Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Meninggalnya Ibu, Mayang


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Kiara, Joni hanya berhooh ria. Ia pun tidak bertanya lagi karena sudah tidak penasaran.


"Joni apakah kamu sudah tahu kebenaran tentang, Mayang? jika sebenarnya Mayang ini adalah saudara kembar dari, Milka?" tanya Kiara menyelidik.


Sejenak Joni hanya diam saja karena sebenarnya dia telah mengetahui semua tentang kebenaran saudara kembar, Mayang. Tetapi ia ragu untuk mengatakannya kepada Kiara di depan, Mayang.


"Joni, jawab saja sejujurnya jika kamu telah mengetahui kebenaran ini. Nggak usah kamu tutupin lagi," bujuk Arya.


Mayang sempat memicingkan alisnya," Mas Arya-Mbak Kiara, jadi kalian mengenal Mas Joni?"


"Iya, Mayang.


Joni ini teman dekat suamiku," ucap singkat Kiara.


"Dunia ini begitu sempit ya mbak? karena ternyata orang-orang yang ada di sekeliling kita saling mengenal satu sama lain," ucap Mayang


"Joni, kenapa dari tadi kamu diam saja? sepertinya kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari kami," Arya terus saja memojokkan Joni.


"Bagaimana ini? sepertinya Arya dan Kiara sudah mengetahui jika Mayang adalah saudara kembar dari Milka. Apakah lebih baik aku katakan saja pada mereka jika sebenarnya aku juga sudah mengetahuinya, bahkan papahnya Milka juga sudah tahu tentang keberadaan Mayang." Joni mulai dilema, dia bingung akan mengatakannya atau menyimpan rahasia tersebut.


"Joni, biasanya kamu kan terbuka sekali pada kami berdua. Kenapa hari ini kamu diam saja? tak berkata apapun, tidak seperti biasanya kamu itu cerewet sekali," oceh Kiara yang sedikit kesal melihat sikap diamnya Joni.


"Mbak-Mas, biarkan saja dia diam saja. Bukankah itu lebih baik, daripada dia terus saja berkata-kata," timpal Mayang


"Mayang, kenapa kamu berkata seperti itu tentangku?" rajuk Joni.


"Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya bahwa memang aku telah mengetahui jika Mayang adalah saudara kembar dari Milka. Aku tahu hal ini juga kemarin pada saat aku cerita tentang Mayang kepada papahnya Milka. Dan tiba-tiba Papahnya Milka menceritakan tentang masa lalunya yang menyangkut hubungannya dengan almarhumah ibunya Mayang."


Akhirnya Joni pun menceritakan semuanya kepada Mayang di hadapan Arya dan Kiara, tentang semua cerita yang dilontarkan oleh papahnya Milka kepadanya.


"Jika Mas Joni telah tahu, kenapa tidak langsung memberitahuku?" rajuk Mayang.


"Aku belum sempat mengatakannya padamu, karena kebetulan di dua perusahaanku begitu banyak pekerjaan. Aku minta maaf Mayang, tolong kamu jangan marah ya," ucap Joni khawatir Mayang marah.

__ADS_1


"Sudahlah tak usah diributkan lagi. Kami berinisiatif ingin mengajak Mayang tinggal di rumah kami, untuk sementara waktu. Karena sebelum Ibunya meninggal dunia telah berpesan pada kami, untuk membantunya mempertemukan Mayang dengan ayah kandung dan juga saudara kembarnya,' ucap Kiara.


"Aduh bagaimana ini? jika Mayang bertemu dengan Milka dan juga Papahnya, pasti papahnya Milka mengira akulah yang telah memberitahukan tentang kebenaran masa lalunya," batin Joni cemas.


"Joni, kenapa kamu terlihat sangat panik dan cemas seperti itu? sebenarnya apalagi yang telah kamu sembunyikan dari kami? karena sebelumnya kamu tidak pernah menyembunyikan apapun dari kami berdua?" tegur Arya curiga melihat gelagat Joni yang tidak seperti biasanya.


Arya telah paham dengan sifat Joni, makanya ia tahu jika saat ini Joni telah menyembunyikan sesuatu.


"Tidak ada kok, Arya. Kenapa sih kamu curiga seperti itu padaku? aku sama sekali tidak menyembunyikan apapun dari kalian berdua, hanya perasaanmu saja, Arya. Kenapa kamu berprasangka buruk sih?" ucap Joni mencoba untuk menutupi kegugupannya.


Beberapa saat kemudian Mayang pun bersedia untuk sementara waktu tinggal di rumah Kiara, karena memang dirinya akan selalu teringat Ibunya dan akan bersedih terus jika berada di rumahnya seorang diri.


