Suami Di Kehidupan Kedua

Suami Di Kehidupan Kedua
Part 61


__ADS_3

"Apakah ini benar-benar serius?" Sonia bertanya dengan cemas.


Andre tidak menanggapinya. Ia sudah lelah menghadapi istrinya. Ia duduk di sofa dan bergumam pada dirinya sendiri, "Jika ada brankas di tangan Natha, hal terburuk tentang Lexandra adalah uang. Aku memperkirakannya. Ayah memberikan semua aset tunai kepada Natha. Dan Lexandra hanya mempunyai satu cangkang yang tersisa. Cangkangnya--"


Sonia memotongnya, "Ya! Natha! Kita harus menghubungi Natha! Lexandra akan jatuh. Dia tidak mungkin mengabaikannya. Apalagi yang mendirikannya merupakan kakek dan ayahnya sendiri. Mungkin dia akan bersedia memberikan uang?"


Sonia seakan melupakan kemarahannya tentang beberapa hari yang lalu penyebabnya sakit, ia langsung mengeluarkan ponselnya. Namun ketika akan memanggil Natha, nomornya sudah di daftarhitamkan. Sonia menggeram kesal.


Namun, suatu pikiran melintas di benaknya, yaitu menelepon rumah keluarga Grissham. Awalnya Sonia tidak mau mengambil langkah ini, namun Lexandra tengah di pertaruhkan. Walaupun ia takut, ia harus meminta bantuan Natha.


Sangat di sayangkan, setelah mengumpulkan banyak keberanian memanggil nomor telepon rumah Grissham, bukanlah pembantu atau bawahan lainnya tapi Abyan sendiri yang mengangkatnya.


"Siapa yang Anda cari?" tanya Abyan dengan datar. Kebetulan ia sedang duduk di sebelah telepon.


"Sa-ya.. mencari.." Suara Sonia sedikit gemetar. Setelah lama merasa ragu, ia bersuara, "Me-ncari Natha."


"Mencari Natha?" Abyan menyernyit. Ekspresinya mendingin, "Anda siapa?"


Sonia tidak berani menyebutkan namanya. Menggigil dalam waktu yang lama. Ia langsung menutup teleponnya. Tidak menyangka bahwa dia menjadi sangat tidak beruntung. Kenapa harus orang itu yang mengangkatnya?!


Di sisi lain. Abyan tersenyum dingin. Ia sudah mendengar suaranya, bagaimana mungkin Abyan tidak tahu siapa yang menelepon? Dan bagaimana mungkin juga ia tidak tahu sebab Sonia menelepon untuk mencari Natha? Orang yang mendaftarhitamkan nomor telepon Sonia di ponsel Natha, tentu saja Abyan yang melakukannya.


Natha tidak pergi ke sekolah, jadi Sonia tidak bisa menemui Natha lagi lewat tempat itu. Dan satu-satunya orang yang mereka harus temui tentu saja keluarga Grissham. Dengan cara ini, motif Sonia mencari Natha sudah jelas.


Ketika Abyan menyimpan teleponnya, Natha turun. Tanpa menunggu Natha bertanya, Abyan memberitahunya, "Sonia mencarimu."

__ADS_1


"Ada apa?" Natha mengerutkan kening. Namun ia bisa menebak apa yang mereka inginkan.


Abyan mengangkat bahu dengan wajah polos, "Dia langsung menutup telepon tanpa mengatakan apapun. Mungkin dia takut suaraku."


Di sisi keluarga Lumian, Sonia menatap ponselnya dengan cemas setelah menutup telepon, "Bagaimana bisa Abyan yang menjawab teleponnya?!"


"Kenapa?" beo Andre tersenyum marah, "Apakah kamu tidak tahu bahwa dia sudah meninggalkan kursi rodanya?"


Semakin memikirkan ini, Andre semakin ingin marah. Jika dari awal ia tahu bahwa Abyan akan bangun dan berjalan, ia tidak akan pernah membiarkan Natha yang menikah dengan Abyan. Hal baik seperti ini tentu saja harus di serahkan kepada putrinya sendiri.


Sonia melotot kaget. Ia meraung setelah bereaksi, "Apa?! Bagaimana bisa?! Kapan itu terjadi?!"


Sonia ingin segera memberitahu putrinya. Namun Nhita jarang pulang.


Nhita lebih sering bermain-main di bar, menghamburkan banyak uang. Dengan kesenangan itu, mana mungkin Nhita pulang. Bukanlah pertama kalinya Nhita tidak pulang saat malam. Sonia dan Andre selalu bersikap lunak kepada Nhita. Baru kali ini Sonia menyuruhnya pulang untuk membahas Abyan.


Sonia menghela nafas berat. Ia meminta telepon suaminya. Ia yakin nomor Andre belum di blokir. Dan benar saja.


