Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Bima Terjebak Juga


__ADS_3

Saat ini Bima dan Meymey sudah sampai di sebuah cafe. Tanpa sepengetahuan dari Bima, Meymey telah memerintah salah satu sahabatnya yang bekerja menjadi salah satu pelayan cafe tersebut, untuk menaruh obat perangsang di minuman milik Bima.


Pada awalnya temannya tersebut tidak bersedia untuk membantunya, tetapi dengan diiming-imingi uang yang banyak Ia pun menuruti kemauan Meymey.


"Sayang, aku belum memberikannya kado ulang tahun untukmu karena kamu memberitahunya begitu mendadak. Aku minta maaf ya."


Bima menggenggam kedua tangan Meymey dengan tatapan yang sangat sendu.


Meymey pun mengatakan jika hal itu tidaklah menjadi masalah buat dirinya. yang terpenting baginya adalah perhatian dari Bima.


Bima pun sangat senang mendengar pernyataan dari Meymey tersebut. Di dalam hatinya, ia sangat bangga dan berpikir bahwa pilihannya tidak salah.


Tak berapa lama minuman pun terhidang di hadapan Meymey dan juga Bima. Dengan kode lirikan matanya terhadap pelayan tersebut, Meymey sudah tahu jika tugas temannya tersebut sudah dilaksanakan dengan baik.


Tanpa ada rasa curiga sedikitpun, Bima menenggak minuman yang disajikan di hadapannya. Hanya beberapa menit saja, obat yang tercampur di dalam minuman tersebut telah bereaksi.


Tiba-tiba Bima merasakan suhu tubuhnya berubah menjadi panas tak karuan dan ia merasakan ingin sekali melakukan hubungan badan. Keringat bercucuran keluar dari tubuhnya, sampai Meymey bisa melihat akan hal itu.


Meymey mengambil sebuah tisue dan mengusap keringat yang bercucuran dipelipis Bima.


"Mas Bima, apakah kamu sakit? kenapa tiba-tiba kamu berkeringat dingin seperti ini?" Meymey pura-pura bertanya.


"Sayang, apa kamu mau menolong diriku?" tanya Bima lirih.


"Aku akan selalu siap sedia untuk menolongmu, Mas. Apakah perlu kita ke dokter saat ini juga?" tanya Meymey.

__ADS_1


Namun Bima, tersipu malu sembari menggelengkan kepalanya dan dia pun membisikan satu kata di telinga Meymey.


Setelah itu Meymey pun menganggukkan kepalanya dan mereka melangkah pergi dari cafe tersebut menuju ke sebuah hotel yang tak jauh letaknya dari cafe.


Langsung saat itu juga, Bima check in hotel dan dia sudah tidak bisa lagi membendung hasratnya yang begitu menggebu-gebu disekejur tubuhnya yang harus segera tertumpah saat itu juga. Hingga ia pun sudah tak sabar.


Pada saat baru masuk ke dalam kamar hotel, Bima bagai seekor macan yang sedang lapar dan ingin segera menerkam mangsanya. Ia langsung saja mendekati Meymey dan menyusuri setiap tubuh mulusnya dengan ciuman beringasnya.


Meymey pun pasrah mendapatkan perlakuan itu. Memang dari awal itu yang ingin dia lakukan hingga membeli obat perangsang untuk memperdaya Bima.


Terjadilah apa yang di harapkan oleh, Meymey. Karena menurut dirinya hanya cara itu yang bisa membuat Bima bertekuk lutut hingga ia tidak bisa lari lagi darinya.


Senyum kemenangan kini terpancar pada wajah Meymey. Sementara saat ini Bima sedang kelelahan dan ia pun tidur nyenyak saat itu juga.


"Hem... berhasil juga caraku ini. Aku yakin setelah ini aku bisa lekas minta supaya Mas Bima menikahi diriku ini," batin Meymey.


Hingga satu jam kemudian, barulah Bima membuka matanya. Ia agak heran dan kaget bagaimana bisa dirinya dan Meymey ada di satu ranjang bersama. Dan mereka berdua tidak mengenakan satu helai pakaianpun.


