
Satu bulan kemudian....
Di selenggarakan pernikahan mewah antara Kiara dan Arya. Bahkan pernikahan ini terdengar hingga ke telinga Bima dan juga Mamah Nindy.
"Hem..kamu lihat kan? dugaan mamah selama ini benar bukan? jika dulu Kiara nggak berselingkuh dengan bosnya, mana mungkin saat ini mereka menikah?"
Mamah Nindy mencoba menghasut Bima, supaya ia bertambah benci pada Kiara. Bima sejenak diam saja, tangannya mengepalkan tinjunya.
"Pantas saja waktu itu, Kiara tidak mau memberikan maaf padaku. Jadi seperti ini, karena dia berpacaran dengan bosnya dan saat ini mereka menikah," batinnya kesal dan ia tidak terima jika Kiara bahagia dengan pria lain.
"Bima, apakah kamu akan tinggal diam seperti ini?" tanya Mamah Nindy.
"Maksud mamah bagaimana ya?" Bima justru balik bertanya karena ia tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Mamahnya.
"Dasar bodoh! makanya gampang banget kamu di tipu para wanita karena kebodohan dirimu ini!" umpat Mamah Nindy.
"Astaga...mah! kenapa sih malah mengumpat anak sendiri?" rajuk Bima kesal.
"Karena kamu memang benar-benar bodoh, makanya mamah kesal padamu. Kamu seharusnya bertindak tegas dengan membalas apa yang telah dilakukan oleh Kiara padamu! jika perlu mamah akan temani dirimu ke acara resepsi pernikahan Kiara. Kita harus memberikan pelajaran kepadanya!"
Bima mengerutkan dahinya pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Mamahnya," kita akan ke pernikahan Kiara? aku tidak mau, mah! untuk apa aku ke sana, untuk mempermalukan diri sendiri?"
Mamah Nindy terus saja marah pada Bima pada saat mendengar penolakan dari anaknya," Mamah sangat kecewa padamu karena kamu tidak menuruti apa mau mamah, jika begitu biar mamah sendiri yang akan ke resepsi pernikahan Kiara!"
Bima sana sekali tidak menghiraukan apa yang mamahnya katakan, ia tidak peduli dengan pernikahan Kiara. Setelah penolakan Kiara untuk memaafkannya, ia menjadi malas untuk berurusan dengan Kiara. Walaupun di dalam hatinya tidak rela melihat Kiara bahagia dengan pria lain.
__ADS_1
Saat itu juga mamah Nindy pergi ke acara resepsi pernikahan Kiara. Bima sama sekali tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh mamahnya.
Bima memutuskan merebahkan dirinya di kamar, daripada mengikuti kepergian mamahnya yang akan membuat keributan di acara pernikahan, Kiara.
Mamah Nindy pergi ke resepsi pernikahan Kiara dengan memesan taksi on-line. Hanya beberapa menit saja dia telah sampai di sebuah hotel berbintang lima di mana saat ini telah diselenggarakan resepsi pernikahan pasangan pengantin Kiara dan Arya.
"Luar biasa, resepsinya begitu meriah dan mewah. Kiara benar-benar beruntung, karena setelah berpisah dari Bima, ia malah mendapatkan seorang presiden direktur yang sangat kaya raya."
"Aku tidak terima jika Kiara hidup berbahagia, sementara anakku saat ini hidup menderita. Aku yakin saat ini dia sedang menertawakan apa yang telah menimpa aku dan anakku."
"Lihat saja ya Kiara, aku akan mempermalukan dirimu di hadapan semua tamu undangan yang hadir di acara resepsi pernikahan ini. Aku yakin pihak pengantin lelaki pasti akan merasa kecewa dan pada akhirnya akan menceraikanmu saat ini juga."
"Aku tidak rela jika melihatmu bahagia, aku lebih senang jika melihatmu sengsara dan menderita selamanya."
Terus saja Mamah Nindy menggerutu di dalam hatinya. Dengan penuh percaya diri, ia melangkah masuk ke dalam hotel berbintang lima tersebut, walaupun dirinya tidak diundang oleh, Kiara.
