
Kiara belum percaya sepenuhnya dengan Arya, eh malah ada kejadian seperti ini. Ia semakin nggak percaya sama sekali. Bahkan ia hanya diam saja pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh, Arya.
"Kiara, kenapa kamu tak merespon perkataanku?" teguran Arya mengagetkan lamunan Kiara.
"Memangnya aku harus mengatakan apa, mas? seharusnya kamu selesaikan dulu masalahmu dengan pacarmu, bukan malah mendekati aku? apa karena aku ini janda dan kamu anggap gampangan?"
Arya heran dengan apa yang barusan di katakan oleh Kiara," loh kok kamu jadi seperti ini? aku sama sekali sudah tidak ada hubungan dengan dirinya. Ia itu cuma masa lalu. Aku juga kaget kenapa ia tiba-tiba datang kembali. Yang aku tahu dia sudah pergi jauh ikut dengan orang tuanya di Amerika."
"Mas, aku akan kembali ke ruanganku. Karena aku baru ingat, masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan."
Kiara melangkah pergi dari ruang kerja, Arya. Bahkan ia sama sekali tidak menoleh ke arah dirinya. Ia merasa sangat kecewa di saat dirinya akan mulai percaya pada, Arya. Malah datang seorang wanita yang tak lain adalah mantan pacar Arya.
"Baru aku mau percaya, malah ada hal yang membuatku menjadi ragu pada Mas Arya," batinnya kesal.
"Alhamdulillah dech, aku belum sampai menerimanya. Jika tidak pasti aku akan lebih kecewa karena datangnya seorang wanita itu."
Terus saja Kiara mengerutu di dalam hatinya.
Apa yang di lakukan oleh Kiara juga sempat di lakukan oleh mantan pacar Arya. Ia begitu kesal dan teringat selalu di pelupuk matanya pada saat Arya memeluk Kiara.
"Aku nggak akan biarkan mereka bisa bersatu. Karena hanya aku yang tepat untuk menjadi pendamping Arya, tidak dengan wanita lain! aku harus mencari tahu tentang wanita itu dan akan aku buat wanita itu menjauh dengan sendirinya dari kehidupan Arya!"
"Entah dengan cara halus atau dengan cara kasar, akan aku lakukan. Intinya aku akan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan Arya kembali!"
"Semua ini aku lakukan supaya papah tak lagi mengusir aku dari rumah dan mencabut semua fasilitas yang ada pada diriku saat ini."
Orang tua mantan pacar Arya memang dari dulu sangat setuju jika anaknya menikah dengan Arya, mengingat Arya adalah pengusaha muda yang sangat kaya raya. Di samping dirinya seorang presiden direktur, Papahnya juga seorang prestasi direktur pula di perusahaan.
__ADS_1
Papahnya memiliki dua perusahaan besar yang salah satunya di kelola oleh Arya dan satunya di kelola oleh sendiri. Hingga membuat banyak rekan bisnisnya yang memiliki anak wanita ingin menjodohkan anak mereka dengan Arya.
Tetapi waktu itu hanya satu yang Arya pilih yakni wanita yang saat ini sudah menjadi seorang mantan. Wanita ini ternyata punya kelainan, di mana ia tak pernah puas bermain ranjang dengan satu pria. Tetapi hal ini tidak di sadari oleh orang tuanya. Karena mereka terlalu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri.
Sampai detik ini pun mereka tidak tahu jika anak gadisnya sering melakukan hubungan suami istri dengan bergonta ganti pasangan.
"Bagaimana? apakah kamu sudah berhasil membujuk Arya untuk bisa kembali lagi padamu?" tanya Papah Raka.
"Belum, pah. Bahkan aku belum bicara apa pun pada Arya, aku sudah di usirnya pergi. Malah ia pamer kemesraan dengan seorang wanita, sepertinya salah satu karyawatinya," ucap Raras.