Bima berusaha mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya.


"Astaga, aku ingat sekarang. Pada saat di cafe aku yang meminta Meymey melakukan hal ini. Kenapa aku bisa berbuat seperti itu ya? biasanya aku bisa menahan hasratku ini, tetapi kenapa tadi aku tak bisa ya?" batin Bima di penuhi oleh tanda tanya.


Selagi Bima bengong dengan pikirannya sendiri. Meymey pun terbangun dan ia mengerjapkan matanya menatap Bima yang sedang bengong melamun sendiri.


Meymey mencoba bertanya pada Bima tentang apa yang sebenarnya di pikirkan olehnya saat ini, hingga terlihat sekali wajah murungnya.

__ADS_1


"Meymey, aku minta maaf ya? telah memaksamu melayaniku. Aku juga heran kenapa tak kuasa menahan hasrat ini."


Meymey pun tersenyum," nggak apa-apa mas, aku ikhlas melakukan ini karena aku benar-benar tulus cinta padamu. Dan aku bisa memahami posisimu yang sekarang. Secara kamu kan pernah menikah, padto setiap waktu hasrat itu datang dan tak terbendung lagi."


"Ya, benar juga ya? aku sudah lama berpisah dari istriku, dan secara aku ini juga masih normal. Kadang aku merasa kepalaku sangat sakit, dan tak bisa tidur dengan nyenyak jika sedang tak kuat menahan hasrat ini. Yang ada aku sering solo melakukan di kamar mandi dengan sabun," ucap Bima.


Setelah cukup lama berada di dalam kamar hotel. Mereka segera pergi dan Bima mengantarkan pulang, Meymey. Seperginya Bima, Meymey berjingkrak kegirangan karena jebakan yang ia lakukan untuk Bima ternyata berhasil dengan cepat.


"Yyyyaaaaaaaaa.....yeeeeeessss.... ternyata hanya dalam waktu sekejap saja, aku bisa menjebak Bima.. Awalnya aku pikir akan susah sekali. Ehhhhh... justru gampang sekali."


Sementara saat ini Mamah Nindy sedan kesal di rumahnya. Karena ia tidak berhasil mengikuti Bima untuk mengetahui dimana saat ini Bima berada.


Apa lagi sejak Mamah Nindy pulang, Bima tak juga pulang ke rumah. Hingga emosinya semakin memuncak. Berjam-jam Mamsh Nindy berasa di teras halaman hanya untuk menunggu kepulangan dari Bima.


Dia terus saja gelisah, dari duduk berdiri lalu duduk lagi dan pada akhirnya ia pun mondar mandir tak jelas juntrungannya.


Tak berapa lama, mobil Bima masuk pintu gerbang. Barulah Mamah Nindy berhenti mondar-mandir. Ia menahan diri untuk segera bertanya pada, Bima.


Tetapi ia membiarkan Bima terlebih dahulu memarkirkan mobilnya di dalam garasi. Setelah melihat Bima melangkah dan kini ada di depan matanya. Barulah Mamah Nindy bertanya panjang lebar seperti kereta api tidak ada spasi atau pun jeda. Hal ini semakin membuat bingung Bima, untuk membalas perkataan yang mana terlebih dahulu.


"Bima, kamu darimana saja sih! masa iya jam segini baru pulang? kamu nggak tahu ya, Mamsh hampir kena soal karena di hadang oleh beberapa Preman. Tetapi untung saja preman itu hanya minta uang saja tanpa melakukan hal buruk pada, mamah."


"Bima, apakah tadi kamu pergi bersama dengan, Meymey?"


Bima malah sama sekali tidak menghiraukan berbagai kata yang di lontarkan oleh Mamah Nindy. Ia malah sengaja masuk saja ke dalam rumah tanpa permisi sama sekali pada Mamah Nindy.

__ADS_1


Hingga membuat Mamah Nindy begitul kesal dibuatnya," sialan! dasar anak kurang ajar, masa tidak merespon aku sama sekali? padahal aku dari tadi bersabar di gigit banyak nyamuk hanya untuk menunggu dirinya pulang!"


__ADS_2