"Ada apa?" Di ujung suara dingin Natha terdengar membuat Sonia terkejut dan senang.


"Natha! Bibi ingin meminta bantuanmu! Dan bibi ingin memberitahumu tentang Lexandra. Kamu harus mengingat bagaimana ayah dan kakekmu membangunnya. Kamu harus menyelamatkan Lex--"


Natha memotongnya dengan cepat dan tidak sabar, "Ada apa dengan Lexandra? Apa masalahnya?"


Sonia sangat senang karena Natha masih peduli. Ia langsung menjelaskannya, "Rantai modal Lexandra bermasalah. Dengan suntikan modal baru, masalahnya bisa terselesaikan. Natha, kamu tidak kekurangan uang sekarang. Bisakah kamu  membantu dan menjaga harta benda kakekmu itu?"

__ADS_1


"Bibi, kamu terus menerus menyebut tentang kakekku, apakah kamu tidak lelah?" jengah Natha. "Jika bibi tidak lelah dengan itu, maka aku lelah mendengarnya. Jadi, jangan gunakan nama kakek untuk mengusikku lagi. Aku tidak percaya sepatah katapun dengan apa yang bibi bicarakan."


Mendengar suara panggilan tertutup, Sonia tertegun untuk waktu yang lama. Andre yang menyaksikan, malah mencibir.


Alis Sonia mengerut tidak senang melihat cibirannya. Lalu berkata, "Apakah kamu tidak membantuku?"


"Kenapa kamu meminta bantuanku? Apakah semua bantuan yang aku berikan tidak cukup untukmu? Jika kamu tidak menuntut Natha yang menggantikan Nhita untuk menikahi Abyan, apakah akan banyak masalah yang timbul seperti sekarang? Dan apakah Abyan akan melawan kita mengambil saham? Apakah kita akan kekurangan uang seperti sekarang? Itu semua karenamu!" sergah Andre dengan nada buruk.


"Kenapa kamu malah menyalahkanku?! Apakah kamu tidak menyukaiku? Apakah kamu hanya mengukai Sania?! Apakah hanya wanita itu yang ada di pikiranmu?!" cela Sonia dengan marah. 


Kakaknya--Sania merupakan duri untuk Sonia. Sangat menusuk hati.


"Cukup! Kenapa tiba-tiba kamu malah membawa namanya?! Kita sama-sama tahu bagaimana kakak kita meninggal saat itu. Jika aku masih mencintainya, kenapa aku harus melakukan itu padanya? Aku bukan kamu, bahkan pria yang kamu cintai sendiri kamu singkirkan tanpa berkedip. Pada titik ini, Nhita telah mewarisi kekejianmu," murka Andre merobek tekanan di hatinya.


"Awalnya aku mengira Galen akan menjadi perisai untuk Nhita, tapi aku tidak menyangka Galen akan menyingkirkan pernikahan ini dengan cepat. Aku juga menyalahkan Nhita yang terlalu bodoh untuk menangkap hati Abyan. Tapi, Natha bahkan sudah bisa memegang hatinya hanya dalam waktu singkat. Berdasarkan ini saja, sudah jelas, Natha akan menang dan Nhita akan di kalahkan!" ironis Andre dengan wajah dingin.


"Diam dan tutup mulutmu! Jangan pernah mengatakan itu lagi! Nhita bukanlah aku! Dan dia akan mendapatkan pria yang dia cintai! Bahkan jika dia tidak mendapatkannya, aku akan menghancurkan pria itu! Seperti bagaimana aku menghancurkan Andra dan Sania! Aku benar-benar akan menghancurkan Abyan dan Natha! Aku akan.." Raungan gila Sonia bergema di rumah itu.


Apalagi mengingat Sania dan memikirkan bagaimana tindakan Natha sekarang, emosi negatifnya pecah.


"Oh? Kamu akan melakukannya? Aku tidak akan mempercayai itu! Abyan bukanlah kakakku! Sebelum kamu mendekati tubuhnya, apakah kamu bisa mendekati mobilnya? Sebelum itu, bahkan kamu dengan mudah kamu akan di bunuh pengawalnya! Apakah kamu akan membunuh mereka? Bermimpilah!" sarkas Andre.


Tidak mau berdebat lagi dengannya, tanpa menunggu jawaban Andre mengambil kunci mobil dan pergi.


Sonia yang di tinggalkan berteriak histeris menghancurkan barang-barang di sekitarnya.

__ADS_1


Andre tidak menoleh sedikitpun mendengar pecahan kaca dan benturan barang lainnya. Ini haruslah akhir dari semua masalah. Tidak peduli seberapa banyak Sonia membuat masalah, itu tidak akan berhasil dan menyelesaikannya. Mereka tidak bisa lagi mengandalkan Natha. Jadi dia hanya bisa mengandalkan bank.


__ADS_2