Suami Di Kehidupan Kedua

Suami Di Kehidupan Kedua
Part 62


__ADS_3

Celah pendanaan Lexandra tidak dapat di isi. Pada akhirnya, Andre gagal mengandalkan bank. Apalagi, Natha benar-benar tidak dapat membantu. Andre sangat cemas, sehingga ia sama sekali tidak pulang ke rumah. Ia pergi ke perusahaan dan ke hotel setiap hari.


Ketidakpulangan Andre membuat Sonia sangat geram. Ia hanya berfikir jika suaminya tidak pulang karena mempunyai wanita lain di luar. Pikiran itu berulang kali datang, sehingga ia langsung pergi ke perusahaan Lexandra untuk menuntut penjelasan suaminya itu.


Namun, sayangnya, orang yang paling tidak ingin Andre temui saat ini adalah Sonia. Jadi, ia meminta sekretarisnya untuk mencegahnya masuk. Tapi dengan kemarahan yang terpendam berhari-hari, Sonia mendorong kuat sekretaris itu dan berhasil masuk ke dalam.


Sudah banyak masalah di tempat kerja, di tambah dengan kedatangan Sonia yang membuat masalah. Kekesalan dan kemarahan Andre meledak, sehingga ia memukul meja dan meraung melihat dia masuk, "Jangan membuat masalah! Atau aku akan menceraikanmu!"


Sonia membeku dengan mata terbelalak. Namun setelah ia bereaksi, Sonia mencibir, "Aku tahu kamu menunggu lama untuk mengatakan ini, tapi jangan lupa, kita tetap terikat. Jika kamu menceraikanku, aku akan membongkar semua rahasiamu!"


Andre menatapnya dingin. Ia menggertakkan giginya dengan marah, "Sonia! Jangan lupa semua rahasiaku merupakan bagianmu! Jika kamu membuat masalah, kamu pun akan terlibat!!"


"Baik. Ayo, kita coba! Apa kau berani?!" kelakarnya seraya memalingkan muka.


Andre mengerutkan kening dengan jijik. Ia tidak percaya Sonia akan pergi ke kantor polisi untuk menyerah. Ia tidak bisa melarikan diri dengan apa yang sudah terjadi saat itu. Namun, ia dan Sonia memang harus di takdirkan bersama agar menjaga rahasia satu sama lain.


***


Setelah berdebat dengan Andre, Sonia pergi. Ia memang tidak punya keberanian untuk menyerah, namun ia mempunyai nyali untuk pergi ke Natha.


Saat sampai di luar gerbang rumah Grissham, Sonia melihat-lihat rumah itu. Ia menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, "Natha! Tolong kamu keluar! Bibi ingin mengatakan sesuatu kepadamu!"


Natha yang hendak keluar dan berjalan ke pintu, mengernyit mendengar teriakan Sonia.


"Jika kamu tidak ingin menemuinya, aku akan menyuruh pengawalku untuk mengusirnya," kata Abyan yang tengah berlatih berjalan di ruang tamu.


Sepertinya bukan masalah Lexandra dengan keberanian Sonia berteriak di rumah Grissham untuk menemuinya, jadi Natha sedikit penasaran. Dengan itu, Natha menggeleng, "Tidak perlu. Aku ingin tahu dengan apa yang akan dia katakan kepadaku."

__ADS_1


Di luar rumah, senyum Sonia mengembang karena di bukakan gerbang dan di perbolehkan masuk.


Di ruang tamu, kerumunan orang menghindar, namun Abyan masih di sana. Pria itu sama sekali tidak menyapa Sonia. Ia dengan santai berlatih berjalan.


Sekarang Abyan bisa berjalan beberapa langkah tanpa menggunakan kruk. Dan ia tidak akan pernah menyerah.


Sonia menjadi kaku melihat Abyan. Namun menekan rasa tertekannya, Sonia berkata sedikit tajam, "Natha, apakah kamu benar-benar tidak Ingin membantu menyelamatkan Lexandra?"


"Bibi, apakah kamu ke sini untuk membicarakan hal itu?" tukas Natha mengerutkan kening.


"Aku.." Sonia merasa ragu. Ia duduk di depan Natha. Tiba-tiba merasa takut ketika bertemu mata dingin Natha.


Sebenarnya ia akan berbicara tentang keburukan dan rahasia Andre, namun dirinya pasti akan terlibat.


"Aku mempunyai sesuatu untuk di lakukan. Jika tidak ada hal lain untuk di katakan, silahkan pergi. Tidak perlu terus duduk di sini." Natha beranjak. Memikirkan sesuatu, ia menambahkan, "Jika ini tentang Lexandra, biarkan paman sendiri yang datang dan berbicara denganku. Paman mengetahui seberapa besar krisis dan masalah yang di alami Lexandra. Paman lebih tahu daripada kamu, Bibi. Jangan membuat keributan di sini."


