
Pada saat Bima bertanya, Meymey berdalih akan menghadiri acara ulang tahun salah satu temannya. Hingga Bima berinisiatif ingin mengantarkannya, bahkan ia juga ingin menemani dirinya.
"Meymey sayang, kenapa di tanya suami tidak menjawab? kenapa kamu diam saja seperti itu? apa aku harus mengulang pertanyaan lagi, teman yang mana dan acara ulang tahunnya dimana? biar aku antar, jika perlu aku temani sekalian ya?"
Bima sengaja menahan Meymey untuk sejenak tidak pergi.
"Mas, aku ini sudah dewasa bukan anak kecil lagi, jadi tak usah memperlakukan aku seperti layaknya anak kecil saja. Aku bisa kok pergi sendiri, tak perlu kamu antar."
Meymey bersikap angkuh, ia menyingkirkan tubuh Bima yang menghalangi langkahnya.
Sejenak Bima memundurkan tubuhnya, tetapi ia tak melepaskan istrinya begitu saja. Ia justru mencekal lengan Meymey," sayang, kenapa jutek sih? aku kan bertanya baik-baik padamu, dan aku juga perhatian karena aku tak ingin terjadi hal yang tak di inginkan pada istriku tercinta."
"Lepaskan, mas. Aku bisa terlambat nanti. Dan teman-temanku bisa marah padaku!" Meymey menepis cekalan tangan Bima seraya melangkah pergi.
Bima tak membiarkan hal itu terjadi, ia pun terus saja mengikuti langkah kaki istrinya. Kebetulan kunci mobil ada di meja, hingga ia tak perlu lagi mencarinya terlebih dahulu.
Meymey sangat kesal mengetahui bahwa dirinya terus saja di ikuti oleh Bima. Ia mulai panik, dan pada saat ia sudah sampai di depan pintu gerbang. Ia pun mengurungkan dirinya untuk pergi, karena ia tak ingin pertemuannya dengan Joni di ketahui oleh Bima.
Meymey membalikkan tubuhnya dan melangkah kembali masuk ke dalam rumah. Bima pun bagaikan ekor, ia masih saja mengikuti Meymey.
"Kenapa, tidak jadi pergi hanya gara-gara aku ingin ikut pergi denganmu? sepertinya kamu tidak akan pergi ke acara ulang tahun, tetapi akan pergi untuk menemui seseorang. Gerak gerikmu ini sangat mencurigakan sekali," tegur Bima.
Sejenak Meymey menghentikan langkahnya," memang aku akan menemui seseorang, yah orang yang berulang tahun tersebut. Sudah puas? curigai aku terus sesuka hatimu supaya kecurigaanmu itu menjadi sebuah kenyataan, karena ucapan adalah doa."
__ADS_1
Meymey sangat kesal karena ia gagal untuk menemui Joni sang kekasih hatinya. Ia pun melempar tasnya di sembarang tempat di dalam kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di pembaringan.
Sikap Meymey ini semakin menambah curiga Bima. Ia pun heran karena akhir-akhir ini Meymey bersikap dingin padanya dan terkesan cuek.
Bima menghampiri istrinya," sayang, sebenarnya kamu ini kenapa? apa aku punya salah padamu hingga kamu berubah sikap padaku? jika aku punya salah, aku minta maaf ya. Tolong bersikaplah seperti biasa lagi padaku."
Meymey sama sekali tak mengatakan apapun, ia malah tak sadar memejamkan matanya. Hingga ia lupa jika ponselnya masih ia aktifkan. Hingga di beberapa menit kemudian, ponselnya berdering di dalam tas tetapi Meymey tak mendengarkannya karena ia terlelap nyenyak dalam tidurnya.
Kring kring kring kring
Kring kring kring kring
Terus saja berdering, hingga pada akhirnya, Bima meraih tas yang jatuh di lantai. Ia meraba dalam tas untuk mengambil ponsel, Meymey.