"Hay, Kiara? kenapa menatapku seperti itu, apakah kamu tidak suka mantan mamah mertuamu datang ke acara bahagiamu ini? dulu kamu mengatakan bahwa dirimu tidak ada hubungan sama sekali dengan pria yang saat ini telah menjadi suamimu."
"Tetapi ternyata terbukti bukan, apa yang aku katakan saat ini? kamu malah menikah dengannya, dasar wanita matre!"
"Apa kalian tidak malu, melakukan perselingkuhan hingga menghasilkan seorang anak? dan kalian baru bisa menikah setelah anak itu lahir sungguh, menjijikan sekali!"
Mamah Nindy sama sekali tidak merasa malu mengatakan banyak hal di depan semua tamu undangan yang ada di resepsi pernikahan tersebut. Ia bahkan merasa dirinya hebat dengan mengatakan apa yang sebenarnya tidak pernah dilakukan oleh Kiara dan Arya.
Arya sangat kesal, tangannya pun mengepal. Ia pun mengertakan giginya pada saat ia akan melangkah maju untuk menghardik Mamah Nindy, Kiara melarangnya.
__ADS_1
"Mas Arya, nggak usah memperdulikan orang seperti dia. Biarkan dia mengatakan segala hal, yang penting kita tidak pernah melakukan apapun yang dituduhkan olehnya pada kita."
"Kiara, kamu tidak berani membantah apa yang aku katakan karena semua itu kenyataan. Jadi kamu tidak bisa menyangkalnya, iya kan?" ejek Mamah Nindy.
"Bukan begitu, bagiku tidak penting meladeni orang seperti anda. Memangnya anda nggak ada kerjaan yah, jadi ingin berbuat onar di sini? apa anda merasa iri, karena saat ini aku telah mendapatkan suami yang lebih baik dari anak, anda?" ucap Kiara tersenyum sinis.
Pada saat Mamah Nindy akan membalas perkataan Kiara, tiba-tiba ada seseorang berkata panjang lebar yang membuat Mamah Nindy merasa di permalukan.
PROK PROK PROK!
Suara tepuk tangan mengalihkan perhatian semua orang dan memandang ke arah sumber tepuk tangan tersebut.
"Hebat sekali anda, Tante Nindy. Berkacalah terlebih dahulu sebelum anda mencaci maki orang. Apa perbuatan anda sudah benar? apa anda telah lupa dengan dosa di masa lalu anda kepada kami?"
"Anda sendiri yang menjijikan, telah merampas hak mamahku dan aku. Anda yang telah merebut papahku dengan menghasutnya mengatakan bahwa kehamilan mamahku bukan anak darinya!"
"Apa yang telah anda lakukan pada mamahku dulu, ternyata anda lakukan juga pada mantan menantu anda."
"Anda menggunakan Bima layaknya seperti boneka, anda. Dengan menghasutnya bahwa anak yang sedang di kandung olehnya bukan anak dari Bima."
"Aku sudah tahu semuanya, Tante Nindy. Apa perlu aku laporkan anda ke aparat hukum dengan kasus pencemaran nama baik. Arya ini adalah teman baikku, dan aku tidak akan membiarkan dia di coreng namamya oleh anda."
"And sudah tidak punya apa-apa lagi, tetapi masih bisa sombong. Apa anda sama sekali tidak punya rasa malu? tidak di undang kok datang hanya untuk mempermalukan diri sendiri."
Mamah Nindy diam pada saat Joni mengatakan banyak hal. Kini Layla pun ikut berkata," Nindy, apa kamu belum puas dulu telah merampas kebahagiaanku? dan kini kamu iri dengan kebahagiaan mantan menantumu?"
__ADS_1
Mamah Nindy celingngukan, ia mulai panik dan wajahnya pucat pasi tidak bisa berkata apa-apa. Ia pun berlalu pergi dari tempat resepsi pernikahan Kiara. Ia malah malu sendiri.