Sonia tidak bisa menahan amarahnya, "Natha! Bukankah bibi yang merawatmu dan seharusnya lebih dekat denganku? Di masa lalu, apa yang pamanmu lakukan?! Kecuali untuk biaya hidupmu, dia tidak pernah pulang malam dan menjaga kita bertiga!"


"Bibi, aku tidak tahu jika pamanku selalu pulang malam. Mungkin dia mempunyai pekerjaan dan terlalu sibuk. Jadi masalahnya ada pada diri bibi sendiri yang terlalu banyak berfikir." Natha berkata dengan acuh tak acuh.


Namun emosi Sonia jelas tidak stabil. Apalagi Natha terdengar membela Andre. Sonia langsung meraung, "Bukan itu masalahnya! Tapi cerai! Pamanmu ingin menceraikanku! Jika aku tidak membantunya, dia tidak pernah berhasil! Tanpa aku, Lexandra akan tetap berada di tangan Andra.."


Sonia langsung menutup mulut terkejut karena ucapan dari dorongan hatinya sendiri. Nama 'Andra' sangat tabu untuknya. Bahkan setelah bereaksi, Sonia sendiri merasa ketakutan.


"Andra? Ayah kandungku? Bibi membantu paman? 'Bantuan apa yang di lakukan? Dan apa yang bibi sembunyikan?" Desakan Natha terdengar sangat menuntut. Suaranya sangat menjadi sangat dingin.


Natha sedikit mengerti dan tahu persis dengan 'bantuan' yang Sonia maksud.  Sekarang Natha semakin yakin, kecelakaan orang tuanya sama sekali bukan hanya sekedar kecelakaan, namun itu di sebabkan Sonia dan Andre.

__ADS_1


Awalnya Natha sendiri yang akan menjebak keduanya untuk melakukan trik yang sama lagi dan menemui jalan buntu, dan Natha sendiri yang akan melakukan metode yang sama kejamnya seperti yang mereka lakukan kepada kedua orang tuanya untuk mengakui. Tanpa di duga, dua orang itu bertengkar membuat pencarian bukti semakin mudah untuk Natha.


Sonia menggeleng dengan panik. Wajahnya pucat pasi, "Tidak! Aku tidak tahu apa-apa! Dan aku tidak seperti yang kau pikirkan, sungguh! Aku tidak pernah menyakiti Andra!"


"Oh, ya? Apakah kecelakaan mobil yang orang tuaku alami berhubungan dengan bibi? Lalu kenapa bibi mengucapkan kata 'menyakiti'?" desak Natha dengan mengintimidasi. Matanya memicing tajam.


"Tidak, tidak! Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan bibi! Andre.. pamanmu yang melakukannya! Bibi di paksa!" elak Sonia dengan keras.


Sonia menyesali keputusannya pergi ke rumah Grissham. Di rumah itu dari awal Sonia sangat gugup, kehadiran Abyan membuatnya semakin kalut, apalagi aura Natha membuatnya tidak bisa lagi bertahan pada posisinya.


"Oh? Pamanku yang melakukannya?" Natha menyeringai dingin, "Kalau begitu, aku akan menemuinya nanti dan bertanya dengan jelas."


Sonia mengangguk cepat, "Ya, ya! Kamu pergi dan meminta penjelasan kepadanya! Sekarang, bibi akan pulang!"


Sonia mengambil tasnya dan pergi tergesa-gesa tanpa melihat ke belakang.


Melihat Sonia pergi, Natha terdiam dan berfikir. Ia melirik Abyan yang sudah terduduk memainkan ponselnya. Merasa lirikan Natha, Abyan mengangkat kepalanya dan mengangguk. Tidak tahu apa yang mereka pikirkan.


***


Saat Nhita pulang ke rumahnya, ia sama sekali tidak tahu masalah apa-apa. Nhita masuk ke dalam kamarnya dan tertidur. Ia terlau lelah karena bermain di luar akhir-akhir ini.


Lalu, Andre akhirnya pulang setelah menerima telepon dari Natha tentang tuduhan Sonia terhadapnya. Dengan marah ia masuk ke pintu rumahnga. Setelah melihat Sonia, Andre mendekat dengan urat-urat menonjol dan wajah menyeramkan.


Plak!


"Apakah kamu gila?! Kenapa kamu memberitahu Natha?!" murka Andre menatap Sonia tajam.

__ADS_1


__ADS_2