Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Ingin Meminta Maaf


__ADS_3

Mendengar bentakan dari Bima, Mamah Nindy hanya diam saja. Sementara Bima berlalu pergi dari hadapan Mamah Nindy.


"Kenapa sekarang Bima menjadi seperti ini ya? padahal hidupnya sudah mapan kembali, sudah sukses kembali, tetapi masih saja sifatnya kasar kepadaku."


"Bagaimana caranya supaya sifat Bima kembali lagi seperti dulu ya? aku menginginkan dia itu selalu patuh terhadapku, tidak seperti ini!"


"Perubahan Bima terjadi pada saat kehidupan kami mendadak miskin. Seharusnya saat ini Bima sudah kembali lagi seperti sedia kala, aneh sekali."


Terus aja Mamah Nindy menggerutu sendiri sembari memikirkan bagaimana caranya supaya Bima kembali lagi seperti dulu kala menjadi anak yang penurut patuh dengan segala apa yang ia katakan.


Lain halnya Bima di dalam kamarnya, ia melamun memikirkan masa depan sendiri," hingga detik ini aku sama sekali belum bisa membuka hatiku untuk wanita lain. Aku malah takut jika dekat dengan wanita lain."


Terus saja Bima melamun dan melamun. Pikirannya malah selalu saja tertuju pada Kiara, pada saat dia melihatnya di cafe.


"Astaghfirullah aladzim, kenapa aku kok memikirkan Kiara ya? padahal kami sudah lama sekali berpisah. Apa karena dia cinta pertamaku ya? hingga aku seperti ini?"


"Dulu pun pada saat aku sudah bersama Milka, Meymey. Juga aku masih saja memikirkan Kiara tanpa sepengetahuan mereka."


"Ya Allah, semoga saja aku masih di beri kesempatan untuk bisa memiliki pendamping hidup."


******


Pagi menjelang, Bima pun menjalankan aktifitasnya seperti biasanya. Dia kini benar-benar tak pernah meninggalkan ibadahnya. Bahkan di juga rajin beramal dan juga rajin puasa.


Sikap dan kepribadian dari Bima sempat tersorot oleh atasannya.


"Aku baru pernah melihat seorang laki-laki begitu rajin ibadah. Ternyata Milka benar-benar tak salah memilih orang untuk bekerja di perusahaanku. Aku suka sekali kinerja Bima."


"Heran saja, hingga detik ini Bima kok masih saja hidup seorang diri ya? padahal wajahnya juga tampan. Kini pekerjaan juga baik."


Terus saja manager perusahaan tersebut melamunkan Bima tanpa ia sadari. Bahkan ia tanpa sadar saat itu juga menelpon, Milka.


Kring kring kring kring


Satu panggilan telepon, masuk ke nomor ponsel Milka.

__ADS_1


📱" Hay, Jenk. Ada apa ya, apa ada masalah dengan Mas Bima?"


📱" Nggak ada kok, hanya ingin sharing sedikit aja. Justru aku ingin bicara tentang, Bima."


📱" Memangnya ada apa dengan, Mas Bima?"


📱" Dia tipe pria idaman, karena selama bekerja di sini tidak pernah berulah, pendiam, juga rajin dalam beribadah."


📱" Pasti kamu suka ya, kalau suka kenapa tidak tahu dekati saja, Jenk?"


📱" Sembarangan saja kalau kamu berkata. Aku hanya sharing saja, masa di katakan aku suka padanya sih?"


📱" Jika memang suka nggak apa-apa, aku ikut senang kok."


📱" Nggak lah, aku sudah punya calon kok. Mendingan untuk kamu saja deh, lagi pula kamu kan yang merekomendasikan. Kenapa kamu tidak menjalin hubungan dengan Bima saja?"


📱" Hehehehe... kamu itu bisa saja.


Mereka terus saja bercengkrama di dalam panggilan telepon, hingga tiga puluh menit ke depan, barulah keduanya mematikan telepon.


Milka memang tidak pernah mengatakan atau bercerita kepada sahabat baiknya tersebut, bahwa Milka adalah salah satu mantan kekasihnya.


"Ternyata Mas Bima benar-benar telah berubah, aku pikir hanya pencitraan saja syukurlah kalau begitu."


