
Sejak kehadiran, Layla. Mamah Nindy merasa gelisah sepanjang masa. Ia hampir setiap malam tak nyenyak tidur, dan setiap hari juga tak enak makan.
Biasanya dia selalu mengganggu Meymey, sejak saat itu dia juga tidak pernah mengganggunya lagi. Hal ini membuat heran Bima dan Meymey.
Di sela ada kesempatan, Bima bertanya akan hal itu.
"Mah, apakah mamah sakit sehingga makannya sedikit sekali?" tanya Bima di sela sarapan.
"Nggak, hanya sedang nggak berselera saja. Juga sedang program diet, karena mamah merasa badan sudah terlalu gemuk. Kalau sudah tua kan harus lebih extra dalam menjaga kesehatan tubuh. Jika bukan diri sendiri yang menjaga, lantas siapa?" ucap Mamah Nindy sama sekali tidak ada senyuman sedikitpun.
Setelah mengucapkan akan hal itu, ia pun berlalu pergi dari ruang makan menuju ke kamarnya. Di dalam kamarnya, ia mulai gelisah kembali memikirkan Layla.
"Bagaimana caranya aku bisa menemukan rumah Layla? padahal aku sudah memerintahkan para anak buahku tetapi tidak juga ada yang mengetahui keberadaan, Layla dan anaknya. Jika seperti ini berbahaya untuk kehidupanku dan Bima," batinnya cemas.
Sementara di rumah Joni, Layla menceritakan tentang dirinya yang sempat datang ke rumah, Mamah Nindy.
"Jadi, beberapa hari lalu Mamah datang seorang diri ke rumah, Bima? hati-hati mah, bukannya Nindy itu berbahaya seperti yang pernah mamah katakan waktu itu bukan?" ucap Joni.
"Iya, benar juga yang kamu katakan. Makanya mamah meminta padamu supaya menyembunyikan rumah kita dari siapapun termasuk pada, Meymey," ucap Layla.
Mendengar kata Meymey, Joni akhirnya menceritakan jika dirinya tidak serius menjalani hubungan dengannya.
"Mah, aku kan hanya memperalat Meymey saja untuk mendapatkan segala bukti kecurangan Bima pada para kliennya supaya aku bisa mengambil alih semua kliennya dan secar tidak langsung, perusahaannya akan bangkrut. Nanti aku bisa ambil pula perusahaan milik Bima," ucap Joni.
"Joni, mamah nggak suka jika kamu mempermainkan wanita. Setelah kamu mendapatkan apa yang kamu mau, terus kamu campakkan dia begitu saja? kasihanilah juga kan, Meymey," ucap Layla.
__ADS_1
"Mah, Meymey itu bukan wanita yang baik. Jika ia wanita yang baik, nggak mungkin begitu mudahnya mengkhianati Bima dan selingkuh denganku. Aku kenal Meymey kan setelah ia bersama Bima, sedang berpacaran dengan Bima pada saat itu."
"Aku ingin mendapatkan wanita yang baik, mah. Tidak seperti Meymey ataupun Lisa."
Mendengar kata Lisa, Layla memicingkan alisnya. Ia baru tahu jika Joni tidak hanya berhubungan dengan satu wanita.
"Astaghfirullah aladzim, siapa lagi itu Lisa? jangan bilang kamu ini menjalin hubungan dengan banyak wanita. Satu wanita kamu permainkan saja, mamah nggak suka. Apa lagi banyak wanita, Joni."
"Jika kamu ingin mendapatkan wanita yang baik, seharusnya kamu juga bisa menjaga tingkah lakumu itu. Jika kamu terus saja bermain dengan banyak wanita, yang ada nanti kamu juga terjebak deNgan cinta wanita yang tidak benar."
"Berubahlah, Joni. Selagi masih ada waktu dan kesempatan. Jika memang kamu tak suka sama sekali dengan Meymey dan Lisa. Ya sudah kamu jauhi mereka berdua, dan jangan sesekali kamu memberikan suatu harapan palsu pada salah satunya."
