Suami Di Kehidupan Kedua

Suami Di Kehidupan Kedua
Part 86


__ADS_3

16+


***


Natha terbangun dari tidurnya saat mendengar nada dering telepon yang terus menerus berbunyi.


Ia membuka mata dengan susah payah karena mengantuk. Dengan mata yang menutup kembali, tangannya terjulur dan meraba-raba ke arah nakas untuk mencari ponselnya.


Saat tangannya merasakan benda pipih itu, Natha menggenggamnya dan menarik kembali tangannya. Natha membuka sedikit matanya dan melihat orang yang menelepon.


Bukanlah ponselnya, namun ponsel Abyan yang terus berbunyi. Nama yang tertera di sana adalah nama Aston.


Natha menoleh ke samping dan melihat Abyan yang masih menutup mata. Dia tidak bisa bergerak karena tangan kaki Abyan melilit dan nemeluknya begitu erat.


Natha menepuk pipinya lembut. Ia berbisik dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Hei.. bangun."


"Hmm.." Abyan menyahut tanpa membuka mata.


"Sepupumu menelepon. Sudah sepuluh panggilan tak terjawab."


Abyan membuka mata mengantuknya yang di sambut wajah dari samping Natha yang begitu dekat. Abyan tersenyum tipis dan mencium pipinya.


"Biarkan saja." Abyan menutup kembali matanya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Natha dan memeluknya lebih erat.


"Angkatlah dulu. Mungkin ada hal penting."


"Kamu saja yang mengangkatnya." Abyan berucap dengan suara teredam.


Dering telepon langsung mati karena sebelumnya belum juga Natha angkat karena bertanya kepada Abyan. Saat Natha akan menelepon balik, Aston kembali menelepon.


Natha langsing menggeser tombol hijau. "Hall--"


"Kakak?! Kenapa teleponku baru di angkat sekarang?! Sudah beribu kali aku menelepon kepadamu! Tahukah kamu?! Wanita munafik itu membuat masalah!"


Natha menjauhkan ponsel itu dari telinganya saat terdengar pekikan Aston. Keningnya berkerut ketika mendengar ucapan terakhirnya. Abyan yang tengah nyaman pun langsung mengangkat kepalanya. Lalu saling pandang dengan Natha dengan alis tertarik.

__ADS_1


Abyan mengambil alih teleponnya. "Ada apa?"


"Lihat internet sekarang! Banyak orang yang menghina istrimu karena Meisa membuat berita palsu tadi pagi!"


Abyan menoleh ke arah Natha yang tidak mengubah ekspresinya dari awal. Ia merasa lega.


"Baiklah. Terima kasih sudah memberi tahu. Akan ku urus nanti."


Abyan menutup teleponnya. Ia menoleh kembali pada Natha yang tengah menatapnya tenang. Dia memeluk Natha kembali dan menenggelamkan kepala Natha di dadanya yang telanjang. "Jangan memikirkan apapun. Aku akan mengurus semuanya nanti. Masalah yang dia buat mungkin karena dia iri dan tidak bisa memiliki apa yang kamu miliki. Termasuk diriku yang sudah menjadi milikmu."


"Aku tidak memikirkannya. Seburuk apapun mereka berbicara tentangku, aku tidak peduli. Aku hidup bukan untuk mereka." Natha mendongakkan kepalanya menatap Abyan dari bawah dagunya. "Tapi, jika Meisa berhasil merebutmu dariku, aku tidak bisa begitu acuh tak acuh lagi. Karena kamu sudah menjadi bagian hidupku."


Abyan tidak bisa menahan senyum. Dia mencium keningnya. "Bagaimana mungkin dia bisa mengambilku darimu? Dia sudah beberapa kali kalah darimu. Istriku terlalu hebat jika di bandingkan dengannya. Dan aku akan menjadi orang yang paling bodoh dan rugi jika saja aku meninggalkanmu begitu saja."


Natha terkekeh dengan hati menghangat. Saat merasakan sesuatu menusuk pahanya, ekspresi Natha membeku. Ia menatap Abyan dengan pipi memerah. "Dia bangun, ya?"


Abyan menyeringai seraya berbisik serak. "Jika kamu tahu, berarti kamu juga tahu apa yang akan kita lakukan selanjutnya."


Natha memelototinya dengan memerah dan memukul dadanya. "Sudah pagi! Apakah saat malam tadi kamu tidak puas?!"


Namun saat malam tadi setelah pulang dari kediaman Allarick, Abyan melanggarnya. Katanya dia terangsang hanya karena Natha mencium pipinya tiba-tiba di tengah banyak orang.


