
Saat Reno berada di kotanya, ia sangat tahu tentang adanya kebisingan di internet, tapi ia tidak tahu siapa yang tercantum di dalamnya.
Saat Meisa mempublikasikan berita itu, memang bukan dengan akun aslinya. Namun dengan bantuan orang lain sehingga berita itu langsung menyebar. Namun, Aston dan Briyan bekerjasama menemukan dalangnya terlebih dahulu. Dan benar saja, orang itu sesuai dengan dugaan mereka.
"Meisa adalah orang yang melakukannya. Jika perlu bukti, aku akan memberikannya kepadamu. Namun saat ini, aku sebagai perwakilan dari keluarga Grissham dan Allarick hanya ingin keluargamu bertindak dengan perilaku adikmu. Jangan terlalu memanjakannya. Dia sudah menimbulkan masalah dan terus-menerus mengganggu sepupuku dan istrinya. Kamu seharusnya tahu apa yang akan kamu lakukan kepada adikmu selanjutnya."
Ekspresi Reno terlihat sangat kecewa. Ia sangat menyayangi Meisa sebagai adik perempuan satu-satunya yang ia punya. Selain itu, keluarganya pun sangat memanjakannya. Ia tentu percaya dengan apa yang Aston katakan. Ekspresi Aston sangat serius dan suaranya terdengar dingin.
"Beberapa hari yang lalu, adikmu membuat masalah. Maafkan keluarga kami karena mengusirnya. Sekarang dia tinggal di hotel. Kamu harus menemuinya dan berbicara."
Reno tidak bisa menyangkal atau berkata apapun lagi. Ekspresinya terlihat suram saat meninggalkan kediaman Allarick. Ia langsung pergi ke tempat Meisa berada.
***
Meisa tengah mendiskusikan langkah selanjutnya dengan Galen. Namun saat melihat kedatangan kakaknya yang tiba-tiba membuat Meisa terkejut dan senang. Awalnya ia akan memeluk kakaknya itu, namun melihat ekspresi marahnya, niatnya langsung terhapus dan menyusut ketakutan. Ini adalah pertama kalinya melihat wajah kakaknya yang selalu lembut menjadi marah dan suram.
"Kakak? Kenapa kamu datang? Lalu kenapa kamu terlihat marah?" Meisa bertanya dengan hati-hati.
"Meisa, Katakan padaku dengan jujur, apakah berita yang terkait dengan internet itu kamu yang melakukannya?" tanya Reno dengan ekspresi serius.
__ADS_1
Di mata Reno, adiknya selalu sederhana, lembut dan cantik. Jika ia bisa, ia tidak ingin percaya bahwa ini semua yang sebenarnya di lakukan oleh Meisa.
Meisa terkejut. Lalu ia memulihkannya dengan berpura-pura tenang. "Apa maksud kakak? Aku tidak mengerti. Apakah kakak datang hanya untuk menanyakan pertanyaan yang membuatku bingung?"
"Jangan berpura-pura, Meisa. Melihat ekspresimu, aku tahu kamu mengerti dengan apa yang aku bicarakan saat ini. Kamu tahu? Keluarga Grissham dan Allarick mengetahui apa yang kamu lakukan, tapi kamu duduk dengan santai dan tenang di sini seolah tidak terjadi apa-apa!"
Saat melihat Meisa terdiam, Reno sudah mempunyai jawaban di hatinya. Ia ingin memastikannya lagi, namun reaksi Meisa saat ini membuat Reno semakin kecewa. Ia sangat kecewa dengan tipu daya adiknya sampai detik ini.
"Aku.." Meisa membuka mulutnya menatap ragu kakaknya. Kepolosannya langsung lenyap. Ekspresinya di gantikan dengan kekesalan dan duka yang mendalam. "Kenapa kakak begitu marah padaku? Aku hanya mengirim beberapa pesan! Tidakkah itu penting? Apakah kamu tahu, aku sendiri yang mendapat celaan dan hinaan dari mereka!"
Urat-urat biru muncul di pelipis Reno. Baru kali ini ia begitu marah kepada Meisa. "Apakah kamu memperlakukanku dengan bodoh? Lalu, jika itu tidak menyakiti siapapun, apakah kamu akan memposting itu tanpa alasan? Jika itu tidak penting, mengapa kakakmu ini berdiri di sini dan menanyakan secara rinci apa yang terjadi? Tahukah kamu, kami sebagai keluargamu sangat tidak percaya dengan kebenaran yang mereka kirimkan kepada kami. Oleh karena itu kakak datang kepadamu untuk memastikan kebenaran. Dan kamu benar-benar mengecewakanku!"