'Sayang, aku hanya ingin memastikan siapa tahu itu telfon dari temanmu yang berulang tahun. Yang kamu katakan tadi. Aku pikir kamu tidur, jadi aku berniat ingin mengatakan pada temanmu jika kamu tak bisa datang di acara ulang tahun dirinya," ucap Bima mencoba memberikan pengertian pada Meymey supaya ia tidak ngambek terus.
Meymey hanya diam saja, ia meraih ponsel yang ada di dalam tasnya dan langsung merijek panggilan teleponnya. Ia pun mengirimkan sebuah chat pesan pada nomor tersebut, dengan agak menjauh dari Bima karena ia khawatir Bima bisa tahu siapa yang ia kirimi chat pesan.
[Sayangku, aku minta maaf karena mendadak aku pusing sekali. Kita ketemu lain kali saja ya🙏🙏🙏🙏]
Setelah mengirimkan chat pesan tersebut pada Joni, Meymey pun lekas menonaktifkan ponselnya. Ia meletakkannya lagi di dalam tas, dan akhirnya ia kembali melanjutkan tidurnya tanpa berganti baju terlebih dahulu.
"Kenapa keyakinanku terhadap Meymey semakin goyah yah? aku semakin mencurigai dirinya. Apakah memang Meymey benar-benar telah.....ah tidak! kenapa aku menuduh istriku sendiri?"
__ADS_1
"Meymey wanita yang baik, pada saat aku pertama melakukan hubungan badan dengannya juga ia masih perawan. Jadi nggak mungkin bila Meymey melakukan hal yang tidak aku inginkan di luaran sana."
"Pasti ini hanya pemikiranku saja. Kenapa aku selalu saja berpikiran buruk pada wanita yang ada di sampingku? dulu aku berpikiran buruk pada, Kiara."
Setelah menggerutu dan berkata sendiri di dalam hatinya, Bima pun merebahkan tubuhnya di ranjang di samping Meymey.
Sementara di suatu tempat, yakni di sebuah cafe. Joni sangat kesal karena sudah lama menunggu malah Meymey batal datang.
"Hem... menyebalkan sekali! sekalian saja aku putuskan lewat ponsel jika seperti ini! padahal aku sudah menunggu cukup lama, kenapa juga baru kirim pesan jika tak bisa datang? apa mungkin karena Bima tahu jika ia akan pergi hingga ia membatalkan janjinya denganku?"
"Hemmmm... lanjutkan, Mey! aku juga sudah tidak butuh kamu lagi! dan dengan seperti ini malah membuat diriku lebih cepat dan lebih gampang untuk memutuskan dirimu!'
Saat itu juga, Joni mengirimkan chat pesan kepada nomor ponsel Meymey yang kebetulan sedang tidak aktif karena sengaja di non aktifkan oleh Meymey.
[Aku sudah menunggu cukup lama, tetapi kamu baru mengatakan sekarang jika tidak bisa datang. Kenapa dari tadi tidak kamu katakan saja? bukankah kamu sudah tahu, bagaimana sifatku? aku paling tidak suka menunggu lama, dan kesannya kamu juga tidak menghargai aku sebagai kekasihmu, dengan merijek panggilan telepon dariku. Aku tahu sekarang, jika ternyata kamu sudah benar-benar cinta pada Bima. Ok, hari ini juga dan detik ini juga kita PUTUS!]
[Ini pesan terakhir dariku dan aku harap kamu jangan lagi datang untuk menemui diriku! cukup sudah hubungan percintaan kita. Aku benar-benar kecewa padamu!]
Awalnya Joni hanya ingin mengirimkan satu chat pesan, tetapi ia kurang puas hingga ia pun mengirimkan dua chat pesan pada nomor ponsel Meymey. Setelah itu dia membuang nomor ponselnya sendiri dengan cara memasukannya pada gelas yang berisi air.
Setelah itu Joni beranjak bangkit dari duduknya dan melangkah pergi dari cafe tersebut. Akan tetapi pada saat ia baru akan melangkah, ia sempat melihat seseorang yang membuat matanya tak bisa berkedip.
"Astaga... wanita itu cantik sekali...Lisa saja kalah cantiknya di bandingkan dengannya? kenapa jantung ini serasa akan lepas saja? ada apa ini?"
__ADS_1