Mayang pun lekas mengemasi barang-barangnya yang sekiranya perlu dibawa untuk tinggal sementara waktu di rumah Kiara.


Joni juga membantu membawakan dagangan perabot milik Mayang. Saat itu juga mereka bersama-sama pergi ke rumah Kiara. Dengan dua mobil, yakni mobil Arya dan mobil Joni.


" Wah.. aku jadi lebih gampang untuk bisa bertemu dengan Mayang, karena ia tinggal di rumah, Kiara," batin Joni.


Di sisi lain ia merasa cemas juga, jika suatu saat nanti Mayang telah berhasil bertemu dengan saudara kembar dan ayah kandungnya. Pasti semua kebenaran terkuak juga jika dirinya pernah menyimpan rasa cinta kepada saudara kembar Mayang yakni, Milka.


Tapi ia mencoba menepis rasa cemas itu, karena ia tidak ingin terus terbelenggu oleh perasaan panik dan khawatir.


********


Pagi yang cerah, hari pertama Mayang tinggal di rumah Kiara. Dirinya belum terbiasa masih terasa kagok.


Walaupun sebenarnya Kiara dan keluarganya sangat baik padanya m Tidak menganggap dirinya tamu, tetap Mayang sudah di anggapnya seperti saudara.


"Mayang, kamu tak usah merasa sungkan di rumah kami, anggap saja rumah sendiri. Kami juga akan membantumu untuk mengadakan syukuran atas meninggalnya ibumu. ukankah seperti itu, mas Arya?" tanya Kiara untuk memastikan pada suaminya.


"Benar sekali sayang, kita akan selalu membantu Mayang untuk segala hal," ucap Arya meyakinkan Mayang.


"Terima kasih ya, Mba Kiara-Mas Arya. Kalian benar-benar sangat baik padaku. Entah bagaimana jadinya jika tidak ada kalian berdua, mungkin aku akan selalu bersedih hati mengingat kematian ibuku dan bisa jadi aku malah putus asa karena hidup sendiri kesepian," ucap Mayang.

__ADS_1


"Mayang, kamu tak usah mengatakan hal buruk untuk dirimu sendiri. Jalanmu masih panjang, masa depanmu bakal cerah. Berpikirlah positif selalu, ikhlaskan kepergian ibumu supaya dia tenang di alam sana."


"Janganlah berputus asa, yakinlah bahwa kelak kamu akan menemukan kebahagiaan," nasehat Kiara.


"Tapi aku cemas, jika saudara kembarku dan juga ayah kandungku tidak mau menerima aku, bagaimana?" Mayang terlalu cemas dengan sesuatu hal yang belum jelas.


"Mayang, kamu tak boleh berpikiran negatif. karena aku tahu betul bagaimana sifat Milka. Dia adalah seorang gadis yang sangat baik hati. Aku yakin dia malah akan merasa bahagia jika mengetahui bahwa sebenarnya dirinya mempunyai seorang saudara kembar."


Kiara mencoba meyakinkan kepada Mayang, bahwa adalah gadis yang sangat baik hati.


"Iya, Mayang. Belajarlah untuk selalu berprasangka baik pada orang lain. Jadi hasilnya baik," ucap Arya.


Mayang pun hanya diam saja pada saat Arya dan Kiara menasehati dirinya. Ia masih saja tidak yakin dengan ucapan sepasang suami istri tersebut. Tetapi ia berusaha untuk tidak khawatir lagi.


"Mayang, kita akan bantu kamu setelah kamu benar-benar sudah tenang ya. Karena saat ini kamu masih dalam kondisi berduka."


"Iya, Mayang. Bagaimana kalsu sudah tujuh hari kematian ibumu saja. Kita akan mulai mendekatkanmu dengan Milka ya."


Mayang mengiyakan apa yang suami istri tersebut katakan.


Walaupun Mayang tinggal di rumah Kiara, tetapi ia tetap bekerja. Karena ia tak ingin bergantung sepenuhnya pada Kiara dan suaminya.


*********


Sementara di rumah, Joni sedang gelisah. Ia memikirkan Mayang.


"Apakah sebaiknya aku memberi Mayang pekerjaan di salah satu perusahaanku ya? supaya aku lebih leluasa untuk bisa mendekati, Mayang," batinnya gundah gulana.


Kegelisahan yang sedang di rasakan oleh Joni, bisa di lihat oleh Lyla. Ia pun mendekati anak semata wayangnya," Joni, apa yang sedang meresahkan hatimu? hingga kamu seperti ini?"


Joni pun bercerita pada Lyla tentang Mayang yang kini sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Dan saat ini tinggal di rumah Kiara.


Joni juga menceritakan tentang kisah masa lalu Mayang. Semua di ceritakan Joni pada mamahnya.

__ADS_1


__ADS_2