Meisa merasa bodoh. Menyadari masalahnya yang serius, ia tidak bisa lagi terus berpura-pura tidak bersalah. Ia berdiri dengan takut-takut dan berjalan mendekat mencoba untuk memegang lengan kakaknya. "Ka-kak.. aku tidak bermaksud begitu. Aku tahu aku salah. Tolong bantu aku.."
Meisa menjadi semakin cemas dan gugup.
Saat tahun-tahun ketika mengejar Abyan, meskipun Meisa sangat di kenal dan dekat dengan keluarga Allarick dan mendapat dukungan dan pujian, tapi Meisa tidak dekat dengan keluarga Grissham. Bukan karena tidak mau, tapi Meisa tidak bisa menemukan kesempatan yang tepat.
Keluarga Grissham selalu sibuk dan sulit untuk di dekati. Meisa pernah berencana untuk berhubungan baik dengan Briyan, berpikir itu sebagai alasan untuk masuk ke dalam kelurga Grissham lewat Briyan. Tapi sayangnya ia dan Briyan berselisih. Sekeras apapun ia mencoba mendekatinya, Briyan selalu mengabaikannya dengan wajah dingin. Seperti Abyan, Briyan menganggapnya musuh dan menolak sepenuhnya.
__ADS_1
Sekarang, saat Meisa mendengarkan kakaknya, ia bahkan lebih gugup. "Lalu, apa yang harus saya lakukan? Aku benar-benar tidak bermaksud demikian. Aku merasa marah karena Natha merebut Abyan. Aku tidak berniat menyinggung mereka.."
"Mau tidak mau, dengan masalah yang sudah telanjur terjadi tanpa adanya perubahan, kamu harus kembali dan meninggalkan kota ini."
Dengan ini, Reno yakin, keluarga Grissham akan melepaskan Meisa hanya ketika Meisa pergi. Jika tidak, adiknya akan menghadapi kemarahan mereka.
Meisa langsung mundur dengan mata melebar kaget. Ia langsung membantah. "Aku tidak mau!"
Reno semakin marah. "Jika tidak mau, apalagi yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan meminta maaf kepada mereka? Mereka tidak akan pernah memaafkanmu! Karena keluarga Grissham menelepon kakek kita, itu berarti masalahnya tidak enteng! Jangankan meminta maaf, kamu tidak akan menginjakkan kaki di rumah mereka sedikitpun! Adapun Abyan, kamu sudah mengenalnya sejak lama, seharusnya kamu tahu bahwa dia bukanlah orang biasa dan baik! Dia akan meremehkanmu!"
"Lalu apa? Aku tidak percaya Abyan akan menyakitiku hanya untuk wanita seperti itu! Apakah kamu tahu? Natha adalah tunangan orang lain sebelumnya! Tapi dia menikah dengan Abyan dalam sekejap mata! Tidak tahu malu! Dia adalah wanita berhati ular dan licik!"
Tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, tanpa sadar Meisa mengeluarkan sikap kasarnya saat mengingat tentang Abyan yang begitu melindungi Natha.
"Cukup!" Reno kehabisan kesabaran. "Kamu belum tahu kebenaranya! Jadi jangan menyimpulkan begitu saja! Jangan hanya percaya dengan yang orang lain katakan, temukan seseorang untuk mengetahui detailnya dan baru saat itu kamu berkomentar! Jika tidak, kamu hanya akan di manfaatkan orang lain!"
Meisa langsung terdiam. Pikirannya langsung tertuju kepada Galen. Di bandingkan dengan Galen, tentu saja Meisa lebih percaya dengan kakaknya.
Melihatnya diam, Reno langsung menurunkan emosinya. Ia menarik nafas dalam-dalam dan berkata dengan lembut. "Kamu tidak bisa menyukai Abyan. Dia sudah menikah. Pernikahan itu serius dan tidak akan ada perceraian. Kamu harus menghilangkan perasaanmu kepadanya. Sampai kapanpun, Abyan tidak akan pernah menerimamu. Dia tidak mencintaimu. Jika iya, dia pasti sudah sejak lama bersamamu, namun ini tidak. Jangan terlalu keras kepala."
__ADS_1
Meisa langsung mengangkat kepala menatapnya. Wajahnya kembali kesal. "Kenapa mereka tidak tidak bisa bercerai? Aku tidak akan menyerah begitu saja. Natha akan menang, aku hanya ingin dia jatuh! Abyan adalah milikku! Aku tidak akan pernah merelakannya bersama wanita itu sampai kapanpun!"
"Meisa!" bentak Reno. Wajahnya kembali marah. "Jika kamu terus seperti ini, aku tidak punya pilihan lagi selain menyeretmu pergi! Kamu harus meninggalkan kota ini hari ini juga!"