
Aldis sedikit bingung dengan sikap Nhita akhir-akhir ini. Biasanya, dia akan selalu bercerita dan mengeluh tentang Natha kepadanya. Atau seperti ia dan Nhita menuduh Olivia ketika bosan.
Tapi sekarang, Nhita sangat jarang menyebut nama Natha lagi. Bahkan sepertinya tabu baginya. Jika dia bertanya, Nhita selalu menyangkal dan mengubah topik.
Setelah hari dimana Natha membantu Olivia dan mengubah kehidupan Olivia menjadi lebih baik, Aldis sudah menganggap Natha musuh terbesarnya. Oleh karena itu, sangat penting jika Nhita menceritakan sesuatu tentangnya, apalagi kabar buruk tentang Natha.
Keterdiaman Nhita membuat Aldis sedikit meragukannya. Apakah dia menyerah menjatuhkan Natha? Selain itu, Aldis juga pernah melihat Briyan yang mendatangi Nhita dengan tidak ramah. Namun, Nhita selalu bungkam jika Aldis menagih penjelasan.
Sekarang, Aldis melihat kedatangan Aksa membuatnya semakin bingung dan penasaran dengan urusan mereka.
"Nhita! Kamu pasti menyembunyikan sesuatu dariku, kan? Kemarin Briyan, dan sekarang tunanganku yang datang menemuimu. Apakah kamu bisa memberi penjelasannya kepadaku?" kesal Aldis ketika semua orang sudah pulang.
Mood Nhita semakin buruk, ia menoleh tanpa ekspresi, "Menyembunyikan apa maksudmu?"
Aldis semakin menuntut, "Semuanya. Kamu semakin aneh dan selalu menyangkal jika aku bertanya tentang Natha. Kemarin, aku meminta penjelasan tentang Briyan, tapi kamu sama sekali tidak memberitahuku apapun. Dan sekarang? Aksa. Ketika dia bilang tentang kompensasi itu, aku mendenger ada hubungannya dengan orang tua dan Natha. Kalau kamu masih mau menjadi sahabatku, jangan sampai ada yang kamu sembunyikan dariku! Beri aku penjelasan, Nitha!"
"Arrgh! Iya, iya! Aku akan memberitahu semuanya!" Dengan frustrasi Nhita menghadap Aldis yang selalu membuatnya risih. "Dengar! Aku sudah menikah dengan Galen. Sedangkan Natha dengan Abyan--kakak Briyan. Kamu pasti pernah dengar, kalau dia pernah kecelakaan, dan kecelakaan itu karena aku yang menabraknya. Natha menerima pernikahan itu karena tanggung jawab yang seharusnya aku tanggung. Tapi, kita bertukar posisi, dengan Natha yang seharusnya nikah sama Galen. Briyan datang karena kebenciannya kepadaku. Di bawah premis, apa kau masih curiga urusanku dengan Briyan dan Aksa?!"
Amarah Nhita meledak. Dia merasa akan gila. Kenapa semua orang tidak pernah membiarkannya hidup tenang?
Apa yang ia lakukan selalu salah? Semenjak kecil, ia hidup dalam bayang-bayang Natha. Sekarang, setelah Natha pergi dari rumahnya, ia harus menghadapi Abyan.
Nhita mengakui, bahwa dia sangat menyesali Abyan, namun, ia tidak pernah menginginkan nyawanya. Abyan mengalami tabrakan karena ketidaksengajaannya. Kenapa keluarga Grissham tidak membiarkan dia pergi setelah mendorong Natha sebagai kompensasi?
Lalu, keluarga Dirgantara, kenapa mereka selalu merendahkannya? Kenapa mereka menganggapnya lebih rendah dari Natha? Nhita akan bertahan. Ia juga sudah menikah dengan Galen, dengan itu, ia tidak akan pernah pergi ke Grissham. Apalagi, mempertaruhkan nyawanya menghadapi Abyan.
Aldis tercengang. Semua kata-kata Nhita sama sekali tidak memasuki otaknya. Terlalu banyak dan tidak bisa di percaya, "Aku tidak ngerti."
__ADS_1
Nhita berdecak kesal
Masyarakat kelas atas memiliki beberapa tingkatan. Keluarga Grissham adalah level tertinggi. Diikuti oleh keluarga Livian, Dirgantara, Lumian, Fernando dan lainnya.
Keluarga Aldis tidak nemenuhi syarat untuk menghadiri perjamuan makan di keluarga Grissham beberapa hari yang lalu. Jadi, ia tidak mengetahui terlalu banyak rahasia sebenarnya kelas atas. Alasan mengapa dia bisa bertunangan dengan Aksa, karena salah satu bibinya menikah dengan sepupu Aksa. Sejak itu, kedua keluarga itu berhubungan baik dan Aldis menjalin tunangan dengan Aksa.
