
Mayang pun berkata," bagaimana baju tak bertemu dengan ayah? jika aku bekerja disalah satu kantormu, pasti suatu saat nanti ayah juga akan bertemu denganku."
Sejenak Milka terdiam, di dalam hatinya membenarkan apa yang Mayang katakan," benar juga apa yang dikatakan oleh Mayang. Lantas apa yang harus aku lakukan untuk ini ya?"
Milka diam saja untuk mencari solusi yang tepat, lantas Arya berkata," apakah untuk sementara waktu Mayang bekerja di kantorku dulu, nanti setelah kamu menemukan cara yang tepat Nayang bisa resign."
"Iya, Milka. Jika kamu mengkhawatirkan keselamatan Mayang, sebaiknya ikuti saja saran Mas Arya, supaya Mayang untuk sementara waktu bekerja di kantornya." Kiara membenarkan perkataan suaminya.
"Bagaimana, Mayang. Apakah kamu bersedia bekerja di kantor Mas Arya? itu semua juga tergantung padamu," tanya Milka karena ia belum mendapatkan suatu solusi yang tepat.
"Aku ingin tahu terlebih dahulu, apakah papah ingin berniat buruk padamu atau tidak. Karena aku akan menyelidiki hal ini lewat orang-orang kepercayaanku," ucap Milka.
Pada akhirnya telah diputuskan untuk sementara waktu Mayang kerja di perusahaan Arya dan untuk tempat tinggal, Mayang akan menempati salah satu rumah yang dimiliki oleh, Milka.
Saat itu juga Mayang mengemasi semua pakaiannya dan Mayang mengikuti kemana Milka pergi. Milka melajukan mobilnya menuju ke sebuah rumah mewah tetapi tidak besar. Karena rumah ini untuk persinggahan sementara baginya dikala suntuk berada di rumah. Bahkan orang tuanya tidak mengetahui jika Milka mempunyai investasi sebuah rumah yang tidak begitu besar tetapi mewah.
Hanya beberapa investasi rumah yang megah dan besar yang orang tuanya tahu, tetapi tidak untuk rumah yang satu ini.
"Mayang, kamu tinggal di sini ya. Kamu nggak usah khawatir karena di sini ada sepasang suami istri, bisa untuk menemani dirimu. Sewaktu-waktu aku juga bermalam di sini dan rumah ini tidak diketahui oleh papah sama sekali."
"Jika kamu memerlukan sesuatu, bisa minta tolong Mamang atau Bibi. Mereka itu memang aku tugaskan untuk mengurus rumah ini. Jadi kamu tak usah sungkan, nanti aku juga akan mengatakan kepada mereka untuk selalu menyediakan apa yang kamu perlukan."
Tiba-tiba Mayang memeluk Milka dengan Isak tangisnya," terima kasih Milka atas segala kebaikanmu padaku."
Milla membalas pelukan Mayang dengan mengusap punggungnya," kamu tidak perlu berterima kasih, karena sudah seharusnya aku berbuat seperti ini padamu. Bahkan jika kita dari kecil bersama pasti saat ini kamu bisa memimpin salah satu perusahaan. Walaupun yang sebenarnya satu perusahaan itu resmi milik aku pribadi, tetapi kelak perusahaan yang dimiliki oleh Papah akan aku berikan kepadamu."
__ADS_1
'Awalnya aku mengira jika kamu mengetahui bahwa aku adalah saudara kembarmu, kamu tidak akan menerimaku. Ternyata pikiranku salah, aku sempat khawatir mendapatkan penolakan darimu, Milka."
Mendengar pernyataan dari Mayang, sejenak Milka melepaskan pelukan Mayang," hei, aku tidak seburuk yang kamu pikirkan ya. Aku masih punya hati nurani dan jiwa sosial loh."
Milka terkekeh seraya menepuk-nepuk bahu Mayang dan mengajaknya untuk berkenalan dengan Mamang dan Bibi.
