
Sejak kejadian saat itu Meymey dan Bima menjadi semakin lebih dekat. Bahkan mereka sering melakukan hubungan suami istri, walaupun status mereka baru menjadi pasangan kekasih.
Hingga suatu hari, Meymey memberikan suatu kertas hasil cek laboratorium. Jika dirinya telah dinyatakan hamil.
"Mas Bima, lihatlah ini."
Bima begitu terkejut pada saat melihat secarik kertas putih yang isinya adalah suatu tes kehamilan. Ia sempat terdiam barang sejenak karena begitu kaget. Setelah beberapa menit terdiam, ia pun berkata.
"Astaga, kamu hamil? memangnya kamu nggak pasang alat penunda kehamilan?"
"Nggak lah, mas. Kata orang tua jika seorang wanita belum pernah punya anak tetapi pasang alat kontrasepsi, kelak jadi susah hamil," ucap Meymey santai.
Bima diam sejenak, di dalam hatinya sedang berpikir apa yang akan di lakukannya pada kehamilan, Meymey.
"Mas Bima, kenapa kamu diam saja? aku tidak butuh diammu, tapi aku butuh pertanggung jawabanmu sekarang juga. Aku tidak masalah jika kita hanya adakan Ijab Kabul saja. Yang terpenting kehamilanku ada ayahnya," ucap Meymey.
Namun kembali lagi, Bima hanya diam dan diam saja. Karena di dalam hatinya, belum siap untuk menikah. Apa lagi pernikahan yang sama sekali tidak di rencanakan terlebih dahulu. Ia melakukan itu hanya karena supaya hasratnya terlampiaskan saja.
Walaupun ia cinta pada Meymey, tetapi ia belum siap untuk menikah terlalu cepat. Karena ia tidak ingin terkekang dengan sebuah pernikahan. Kembali lagi, Meymey merasa kesal karena dia tidak mendapatkan respon yang baik dari Bima.
"Mas, jawab dong? apa kamu menolak untuk menikahi aku setelah apa yang kita perbuat?" tanya Meymey kesal.
"Bukan aku menolak menikah denganmu, tapi aku belum ingin menikah. Seharusnya kamu jaga diri supaya tidak hamil," ucap Bima sekenanya.
__ADS_1
"Astaga, bisa-bisanya kamu mengatakan hal ini padaku? setelah apa yang aku berikan padamu, mas? apa kamu tidak cinta padaku?"
Bima mengatakan bahwa dirinya sangat cinta pada Meymey, tetapi dia belum siap menikah. Apa lagi Mamah Nindy tidak setuju jika dirinya dekat dengan Meymey.
"Sayang, aku cinta sekali padamu. Tapi bukan berarti aku harus segera menikah denganmu. Aku hanya ingin menunggu waktu yang tepat untuk bisa menikahi dirimu. Yakni sampai aku mendapatkan restu dari mamahku."
Perkataan Bima membuat Meymey semakin tersulut emosi, hingga ia pun mengacam akan melakukan hal buruk pada perusahaan Bima.
"Baiklah, mas. Sudah jelas sekali jika kamu hanya ingin main-main denganku. Dan hanya ingin enaknya sendiri. Semua kunci keburukan
dirimu ada padaku, dan jika memang kamu berkeras hati untuk tetap menolak menikahiku. Akan akan bocorkan pada semua rekan bisnismu tentang siapa kamu dan apa saja keburukan yang telah kamu lakukan!"
Setelah mengatakan akan hal itu, Meymey berlalu pergi. Tetapi Bima lekas mencekal lengan Meymey. Karena ia tak ingin rahasianya yang telah melakukan kecurangan pada para rekan bisnisnya terbongkar oleh, Meymey. Meymey memang menyimpan semua bukti kecurangan Bima di dalam berbisnis.
Meymey pun duduk kembali, tetapi ia menginginkan jika Bima lekas menikah dengannya. Ia punya banyak rencana untuk Bima dan juga untuk Mamah Nindy.
