Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Dilema


__ADS_3

Joni sebenarnya tidak setuju dengan saran Kiara dan Arya untuk move on dari Milka. Karena ia sangat mencintai Milka, akan sangat susah bagi dirinya melupakan Milka.


"Apakah tidak ada cara lain lagi supaya aku bisa meluluhkan, Milka? sepertinya aku akan sangat susah untuk bisa move on darinya," ucap Joni seraya menghela napas panjang.


"Jika kamu tidak berusaha membuka hatimu untuk wanita lain mana bisa kamu move on dari Milka? izinkan hatimu untuk bisa menerima wanita lain, aku yakin kamu akan bisa melupakannya," saran Kiara.


"Iya, Joni. Aku setuju dengan saran Kiara, apalagi wanita di dunia ini kan banyak sekali yang lebih baik daripada, Milka. Jangan putus asa dan hanya bertumbuh pada satu wanita saja," saran Arya.


"Kalian tidak mengerti betapa tersiksanya hati ini, karena aku sudah ingin menikah seperti kalian dan memiliki momongan. Hanya itu saja tujuan hidupku, karena segalanya telah aku punya. Hanya pendamping hidup saja yang belum aku punya. Apalagi mamah terus saja ngoceh, kapan kamu menikah, kapan kamu punya anak? membuat telinga ini rasanya ingin aku sumpah saja," ucap Joni kembali.


"Kamu nggak boleh marah pada mamahmu, karena ia tidak salah. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik buat anaknya. Seperti halnya aku dulu juga sama seperti itu, pada saat aku bertahan dengan status jandaku. Berikan saja pengertian pada mamahmu, supaya tidak terus menuntutmu untuk lekas menikah."


"Kalau bisa cara bicaramu yang halus, jangan kasar supaya mamahmu itu bisa mengerti dan memahami kondisimu saat ini. Bilang saja, belum bertemu jodoh yang tepat hingga masih sendiri.".


"Jika jodoh takkan kemana-mana, nggak usah di cari pasti dia datang sendiri. Intinya semua sudah ada yang atur. Jika semakin kita kejar malah semakin menjauh."


Begitulah Kiara menasehati Joni, ia sama sekali tidak tahu seperti apa masa lalu Joni. Karena Joni tak pernah bercerita tentang dirinya di masa lalu. Dia hanya bercerita tentang saat ini saja.


Setelah cukup lama, Joni berada di rumah Kiara. Ia pun berpamitan pada Arya dan Kiara untuk segera kembali ke rumah. Karena jika terlalu lama pergi, dia tidak akan tenang meninggalkan Mamahnya seorang diri saja.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


Joni telah sampai di rumah, dia mendapati Layla sedang bersantai di teras halaman dengan seorang SPG yang menawarkan alat-alat dapur. Sekilas Joni terkesima karena pada saat ia menatap wajah SPG itu mirip sekali dengan Milka.


"Astaga..apa aku nggak salah lihat ya? kok gadis ini mirip sekali dengan, Milka?" batin Joni.


"Hey, Jon. Duduklah sini, bantu mamah pilih warna alat dapur ini. Mamah butuh banget, tapi mamah kok bingung memilihnya karena semuanya bagus dan menarik," ucap Layla mengagetkan lamunan Joni.


"Jika bingung untuk memilih, ambil saja semua warna kan beres. Nggak buat mamah pusing, ya kan mba?" ucap Joni seraya sesekali melirik ke arah SPG tersebut.


"Benar juga apa yang di katakan oleh anak, Tante," ucapnya lembut.


"Hem, si mbak mah gitu. Hhee.. maunya di beli semua dech," goda mamah Layla terkekeh.


"Eh kalau di beli sama penjualnya sekalian boleh nggak sih?" tiba-tiba Joni tanpa sadar berkata seperti itu.


"Hhee..maaf ya mbak. Jangan marah,aku cuma bercanda kok. Total semuanya berapa, mba? biar di ambil saja semua warna," ucap Joni.


