Suami Di Kehidupan Kedua

Suami Di Kehidupan Kedua
Part 38


__ADS_3

"Kenapa? Apa yang akan mereka lakukan?" tanya Andre kepada Galen saat melihat putrinya di bawa banyak pengawal.


Tanpa raut wajah apapun atau kecemasan, Galen meliriknya acuh tak acuh, "Tidak tahu."


Andre meraih kerah bajunya membuat kaget Galen dan orang yang melihatnya. Andre berkata dengan marah, "Dia istrimu, Galen! Kenapa kamu begitu acuh tak acuh, hah?!"


Raut kaget Galen menjadi dingin dan berkata dengan tajam, "Kupikir ayah mertua tahu kenapa Nhita di bawa mereka. Walaupun dia istriku, masalah yang menjadi sebab mereka membawa Nhita bukanlah masalahku. Semua ini di luar kendaliku!"


Galen langsung melepas cekalannya dengan kasar. Lalu, memperbaiki bajunya yang kusut.


"Kamu.." Andre menggertakkan gigi. Tapi, tidak bisa apa-apa. Dia sudah lama mengetahui bagaimana sikap Galen kepada putrinya. Tapi, ia sama sekali tidak bisa mencampuri urusan rumah tangga mereka.


***


Nitha di bawa keruangan yang asing. Pintu tertutup dari luar. Ketika dirinya tiba-tiba di seret, tentu saja Nhita sangat kaget. Tidak peduli bagaimana ia berteriak dan mengumpat, tidak ada yang peduli. Suaminya tidak bergerak sedikitpun untuk membantunya. Kedua orang tuanya berjarak jauh. Saat ini, kecemasan bercampur rasa takut menghampirinya. Nhita sama sekali tidak bisa menahan tangis.


"Hiks.. keluarkan aku!!"


Ruangannya sangat sunyi. Teriakannya bergema dan di balas dengan keheningan. Beberapa saat kemudian, pintu terbuka menampilkan seorang gadis yang 60% mirip dengannya.


Tangisan Nhita berhenti. Ketakutannya menjadi amarah, wajahnya galak, "Natha!"


Nhita langsung beranjak menghampirinya, "Kenapa kamu melakukan ini, hah?! Untuk apa kamu menangkap dan mengurungku di sini?! Apakah kamu gila?!"


Saat sudah di depan Natha, Nhita mengangkat tangannya berniat menampar. Namun, pengawal di belakang Natha langsung menahan dan mencekal tangannya dengan erat menimbulkan rasa sakit


Di sela itu,


Plak


Plak


Natha langsung menampar kedua pipinya.

__ADS_1


Wajah Nhita berpaling ke samping karena tamparan. Lalu, ia menatap Natha dengan terperangah. Mulutnya menganga tidak percaya dengan sedikit darah di sudut mulutnya.


Setelah bebarapa detik, Nhita langsung bereaksi dengan wajah menyeramkan. Ia terlihat ingin menerkam Natha dengan kuku-kuku merahnya yang panjang, namun Nhita di tahan oleh pengawal yang masih mencekal tangannya.


"S*ALAN! BERANINYA KAU MEMUKULKU, NATHA!" Nhita meronta dan menggila. Rasa sakit di tangan dan pipinya sangat terasa. Matanya melototi pengawal itu, "LEPASKAN AKU, BERENGSEK!"


Natha menggelengkan kepalanya seraya menatapnya miris dan iba. Tapi, terdapat senyum di sudut mulutnya, "Sayang sekali, mereka pengawal Abyan. Dan mereka tidak akan mendengarkan serta mematuhi perintahku, apalagi kau."


"Omong kosong! Lalu kenapa mereka menghalangiku untuk menamparmu?! Sedangkan kau menamparku seenaknya tanpa mereka cegah!" Jeritan melengking Nhita membuat telinga Natha sakit.


Karena malas berdebat, Natha mengangkat tangannya. Pengawal yang lain di belakangnya segera menyerahkan sebuah dokumen yang sudah di siapkan sebelumnya.


Natha mendekati Nhita yang sudah di paksa duduk di sebuah kursi dengan meja di depannya. Setelah meletakan sebuah kertas di meja itu, Natha mengeluarkan pulpen dan menyerahkan kepada Nitha.


"Cepat! Tanda tangani!" titahnya dingin.


Nhita merasakan firasat buruk. Nhita mengamati kertas di hadapannya dengan raut tidak mengerti. Merasakan firasatnya, Nhita langsung menolak, "Apa yang aku tandatangani?! Aku tidak mau!"


Ekspresi Natha semakin dingin, "Ini adalah surat transfer saham Lexandra yang ada di tanganmu. Karena ayahmu tidak mau memberikannya, keluarga Grissham membantuku untuk mempermudah." Karena penolakannya, dengan paksa Natha meletakan pulpen di tangan Nhita, "Jika kamu tidak mau, aku akan memanggil Abyan untuk menangani ini."