"Aku akan simpan rapat, asal saja kamu mau menikahi diriku sekarang juga! aku tak mau lagi mendengar alasan ini dan itu! kamu ini laki-laki jadi tak perlu lah menggangu restu dari mamahmu itu. Kecuali kamu wanita harus dengan wali nikah Papahmu!"
Akhirnya Bima pun kalah, saat itu juga dia mengurus segala keperluan pernikahan dirinya dengan Meymey. Bahkan ia benar-benar tidak memberi tahu Mamah Nindy jika dirinya akan menikah saat itu juga dengan Meymey.
Walaupun hanya sekedar pernikahan biasa, tapi Meymey meminta menikah sah bukan siri.
Esok harinya, Bima keluar dari rumah lebih pagi. Hal ini membuat curiga Mamah Nindy. Ia pun memberanikan diri bertanya padanya.
__ADS_1
"Bima, kamu nggak sarapan dulu? ini masih terlalu pagi loh. Baru jam tujuh, masa iya sudah mau ke kantor?"
"Mah, aku bisa pesan nanti di kantor. Karena kebetulan ada meeting pagi dengan klien baru."
Saat itu juga Bima melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena teguran dari Mamah Nindy. Ia pun segera melajukan mobilnya tergesa-gesa. Tanpa menoleh ke arah Mamahnya sama sekali.
Rasa penasaran dan curiga Mamah Nindy sudah tidak bisa di bendung. Hingga ia pun memutuskan untuk menyusul Bima ke kantornya. Alangkah terkejutnya Mamah Nindy pada saat sampai di kantor, salah satu pegawai mengatakan bahwa Bima belum sampai di kantor.
Mamah Nindy segera menelpon ponsel Bima, akan tetapi tidak aktif. Hingga Mamah Nindy menjadi penasaran sebenarnya Bima pergi ke mana.
"Heran, akhir-akhir ini aku lihat ada hal yang disembunyikan oleh Bima tetapi apa ya? pagi sekali berangkat dari rumah bilangnya akan ke kantor karena ada meeting, tetapi di kantor tidak ada lantas ke mana perginya?"
Terus saja di dalam hati Mamah Nindy dipenuhi rasa penasaran tentang kepergian Bima pagi ini. toetapi ia sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Bima, karena nomor ponselnya saja tidak aktif tidak bisa dihubungi sama sekali.
Mengetahui kepergian Bima yang tak jelas, membuat Mamah Nindy menjadi resah dan gelisah memikirkannya. Ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah dengan perasaan yang tak menentu dan benar-benar kecewa.
Sementara saat ini Bima sedang ada di suatu tempat yakni di KUA bersama dengan Meymey. Mereka sedang mengadakan acara Ijab Kabul dengan saksi dari pihak Kantor Urusan Agama tersebut.
Acara berjalan dengan lancar tidak ada suatu halangan atau hambatan sama sekali hingga tak perlu memakan waktu lama hanya beberapa menit saja telah selesai. Hal ini sangat membuat hati Meymey sangat bahagia karena usahanya telah berhasil untuk mendapatkan bima seutuhnya dan ia akan lebih mudah lagi untuk melancarkan rencananya.
"Yes, akhirnya usaha aku berhasil dengan sempurna. Aku yakin kedepannya rencanaku selanjutnya juga akan berhasil," batin Meymey sumringah.
"Mas Bima, kita kan telah menikah. Berarti aku tinggal di rumahmu bukan? sudah tidak tinggal di kos lagi. Karena aku saat ini sedang hamil anakmu masa iya masih berada di tempat kost yang kecil itu," bujuk rayu Meymey pada saat di dalam mobil setelah selesai acara akad nikah.
__ADS_1
Bima bingung, karena ia menikah saja tidak mengatakan pada Mamahnya, bagaimana bisa Meymey tinggal di rumah? tetapi Bima juga khawatir dengan ancamam Meymey.