"Mang-Bibi, ini saudara kembarku yang telah lama berpisah denganku. Yang selama ini aku cari tidak juga ketemu dan pada akhirnya saat ini telah berhasil aku temukan."
"Namanya Milka, ia akan tinggal di sini. Tolong jika ia butuh sesuatu bantu dia. Dan aku harap kalian bisa bekerja sama dengan, Milka."
"Bersikap baiklah kepada, Milka seperti kalian bersikap baik padaku ya. Aku titip Milka sama Mamang dan Bibi ya. Jangan khawatir aku juga sesekali akan menginap di sini seperti biasanya."
Mamang dan Bibi tersenyum ramah menyalami Mayang seraya mereka mengangguk pelan mendengar segala pesan dari, Milka.
Untung saja ada satu perbedaan di antara keduanya yang bisa digunakan untuk mengenali mana yang Mayang dan mana yang Milka.
"Mayang, kamu istirahat. Nanti aku akan memesankan makanan untukmu, dan untuk Mamang dan Bibi."
"Aku akan segera pulang, karena ada hal yang harus aku urus. Kami jaga diri baik-baik ya, Mayang. Jangan keluyuran dulu, jika aku belum mengizinkan. Karena aku merasa saat ini keselamatanmu sedang terancam."
"Bi, mulai besok Bibi memasak ya untuk Mayang. Aku sekarang akan pulang, tapi nanti jika ada seseorang yang mengirim makanan tolong diterima ya. Ingat pesanku selalu, jika ada seseorang yang tak di kenali datang ke rumah ini, tolong jangan di izinkan masuk."
Setelah mengatakan banyak nasehat kepada Mamang dan Bibii serta kepada Mayang, Milka pun segera beranjak pergi dari rumah tersebut.
Tanpa ia melupakan untuk memesan makanan online bagi Mamang Bibi serta Mayang. Sejenak Milka ingat sesuatu, ia pun mengirimkan chat pesan ke dalam nomor ponsel, Mayang.
__ADS_1
Drt drt drt drt drt
Satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel Mayang, ia pun lekas membuka chat pesan tersebut.
[Mayang, maaf ada satu yang terlupakan. Aku minta kepadamu, tak usah bercerita tentang masa lalumu pada Mamang dan Bibi. Tak usah curhat apapun, biarkan mereka tahunya seperti apa yang aku katakan barusan kepada mereka.]
Mayang pun lekas membalas chat pesan tersebut.
[Baiklah, Milka. Kamu tak perlu mengkhawatirkan akan hal itu. Aku tidak akan bercerita apapun pada Mamang dan Bibi tentang masa laluku. Kamu tenang saja semuanya aman.]
Milka tersenyum pada saat membaca balasan chat pesan dari Mayang, karena ia sempat khawatir sama Mayang. Akan kebablasan mengatakan semuanya tentang masa lalu dirinya kepada Mamang atau Bibi.
Milka sengaja mengirimkan chat pesan seperti itu untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi hal buruk.
Milka pun melajukan mobilnya menuju arah pulang, ia terus saja terdiam seolah sedang memikirkan sesuatu tentang rencana selanjutnya.
Pada saat ia akan sampai ke pintu gerbang, tak sengaja ia melihat mobil papahnya melintas keluar.
Mendadak pikirannya curiga kepada Papahnya. Ia pun mengikuti laju mobil papahnya tersebut tanpa sepengetahuan papahnya.
"Gerak-gerik papah sangat mencurigakan. Akan pergi ke mana dia? aku harus mengetahuinya secara langsung."
"Karena jarang sekali papah pergi dengan mengemudikan mobilnya sendiri. Biasanya dia selalu mengajak sopir pribadinya untuk menemaninya kemanapun ia pergi."
Terus saja Milka mengikuti laju mobil papahnya tersebut. Ia sengaja mengikuti laju mobil papahnya dengan jarak yang lumayan jauh, supaya tidak ketahuan oleh, papahnya. Mobil terus saja melaju di jalanan yang lumayan rame.
__ADS_1