tuaku."
"Natha yang berurusan dengan orang tuamu?" Galen yang tidak mengerti situasinya, menatapnya tajam. Ia menyipitkan matanya dengan dingin, "Bukankah orang tuamu sendiri yang selalu membuat Natha kesal dan menyinggungnya? Tidak jauh berbeda daripada saat orang tuamu memaksa Natha untuk menikah dan berurusan dengan Grissham, dan kamu datang bertukar istilah denganku. Jika itu aku, aku pasti akan bertindak dan membalas apa yang sudah orang tuamu lakukan!"
"Kamu tidak mengerti, Galen! Natha sendiri yang menginginkan untuk menikah dengan Abyan dan mungkin itu memang takdirnya! Jika dia membalas kami tentang masalah ini, mungkin dia sudah tidak mempunyai wajah dan tidak tau malu!" Ketika bicara tentang Abyan, Nhita terlihat jengkel dengan nada bicara yang tidak menyenangkan. "Sekarang kamu pun bisa melihat Natha terlihat lebih bahagia. Bahkan, dia selalu membuat keluargaku kesusahan sebelum kamu mengatakan kata-kata itu! Sekarang kamu harus tahu bahwa orang tuaku di jebak! Bahkan Natha menuduh bahwa orang tuaku yang membunuh orang tu--"
Nhita menutup mulut dengan mata terbelalak. Ia memalingkan muka dengan panik. Nhita berencana membuka pintu dan turun, namun Galen mencekal lengannya.
"Tunggu!" Suaranya setajam biasanya, namun saat ini penuh kecurigaan dan keraguan. Cekalan Galen menguat kala Nhita berontak melepaskan. "Apa maksudmu? Membunuh siapa?"
"Tidak!" Nhita menggeleng dengan panik. Saking paniknya, ia mengungkapkannya, "Tidak! Orang tua Natha tidak ada hubungannya dengan orang tuaku ketika mereka kecelakaan. Semuanya omong kosong! Natha sengaja menjebak orang tuak! Dia.. dia--"
"Oh, sekarang aku mengerti," potong Galen.
"Apa yang kamu mengerti?! Jangan beranggapan bahwa orang tuaku yang membunuh orang tua Natha! Orang tuaku tidak bersalah!" sergahnya tajam.
Merasa lengannya meringan, Nhita baru menyadari cekalannya terlepas. Ia mengusap pergelangan tangannya dengan dengusan dingin.
"Terserah. Apa yang kamu katakan! Itu bukan urusanku!" katanya acuh tak acuh. Lalu Galen menunjuk ke mobil dengan isyarat, "Kamu sudah selesai berbicara dan tidak ada yang perlu di katakan lagi. Sekarang kamu pergi."
"Galen!" teriaknya tidak percaya karena pria itu begitu acuh tak acuh. Nhita merasa sangat jengkel.
Sebelum Galen bereaksi, Nhita mengambil kunci mobilnya, membuka pintu dan bergegas keluar.
Akibatnya, Galen menjadi pasif. Ia menggertakkan gigi, memukul stir dan menyusulnya untuk mengambil kunci mobilnya yang di bawa lari oleh Nhita.
__ADS_1
***
Andre dan Sonia mendekam hanya setengah bulan di penjara, karena bagaimanapun Natha tidak memiliki bukti dan tidak ada cara untuk membuktikan bahwa mereka terkait dengan kecelakaan orang tua Natha.
Setelah bebas dari penjara, Andre langsung mengkritik keras pengacara yang tidak efektif, dan kemudian pergi ke gedung Lexandra. Andre berfikir, selama ia di tahan setengah bulan, pasti Lexandra sedang kacau.
Namun, yang membuat Andre sangat marah adalah Lexandra tidak menunggu kepulangannya. Sekarang Lexandra sudah berganti majikan. Bahkan, Andre sebagai mantan CEO di tahan di luar dan tidak di biarkan masuk.
Departemen kemananan yang sebelumnya pernah mencegat Nhita, mendapat pujian dari atasan mereka. Ketika melihat CEO sebelumnya yang datang kembali, mereka dengan yakin menahannya dengan sopan memintanya meninggalkan gedung.
Di akhir hidup Andre, ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari ia akan di blokir dan di usir dari gedung Lexandra. Ia adalah seorang CEO! Butuh banyak usaha dan energi untuk mendapatkan Lexandra selama bertahun-tahun! Kenapa dia harus menyerah?