Sejenak Joni terdiam, tiba-tiba terlintas di dalam benak dan pikirannya seorsbg wanita cantik yang tak sengaja ia lihat di sebuah cafe pada saat ia menunggu kedatangan, Meymey.
"Aku sudah berhasil memutuskan Meymey, dan aku juga akan memutuskan Lisa saat ini juga jika sudah sampai di kantor. Aku nggak mau dia semakin berharap padaku."
"Aku akan mengejar wanita yang waktu itu tak sengaja aku lihat di cafe sedang bersama kedua orang tuanya. Wanita itu sempat menggetarkan hati ini. Dan aku yakin dia seorang wanita yang baik. Terlihat dari cara berpakaiannya, tifsj terbuka seperti Meymey ataupun Lisa."
Melihat anaknya diam saja, Layla pun kembali berkata," Joni apa kamu marah dengan apa yang mamsh katakan barusan?"
"Astaga... nggak mamahku, sayang. Justru aku sangat senang, karena mamah sudah mengingatkan akan kesalahanku. Aku akan berubah, mah. Karena aku ingin mendapatkan seorang wanita yang baik. Sudah ya mah, aku akan berangkat ke kantor karena sudah agak siang."
Joni mencium punggung tangan Mamahnya dan ia pun menyudahi sarapannya karena akan segera berangkat ke kantor.
Saat itu juga, Joni meminta sopir pribadinya melajukan mobilnya menuju ke kantor. Ia juga selalu berpesan pada sang sopir supaya tidak memberi tahu tentang alamat rumahnya pada siapa pun.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya sampai juga di kantor. Dan ia langsung mendapatkan senyuman manis dari Lisa. Tetapi Joni hanya diam saja tak merespon senyuman lisa. Hingga Lisa menjadi penasaran dengan apa yang sedang di pikirkan oleh, Joni.
Lisa memutuskan untuk menemui Joni di ruangannya.
"Mas Joni, kenapa kamu tak membalas senyuman dariku? apakah kamu sedang ada masalah?" tanya Lisa penasaran.
"Nggak ada, aku justru ingin bertemu dengan dirimu dan ingin mengatakan sesuatu hal yang penting padamu," ucap Joni pasang wajah serius.
Lisa langsung senang sekali, ia berpikir jika Joni akan membicarakan tentang keseriusan hubungan dirinya. Tanpa menunggu di perintah, Lisa sudah duduk di hadapan, Joni.
"Lisa, tolong dengarkan aku baik-baik ya. Aku minta maaf sebelumnya jika ini terlalu menyakitkan bagimu. Mulai detik ini kita putus, dan aku minta kamu harus terima dengan keputusanku," ucap Joni
Lisa justru tidak bisa menerima keputusan dari, Joni. Ia merasa Joni mempermainkan dirinya saja.
"Mas, apakah semua ini karena Meymey? kamu kembali lagi padanya ya? aku nggak terima dengan keputusan ini. Mana janji dirimu untuk menikahiku? kenapa kamu ingkar janji padaku?"
Terus saja Lisa protes dengan apa yang telah di putuskan oleh, Joni. Ia sama sekali tidak terima dengan keputusan sepihak dari, Joni.
Hingga terpaksa Joni menjelaskan kembali bahwa dirinya tidak memilih Meymey.
"Lisa, aku juga telah memutuskan Meymey. Untuk saat ini aku hanya ingin fokus bekerja saja dan fokus dengan balas dendamku pada, Bima. Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti akan menemukan jodoh yang tepat dan terbaik."
Lisa adalah seorang janda muda tanpa seorang anak. Ia menikah baru beberapa bulan saja, suaminya meninggal dunia. Hingga ia bertemu dengan Joni.
Lisa memutuskan bekerja di kantoe Joni pada saat setelah tiga bulan meninggalnya suaminya. Karena ia selalu saja ingat akan suaminya dan juga ia butuh uang bukan hanya untuk menghidupi dirinya sendiri tetapi juga untuk menghidupi ibu dan seorang adiknya.
__ADS_1