Sang SPG pun mengatakan harga barang tersebut jika di ambil semuanya. Setelah itu dia berpamitan pulang, tetapi Joni ada saja akalnya untuk bisa mendapatkan nomor ponsel SPG tersebut. Dengan berbagai alasan, dia berhasil mendapatkan nama dan nomor ponsel SPG itu.


Seperginya SPG itu, Mamah Layla pun bertanya," apakah kamu suka dengan gadis tadi? hingga kamu meminta nomor ponselnya?"


"Entahlah, mah. Sepertinya aku memang tertarik padanya, mah. Apakah mamah tidak setuju jika aku dengannya?" tanya Joni ragu.

__ADS_1


"Mamah tidak akan setuju jika niatmu hanya untuk mempermainkan gadis itu saja. Tetapi jika kamu benar-benar serius dengannya, Mamah tidak akan melarangnya," ucap Mamah Layla.


"Benarkah, mah? baiklah aku tidak akan mempermainkannya, sudah cukup aku bermain dengan para wanita. Kali ini aku benar-benar serius, semua demi mamah," ucap Joni.


"Bukan demi mamah, tapi demi dirimu sendiri. Demi masa depanmu juga, Joni. Karena setiap perbuatan yang telah kamu lakukan akan ada balasnya, jadi jangan terus berbuat tidak baik," nasehat Mamah Layla.


Sejenak Joni diam saja, ia pun menyadari akan semua kesalahannya selama ini.


"Apa yang mamah katakan memang ada benarnya. Aku tidak bisa mendapatkan hati Milka, pasti semua itu karena karmaku dulu dimana aku suka sekali mempermainkan para wanita. Hingga kini aku di permainkan oleh perasaanku sendiri," batin Joni.


Setelah itu dia melangkah masuk ke dalam rumah tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi kepada mamahnya. Layla mengernyitkan alisnya, ia heran dengan perubahan sikap pada anak semata wayangnya," ada apa dengan Joni? apakah karena kata-kataku tadi hingga dia seperti itu? semoga saja kali ini Joni benar-benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik."


Di dalam kamarnya, Joni menatap nomor ponsel milik SPG itu.


"Hem, Mayang. Nama yang indah, tetapi apakah aku benar-benar bisa move on dari Milka, dan aku membuka hatiku untuk Maya? semoga saja Mayang bisa menerimaku, tetapi aku akan menggunakan taktik seperti yang dilakukan Arya pada Kiara tempo dulu."


"Aku tidak akan langsung mengutarakan isi hatiku, tetapi aku akan pendekatan terlebih dahulu pada, Mayang. Semoga saja kali ini aku benar-benar bisa move on pada Milka. Dan aku berjodoh dengan Mayang. Walaupun awalnya aku tidak ada rasa cinta pada Mayang, tapi aku yakin lambat laun kami akan saling mencintai."


"Hem, memang awalnya aku ingin berkenalan dengan Mayang karena wajahnya sangat mirip dengan Milka. Bukan berarti aku ingin memperlakukan Mayang hanya sebagai pelarian saja."


Terus saja Joni bergumam di dalam hatinya, ia begitu gundah gulana dengan dirinya sendiri. Tetapi ia juga harus melangkah melanjutkan hidupnya. Ia tidak ingin mengharapkan hal yang tak pasti. Yakni mengharapkan cinta dari Milka.

__ADS_1


"Ya Allah, tolong berikanku petunjukMu. Supaya aku bisa benar-benar membuat sebuah keputusan yang tepat untuk masa depanku ini. Karena sampai detik ini hatiku masih saja tertuju pada, Milka. Ya Allah, tolonglah aku untuk menghadapi problematika hidupku ini," batin Joni.


Terus saja Joni gundah gulana, memikirkan kehidupan dirinya. Masa depannya.


__ADS_2