Mengetahui bahwa keamanan hanya bertindak atas perintah, Andre menarik lengan yang di tahan mereka dengan malu. Lalu berseru tegas, "Panggil Natha untukku!"
"Maaf, Tuan. Hari ini Nona tidak masuk kerja di perusaahan," katanya jujur.
Hanya sedikit orang yang tahu tentang Natha, namun mereka mempunyai kepercayaan yang besar. Apalagi dengan warisan dan semua yang kakeknya tinggalkan, dana Natha cukup kuat menjamin Lexandra tidak bangkrut dan jatuh lagi. Mereka yang bekerja akan mendapat gaji yang sesuai. Dengan ini, kepercayaan semakin kuat. Mereka sangat mendukung CEO baru mereka saat ini.
"Benar-benar tidak ada? Kemana?" Andre bertanya kembali dengan tidak percaya.
"Kami tidak tahu soal itu."
Andre mendengus dingin. Ia melirik gedung itu dan dengan enggan berbalik pergi.
Ketika sampai di kediaman Lumian, Andre di sambut oleh Nhita.
"Ayah, ayo makan. Aku dan ibu sudah lapar karena menunggumu untuk makan malam bersama," desaknya.
__ADS_1
Andre melewatinya dengan wajah tanpa ekspresi. Ia pergi ke kamar dan membanting pintu.
Mereka hanya tahu makan. Selain makan, masalah apa yang bisa di timbulkan ibu dan anak itu kepadanya? Sekarang bahkan Andre tidak memiliki kekuatan untuk memarahi mereka saat ini. Ia harus berpikir tenang dan jernih saat ini. Dengan itu, ia bisa mengambil kembali Lexandra!
Di ruang utama, Nhita menggerutu, "Ada apa dengan ayah? Kenapa ekspresinya sangat buruk?"
"Kenapa lagi?" Sonia mendengus jengkel, dia mengerutkan kening dengan jijik, "Tentu saja karena Natha. Gadis ****** itu! Aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja!"
"Tidak akan membiarkannya pergi? Tapi apa yang bisa ibu lakukan? Sekarang Natha di dukung oleh Abyan! Kita bahkan tidak bisa menyentuhnya sama sekali!"
Nhita juga ingin memberinya pelajaran karena keluhan dan penghinaan yang ia terima baru-baru ini. Namun sepertinya kelayakan ide ini tidak tinggi. Ia akan membiarkan Natha menang dan bangga untuk beberapa waktu.
Sonia baru saja keluar dari kantor polisi, mengingat Natha, matanya penuh dengan cahaya kebencian yang pahit, "Natha bisa sampai ke titik ini karena tidak lebih mengandalkan Abyan. Jika Abyan tidak membantunya, apa yang bisa di lakukan? Hanya gadis sebatang kara yang tidak berkemampuan!"
"Bukan itu! Natha adalah gadis kejam dan jahat! Dia hanya ingin menghancurkan keluarga kita! Tapi, apakah ibu mempunyai ide yang bagus? Aku akan membantu!"
Keduanya langsung bersemangat karena satu pemikiran dan berniat sama.
Sejak Natha mengirimnya ke kantor polisi, Sonia merasakan krisis. Ia menyimpulkan bahwa Natha memenjarakan mereka tanpa bukti yang meyakinkan. Tapi untuk berjaga-jaga dan menyelamatkan hidupnya, ia harus bertindak terlebih dahulu untuk menyingkirkan Natha.
"Tentu saja ibu sudah punya ide. Dan ibu ingin kamu membawa Abyan. Selama Abyan di pihak kita, ibu tidak yakin Natha akan sekuat sebelumnya."
"Hah? Abyan?" ragu Nhita. Lalu ia menggeleng cepat, "Aku juga ingin, tapi itu tidak mungkin. Bahkan Abyan sama sekali tidak mau berbicara denganku. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Bagaimana aku menemukannya? Apakah aku harus pergi ke rumah Grissham? Aku tidak yakin mereka akan mengizinkanku masuk."
"Tentu saja tidak pergi ke sana. Tapi di luar, jika kita punya kesempatan," tutur Sonia dengan senyum misterius.
Selama di kurung di penjara, Sonia merasakan khawatir ketakutan. Ia berpikir lebih banyak. Selain berurusan dengan Natha, ia mempunyai ide untuk memenangkan Abyan. Dan sekarang waktunya beraksi.
__ADS_1
Mendengar perencanaan ibunya, Nhita tersenyum dan mengangguk penuh semangat. Kali ini, mereka pasti berhasil!