Malam tadi, Meisa benar-benar di permalukan. Natha dan Abyan pulang dengan rasa puas. Natha kembali ke rumah dengan suasana baik, sedangkan Abyan dengan suasana panas.


Malam sebelumnya mereka sudah melakukannya, jadi malam itu seharusnya tidak. Namun Abyan langsung menyerangnya dengan menuduh Natha karena sembarangan mencium pipinya.


Natha awalnya tidak berniat. Tapi melihat ekspresi Meisa dia dengan sengaja mencium pipi Abyan dan memancing emosinya. Itu berhasil, tentu saja. Tapi tidak menyangka Abyan akan terangsang. Hanya karena ciuman di pipi?


Jadi, dengan pasrah dia mengangguk. Keduanya mengalami malam yang panas yang sudah tidak asing lagi. Namun saat ini Natha benar-benar lemas.


Tangan Abyan mulai berkeliaran. Dia menggigit cuping telinganya untuk memancing Natha yang sudah mulai bergetar karena Abyan menyentuh titik sensitifnya.


Abyan tertawa rendah begitu seksi. "Sejujurnya aku tidak pernah puas denganmu."


Mata Natha melebar. "Ap-apa?!"

__ADS_1


"Aku tidak pernah puas denganmu, Dear. Jadi kamu harus bersedia sekarang.."


Natha yang sudah terangsang tidak lagi menolak sentuhannya. Matanya berkaca-kaca karena nafsu dan kesenangan.


"... Apa? Tidak.. um.."


Semakin Natha menolak, semakin agresif Abyan. Abyan langsung mencium mulutnya dengan keras. Dengan tubuh keduanya yang tanpa sehelai benangpun, Abyan berhasil membujuk Natha dengan sentuhannya dan memuaskan keinginannya.


Melupakan pekerjaannya dan aktivitas keduanya setiap pagi hari, mereka melakukannya sampai tengah hari.


***


Saat Meisa membuat masalah saat makan malam, dia dengan kejam langsung di usir dari kediaman itu.


Malam itu adalah malam terburuk untuknya. Meisa terpaksa tinggal di hotel.


Karena hatinya yang sudah menghitam akan kebencian, dia membuat berita palsu.


Meisa lumayan terkenal dengan reputasi sangat bagus. Dia mempunyai kesan baik, cantik, lembut di mata semua orang. Yang membuat dia begitu di kenal mungkin karena dia adalah wanita yang paling dekat dengan Abyan yang merupakan tuan muda di keluarga Grissham.


Namun saat ini kesan baik keluarga Grissham dan Allarick kepada Meisa hancur, tapi tidak dengan orang luar.


Saat Meisa mempublikasikan berita yang di buat-buat olehnya, banyak orang yang percaya. Dan ada juga yang tidak.


Dia membuat sebuah opini palsu. Bahwa Natha adalah gadis yang tiba-tiba datang dan merebut Abyan darinya. Dia membuat bacaan di postingan itu menyedihkan dan menarik simpati orang lain. Dia juga membuat alasan yang membuat orang berpikir masuk akal saat dia tiba-tiba pergi ke luar negeri.


Hubungan Natha dan Abyan yang sudah di ketahui orang begitu terkenal dan membuat siapapun yang berpasangan ingin membuat hubungan seperti mereka yang begitu romantis.


Saat Meisa mengirim keluhannya di internet, sebagian orang mempercayainya sekaligus menghujatnya.


Walaupun sebelumnya hubungan Meisa dan Abyan sudah di kenal, tapi tidak seterkenal Natha dan Abyan sekarang membuat banyak orang yang menyebutnya pelakor saat melihat postingan itu.


Meisa tidak menyangka tanggapan online tidak sepanas yang ia kira. Hanya sedikit yang menghina dan memarahi Natha. Semakin siang, sore dan malam, semakin bisu dan tidak ada lagi komentar apapun seakan penghinaan netizen sebelumnya kepada Natha memang tidak ada. Malah, sebaliknya. Meisa di serang dan di marahi dengan panggilan 'pelakor'.


Meisa mengertakkan gigi. Dia hampir menghancurkan ponselnya dengan kepalan tangannya sendiri, karena terus-menerus muncul komentar dan pesan buruk yang mencela dirinya di internet. Meisa langsung menutup akun dengan wajah marah.

__ADS_1


Meisa merasa terlalu meremehkan dan memandang Natha rendah. Ia tidak menduga akan kalah lagi dan lagi.


__ADS_2