Melihat itu, Natha terkekeh sinis, "Walaupun Abyan tidak ada di sini, tapi dia lah yang mengirim semua pengawal yang ada di sini."


"... Salah kamu sendiri, keluarga Grissham sama sekali tidak mengirim undangan untuk keluargamu. Pada akhirnya, kamu dalam keadaan sekarang. Risiko kamu sendiri karena sudah menyinggung keluarga ini. Bahkan, Galen tidak membantumu sama sekali."


Mendengar ejekannya, Nhita semakin marah. Penahanan pengawal di sampingnya sangat kuat, ia tidak bisa bergerak sedikitpun. Jadi, Nhita hanya menatap Natha tajam, "Dasar Jal*ng! Kau sengaja mendorong keluarga Grissham untuk berurusan denganku! Aku tahu, kau hanya membalas dendam karena aku adalah orang yang menikah bersama Galen, kan? Aku memperingatkanmu! Galen adalah milikku! Dan kau tidak akan berhasil mengambil dia dariku!" Nhita terlihat percaya diri.


Natha mengangkat sebelah alis. Lalu ia tertawa lepas membuat Nhita mengernyit.


"Oh, ya?" Natha bersedekap dada.


Lalu Natha sedikit membungkuk mendekati Nhita. Tanpa sadar, Nhita sedikit menjauh ke belakang dengan waswas. Kepercayaan dirinya entah kemana menghilang.


"Hmm.. kalau begitu, haruskah aku menjawab.. Abyan adalah suamiku, pria yang sangat kau cintai sudah jadi milikku sekarang. Bahkan, dia membantuku untuk mengambil saham yang kamu milikki." Natha terkikik dengan satu tangan menutup mulutnya.

__ADS_1


Nhita sangat tertohok. Kedua tangan mengepal. Ia ingin mengatakan dengan sinis bahwa Abyan cacat. Dia sudah tidak menyukainya! Tapi, kata-katanya memang terlontar di bibir. Tapi tidak bisa bersuara.


Mood Natha semakin baik. Melihat Nitha seperti sekarang, jelas sangat membuatnya bahagia. Ia membanting kertas itu, "Cepat tanda tangani! Dengan ini, semua masalah selesai."


Nhita menggeleng keras kepala, "Aku tidak mau!"


Nhita terlihat berusaha berlari dan melepaskan diri dari pengawal tersebut. Sangat jelas, kekuatannya tidak sebanding.


"Kalau begitu, jangan menyalahkanku karena menggunakan kekerasan." Natha membalikan badannya tanpa melihat Nhita dan berdiri sedikit menjauh.


Nhita terlihat bingung dan belum bereaksi. Tiba-tiba, lengannya merasakan rasa sakit karena di jepit keras. Ia meraung, "Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!"


Lalu, tiba-tiba Nhita di tekan di atas meja. Rasa sakit terasa di lengannya. Nhita menangis. Ia memohon dengan tulus dan nada suaranya berubah, "Kakak.. tolong maafkan aku! Aku salah! Aku tidak akan membuatmu marah lagi.. kakak! Tolong biarkan dia melepaskanku!"


Jika menangis dan memohon ampun berguna saat di kehidupan sebelumnya, Natha tidak akan terkurung selama beberapa tahun di ruangan neraka itu. Mata Natha memerah karena menahan tangis dan amarah. Kedua tangannya terkepal. Kukunya tertancap di telapak tangannya.


"Cepat selesaikan! Bawa dia keluar!" titah Abyan saat memasuki ruangan.


Tangisan dan rontaan memohon Nitha langsung berhenti begitu mendengar suara Abyan. Melihatnya lengah, pengawal meletakan tangannya dan menandatangani namanya di atas kertas itu.


Semuanya selesai. Dokumen yang telah di tandatangani berlaku. 15% saham Lexandra milik Anhita berganti Nama menjadi Vernatha. Pemilik saham terbesar adalah Natha.


Andre yang berposisi CEO saat ini dalam bahaya dan bisa di copot kapan Saja.


Ketika semuanya selesai, Nhita dengan penuh ketidakpercayaan di bawa keluar ruangan menyisakan Natha dan Abyan.


"Lepaskan.." bujuk Abyan dengan lembut saat melihat tetesan air akibat kepalan di tangannya yang mengalir semakin deras.


Abyan sudah tidak kaget lagi. Untungnya tidak ada yang memperhatikan ini.


Sebelumnya, melihat kemarahan di wajah Natha, Abyan langsung masuk. ia yakin, pasti ada sesuatu yang salah. Jadi, Abyan berbicara dengan hati-hati. 


Natha tidak tergerak sedikitpun, seakan tidak mendengar. Matanya kosong dengan punggung menghadap Abyan. Matanya tertuju pada luar jendela yang menampakan lalu lintas di jalan.

__ADS_1


Ini baru permulaan. Natha tidak akan melepaskan mereka dengan mudah! Dan akan membalas mereka ribuan kali! Tangannya semakin terkepal.


__ADS_2