"Tetapi entah kenapa aku sama sekali tidak ingin kembali lagi kepada Mas Bima, tetapi aku juga tidak bisa membencinya."


"Lain halnya dengan Joni, padahal aku tidak pernah menjalin hubungan sama sekali dengannya tapi entah kenapa aku sangat membencinya."


"Aku berpikir sikapku terhadap Joni terlalu berlebihan, seharusnya aku tidak bersikap kasar kepadanya."


"Sebaiknya aku minta maaf saja kepadanya, aku nggak ingin bertambah dosa, dan aku juga tidak akan melarang Mayang jika ingin menjalin hubungan dengan Joni."


"Lagi pula sebenarnya Joni tidak seburuk yang aku pikirkan selama ini. Entah kenapa aku kok menjadi sangat bersalah kepadanya atas sikapku selama ini kepadanya."


"Aku ingin melihat Mayang dan aku juga ingin menanyakan kepadanya apakah ia ada rasa suka pada Joni atau tidak."

__ADS_1


Setelah cukup lama melamun memikirkan banyak, hal tiba-tiba ia terpikirkan untuk meminta maaf kepada Joni dan juga ingin mengetahui tentang perasaan Mayang terhadap Joni.


Milka melajukan mobilnya menuju ke rumah yang saat ini ditempati oleh Mayang. Hanya beberapa menit saja telah sampai.


"Hai Mayang, kamu sedang apa?" tanya Milka.


Mayang hanya diam saja, ia justru murung dan tiba-tiba menangis histeris.


"Mayang, kamu kenapa apa yang terjadi padamu?" pertanyaan keluar dari mulut Milka, ia pun cemas melihat kondisi Mayang yang sepertinya sangat ketakutan.


Mayang pun menceritakan bahwa barusan ia hampir saja disakiti oleh seseorang yang berpostur tubuh tinggi kekar, akan tetapi ada beberapa pria juga yang menyelamatkan dirinya sehingga ia tidak sampai terluka sedikitpun.


"Bagaimana ciri-ciri pria yang telah menolongmu itu?" tanya Milka penasaran.


"Dua pria yang menolong ku itu bertubuh tinggi, juga tetapi tidak menyeramkan seperti pria yang hampir saja melukaiku. Pria itu memakai ber jaket hitam pokoknya memakai serba hitam," ucap Mayang.


"Pria yang akan melukaiku sangat menyeramkan, rambutnya gondrong berkumis tebal bertato, juga beranting. Dan dia tiba-tiba menghadangku dengan sebuah pisau yang ia tempelkan di leherku. Lihatlah ini, ada sedikit luka di leherku."


Mayang memperlihatkan goresan bekas pisau yang ada di lehernya.


"Sebentar ya aku akan menelpon seseorang."


Untuk memastikan apakah dua orang yang dimaksud oleh Mayang itu adalah anak buahnya, Milka pun segera menelpon salah satu diantaranya.


Tetapi belum juga Milka menelpon, malah salah satu dari anak buahnya tersebut menelpon dirinya.


📱" Ya ada apa, kamu menelponku? ada berita terbaru dari tugas yang aku berikan."


📱" Kami baru saja telah menyelamatkan saudara kembar, Non Milka. Jika kami telat sedikit saja mungkin saat ini saudara kembar, Non telah tiada."


📱" Jadi pembunuh bayaran itu benar-benar menyerang saudara kembarku?"


Salah satu anak buah Milka menjelaskan bagaimana pembunuh bayaran tersebut menyerang Mayang. Bahkan anak buahnya tersebut juga mengatakan di mana lokasi penyerangan tersebut.


Setelah itu barulah keduanya mematikan panggilan telepon. Mayang pun menanyakan satu hal kepada Milka," apakah orang yang menolongku itu adalah anak buahmu Milka?"

__ADS_1


"Iya benar sekali. Barusan aku mendapatkan telepon dari salah satunya, padahal niatnya aku ingin menelpon mereka terlebih dahulu ingin menanyakan tentang tugas yang telah aku berikan."


" Mayang, kamu harus berhati-hati ya. Orang yang telah menyerangmu itu adalah orang bayaran dari Papah kita."


__ADS_2