Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Lapor Polisi


__ADS_3

Setelah pemeriksaan, mamahnya Milka pulang bersama dengan Milka dan Mayang.


"Milka, ini siapa?" tanya Mamahnya.


"Temanku, mah. Nggak apa-apa ya, jika Mayang ikut kita ke rumah kita," ucap Milka.


"Loh, ya nggak apa-apa. Memangnya kenapa siha, menginap pun nggak apa-apa," ucap mamahnya.


Di dalam hati mamahnya sempat ada rasa curiga pada saat melihat, Mayang.


"Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan teman, Milka. Sepertinya aku juga baru pernah melihatnya. Jika aku melihat dengan seksama, wajahnya mirip sekali dengan Milka," batin mamah.


Mayang pun merasa dirinya terus saja di tatap berkali-kali oleh Mamahnya Milka," kenapa mamahnya Milka terus saja menatapku seperti itu ya? apa dia mulai curiga padaku ya? tapi tadi ayah sama sekali tidak menatapku seperti yang di lakukan oleh, Mamahnya Milka."


Sepanjang perjalanan pulang, mereka diam saja. Tetapi setelah sampai di rumah, ponsel Milka bergetar tanda ada chat pesan masuk.


"Mamah masuk dulu ya, aku ingin melihat chat pesan ini," pinta Milka, di iyakan oleh mamahnya seraya keluar dari mobil seraya perlahan.

__ADS_1


"Siala yang kirim chat pesan, Milka?" tanya Mayang penasaran.


"Salah satu anak buahku yang aku tugaskan untuk mengikuti kemana pun Papah pergi."


[Non Milka, target ke rumah seorang pembunuh bayaran.]


"Milka, terhenyak kaget pada saat melihat chat pesan tersebut.


"Milka, kenapa kamu diam saja? apakah isi chat pesannya?" Mayang penasaran dengan reaksi wajah Milka.


"Papah, ke rumah pembunuh bayaran lagi. Kali ini beda orang, sepetinya ini sudah tidak bisa di biarkan lagi. Aku akan melaporkannya ke aparat kepolisian," ucal Milka.


"Astaghfirullah aladzim, Mayang. Masa kamu belum paham juga? ini suatu ancaman yang tidak main-main untuk keselamatan nyawamu," ucap Milka.


"Jadi ayah berniat menyingkirkanku kembali dengan mencari pembunuh bayaran yang lainnya?" tanya Mayang memastikan.


"Iya, Mayang."

__ADS_1


"Kenapa tega sekali Ayah ingin menyingkirkan aku? apa salahku padahal aku hanya ingin mendapatkan pengakuan sebagai seorang anak saja darinya aku tidak meminta banyak hal," ucap Mayang sedih.


"Kamu nggak usah bersedih, Mayang. Yang penting aku mengakuimu sebagai saudara kembarku. Aku tidak menolak keberadaanmu, justru aku sangat bahagia dengan pertemuan kita, makanya aku tidak ingin terjadi hal buruk kepadamu."


Mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Milka membuat Mayang terharu dan tiba-tiba memeluknya.


"Terima kasih ya, Milka. Kamu menerima aku sebagai saudaramu," ucapnya terharu.


"Sudah, nggak perlu bersedih. Sekarang secepatnya kita ke kantor polisi. Aku akan melaporkan papah ke kantor polisi. Kebetulan aku punya teman sebagai aparat kepolisian pasti dia akan bersedia membantu penyelidikanku tentang papah."


Saat itu juga Milka melajukan mobilnya menuju ke kantor kepolisian, di mana salah satu temannya bertugas. Sekarang dia tidak ingin menunggu lama lagi untuk menangkap basah Papahnya.


Beberapa menit perjalanan sampai juga Milka di kantor polisi yang hendak ditujunya. Milka langsung menemui temannya tersebut, dan mengatakan banyak hal tentang kecurigaan yang terhadap papahnya.


"Menurutmu bagaimana, Ndra?"


"Sepertinya memang kecurigaanmu terhadap papahmu ada benarnya. Tenang saja, aku akan bantu kamu menyelesaikan permasalahanmu ini," ucal Indra

__ADS_1


"Lantas apa yang harus aku lakukan sekarang ini!" tanya Milka


"Kamu sembunyikan saja, Mayang. Jika perlu untuk saat ini jangan biarkan dia beraktifitas di luar rumah. Dan aku akan segera mengusut semuanya," ucap Indra.


__ADS_2