Jika Aldis benar-benar menikahi Aksa sesuai keinginannya, maka status Aldis akan meningkat serta tidak bisa di remehkan. Jika tidak, kenapa Nhita repot-repot berteman dengan Aldis dan mentolerir temperamen Aldis yang kurang baik?
"Aku sudah menjelaskan semuanya. Percaya atau tidak, aku tidak peduli. Yang terpenting, jangan bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama!" cetus Nhita jengkel.
Nhita tidak perlu lagi menghargai Aldis. Mungkin dulu ia mentolerinya, karena Aldis sudah bertunangan dengan Aksa. Namun, sekarang ia sudah menikah dengan Galen. Walaupun status Aksa lebih tinggi, Aldis belum pasti untuk menikah dengan Aksa. Sedangkan dirinya dengan Galen sudah sah saat ini.
Walaupun masih tidak mengerti semuanya, Aldis setengahnya mengerti setelah pikirannya jernih. Ia sangat menyadari dengan perannya dengan Nhita yang terbalik.
Ketika melihat Nhita akan pergi, Aldis langsung mencegah, "Tunggu! Jangan pergi dahulu!" Dengan tergesa Aldis menghentikan langkah Nhita. Ia berkata sedikit panik, "Oke! Aku mengerti. Maaf, ini salahku. Seharusnya aku tidak berprasangka buruk kepadamu. Aku hanya ingin kamu bercerita semua tentang masalahmu kepadaku! Siapa tahu aku bisa membantu!"
Sikap dan nada suara Aldis langsung melunak. Dulu, Nhita yang menundukan kepalanya ke Aldis, nada suara Aldis selalu ketus dan kasar. Namun, sekarang sebaliknya, setelah Aldis mendengar kenyataannya.
Nhita memutar bola matanya. Ia terlalu malas meladeninya. Jadi, Nhita hanya diam.
"Dan katamu tadi apa? Natha menikah dengan Abyan?! Aku sangat terkejut! Bukankah kamu pernah tertarik dengan Abyan? Dulu aku selalu mendukungmu menjadi nyonya Grissham sesuai keinginanmu! Tapi saat ini.. " Aldis menggantung ucapannya. Nhita sudah menatapnya datar. Aldis tersenyum paksa, "Tidak apa-apa! Walaupun kamu tidak bisa mendapatkannya, Galen juga tidak kalah dengan Abyan!"
Dalam hati, Aldis mencibir saat melihat kepercayaan diri Nhita untuk memiliki Abyan. Ia juga tahu, betapa tergila-gilanya Nhita saat itu.
Tanpa di duga, suatu hari Aldis mendengar bahwa Abyan mengalami kecelakaan. Sejak itu, Nhita tidak pernah menyebutkan tentang Abyan lagi. Saat ini, yang lebih tidak terduga adalah Nhita sendiri sebagai pelakunya.
Tidak sesuai dengan cibiran di hatinya, ekspresi Aldis penuh dengan senyuman munafik.
__ADS_1
Nhita Menghela nafas jengah, "Ya, ya. Sudah sore, aku akan pulang." Nhita beranjak keluar kelas meninggalkan Aldis yang sudah melunturkan senyumannya.
***
"Nyonya."
Sapaan sopir yang siap membukakan pintu mobil hanya di balas anggukan santai Natha.
Langkah Natha berhenti saat melihat bagian belakang mobil yang kosong. Biasanya, sudah ada pria yang duduk manis menunggunya.
Mengerti gelagat nyonyanya, sopir Natha--Deon, menjelaskan dengan sopan, "Tuan menyampaikan pesan kepada nyonya bahwa tuan muda tidak bisa menjemput Anda untuk hari ini, karena mempunyai urusan di perusahaannya."
Natha mengangguk mengerti. Namun, hatinya sedikit kosong. Tapi ia tidak bisa begitu egois, Abyan pasti mempunyai kesibukan sekarang. Tidak mungkin akan selalu mengantar-jemputnya ke sekolah.
Setelah Natha masuk, mobil sport hitam itu mulai berjalan santai.
***
Saat Natha memasuki kamar, ia di sambut dengan tumpukan kertas yang lumayan berserakan di atas meja di kamar itu.
Langkah Natha terhenti seraya melihat pria yang tengah sibuk menulis sesuatu.
Pria itu mengangkat kepalanya. Wajah seriusnya langsung tersenyum hangat melihat gadis cantik yang berstatus istrinya tengah berdiri mematung.
"Kemarilah." Abyan menepuk kursi kosong di sampingnya. Sedangkan ia masih terduduk di kursi roda.
Natha melangkah ke arahnya dan dengan patuh duduk dengan tatapan bingung menuju kertas di hadapannya, "Apa ini?"
__ADS_1
Abyan menjulurkan tangannya merapikan rambut Natha sambil mengusapnya lembut. Ia berkata ringan, "Kertas-kertas ini adalah beberapa sertifikat seperti sertifikat real estat, kepemilikan saham, deposito bank, dan berbagai investasi untuk kamu."
Natha menatapnya terkejut.