"Apa, jadi Arya sudah punya kekasih? ini gara-gara kebodohan dirimu! kenapa kamu jalan dengan pria lain, hah!' bentak Raka kesal
"Pah, sudahlah. Namanya juga anak muda, pasti sifatnya masih labil," lerai Mamah Tita yang tiba-tiba datang membela anak nya.
Raka merasa kesal pada istrinya yang selalu saja membela Raras, hingga di didik susah sekali. Mereka benar-benar tidak tahu jika anak gadisnya sudag terlampau jauh melangkah.
Malam menjelang, Raka sengaja mengajak Raras ke rumah mewah Arya. Dia ingin meminta maaf sendiri pada Arya dan juga orang tuanya.
Tak berapa lama, mereka saat ini sudah ada di ruang tamu rumah Arya.
"Mas-mba, kami datang kemari ingin meminta maaf atas kesalahan anak kami pada Arya," ucap Raka.
"Sudahlah, kami sudah tidak mempermasalahkan kejadian beberapa tahun yang lalu. Mungkin saja memang anak-anak kita tidak berjodoh, dan Raras memang tidak cinta pada Arya," ucap Reno papahnya Arya.
Raka berusaha membujuk Arya untuk bersedia kembali pada Raras. Tetapi Arya tetap pada pendiriannya, bahkan ia mengatakan apa yang sebenarnya telah di lakukan Raras tempo dulu.
"Om-tante, jika hanya sekedar berjalan bergandengan tangan dengan pria lain. Aku masih bisa memaafkan Raras. Tetapi ini sudah di luar batas, karena pada saat aku datang ke apartement aku melihat dengan mata kepala sendiri, Raras sedang melakukan hubungan badan dengan seorang lelaki."
__ADS_1
"Pada saat itu Raras memang sempat meminta maaf, hingga pada akhirnya aku memberinya kesempatan untuknya."
"Tetapi hal itu terulang lagi. Di saat aku datang ke kantornya, ia melakukan hubungan badan dengan pria beda lagi."
"Asal om dan tante perlu tahu ya, selama aku menjalin hubungan dengan Raras. Aku sama sekali tak menyentuhnya. Tetapi perbuatannya ihhh... sungguh menjijikan."
"Mungkin saja selama dulu kuliah di Amerika juga Raras sering melakukannya dengan banyak pria."
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Arya, kedua orang tua Raras terperangah. Kini mereka baru tahu apa pemicu Arya memutuskan Raras dan bahkan sama sekali tidak bersedia kembali pada anak mereka.
"Astaga.....Raras! jadi seperti ini perbuatanmu selama ini? papah sama sekali tidak menyangka!"
Saat itu juga Raka berlaku pergi begitu saja karena rasa malu pada Arya dan orang tuanya. Sementara istrinya berpamitan pada Arya dan orang tuanya.
Selama dalam perjalanan pulang ke rumah, Raka diam saja. Dia hampir tak percaya dengan apa yang barusan di katakan oleh Arya.. Hingga pada saat sampai di rumah, Raka meminta penjelasan dari Raras.
"Coba kamu katakan pada Papah! apakah benar yang dikatakan oleh Arya tentangmu tadi? karena dulu kamu bilang Arya memutuskanmu karena salah paham, kamu jalan dengan pria lain yang hanya rekan kerjamu di kantor!"
Raras tertunduk lesu dan ia pun mengakui apa yang telah ia lakukan.
"Iya, pah. Aku memang melakukan hal itu. Aku sudah seperti kecanduan jika tidak melajukannya satu hati saja. Ini memang sudah terjadi pada saat dulu aku kuliah di Amerika, pah."
"Aku mulai melakukan hubungan badan dengan para pria bule. Dan sejak saat itu aku menjadi candu. Aku kesal pada Arya karena memang ia tak pernah mau menyentuhku. Padahal aku justru ingi di sentuh olehnya. Hingga aku meminta itu pada pria lain."
PLAK!
Satu tamparan mendarat ke pipi Raras oleh Raka.
__ADS_1