
Saat ini Bima sedang terpojok oleh Joni dan pria paruh baya yang duduk di hadapannya. Ia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya diam seribu bahasa, karena bingung apa yang akan ia lakukan.
Terus saja Bima mempertahankan berkas yang saat ini ada di dalam tangannya.
"Mas Bima, saya minta ganti rugi seharga berlian yang saya beli pada, Mas Joni. Dan saya tidak mau tahu, harus anda berikan hari ini dan saat ini juga uang ganti ruginya!" bentak pria paruh baya tersebut melotot ke arah Bima.
"Pak, jangan seenaknya seperti itu! sudah saya katakan barusan jika pihak kami hanya sebagai perantara pengiriman barang saja. Dan pada saat sampai di sini dalam kondisi siap di kirim karena sudah di packing rapi. Seharusnya bapak minta ganti ruginya pada, Mas Joni bukan pada saya. Karena itu adalah berlian miliknya."
Joni menjadi semakin kesal pada saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bima.
"Astaga...baru saja kamu katakan apa? ingin mengangganti kerugian yang di alami bapak ini bukan? dan bapak ini sudah mengatakan barusan jika dia langgananku. Aku sudah kirim tepat dan sesuai dengan permintaannya, secara tidak langsung kamu menuduh aku yabg telah berbuat curang! ok, jika begitu akan saya bawa kasus ini ke ranah hukum!"
"Saya sama sekali tidak takut, karena saya tidak bersalah sama sekali. Apa lagi saya punya bukti kuat tentang segala kecuranganmu, Mas Bima! saya tidak terima dengan perlakuan anda, secara tidak langsung anda mencemarkan nama baik saya di hadapan pelanggan saya sendiri."
Si bapak tidak diam saja, ia pun berkata lagi."
"Mas Joni jangan khawatir, karena saya dana sekali tidak percaya dengannya. Tetapi saya percaya dengan anda, karena selama ini saya tidak ada masalah seperti ini pada saat anda menggunakan jasa pengiriman barang bukan dari perusahaan, Mas Bima. Ini benar-benar sangat jelas sekali, jika kesalahan ada di pihak Mas Bima. Sudahlah, Mas Joni. Percuma saja kita berlama-lama di sini yang hanya memakan waktu kita saja terbuang percuma."
"Sebaiknya kita lekas ke kantor polisi saja untuk melaporkan kecurangan yang telah di lakukan oleh, Mas Bima. Dark tadi dia mengelak terus!"
Pada saat pria paruh baya tersebut dan Joni akan melangkah pergi dari ruang kerja, Bima. Bima pun menahannya.
"Tunggu, jangan pergi. Baiklah, saya akan mengangganti rugi seharga berlian anda, pak."
__ADS_1
Akhirnya Bima dengan terpaksa mengatakan hal itu. Walaupun sebenarnya ia tak ingin mengganti kerugian yang sama sekali tak ia lakukan.
"Dan untukmu, Mas Joni. Aku minta dengan sangat jangan melaporkan saya ke kantor polisi!" Bima menangkupkan kedua tangannya di dada memelas di hadapan Joni.
Sejenak Joni diam, ia sedang berpikir apa yang tepat untuk di berikan pada, Bima.
"Baiklah, saya tidak akan melaporkanmu ke kantor polisi. Asalkan menu juga memberikan uang tutup mulut pada saya. Semua ini setimpal dengan Ais yang telah kamu lakukan pada saya. Jika saja bapak ini percaya padamu, aku secara tidak langsung juga telah rugi besar. Tetapi aku merasa di injak-injak harga diriku, karena perbuatan burukmu itu. Namaku jadi ikut buruk. Untung saja, si bapak lebih percaya padaku. Jika tidak aku rugi dua kali lipat!" ucap Joni.
Dengan sangat terpaksa, Bima menyanggupi membayar kerugian dua kali lipat. Yang satu pada si bapak yang satunya lagi untuk Joni. Ia lebih baik melakukan hal itu, dari pada masuk penjara. Apa lagi ia sudah tahu jika Joni punya bukti semua kecurangan Bima pada setiap kliennya.
"Baiklah, Mas Joni. Aku juga akan memberikan uang ganti rugi pada anda. Tapi aku mohon jangan laporkan saya pada aparat kepolisian."
Saat itu juga, Bima bertanya berapa jumlah uang yang harus ia berikan pada, si bapak dan pada Joni.
"Astaga, Pak-Mas Joni. Masa saya harus membayarnya seratus juta untuk satu orangnya? jadi dua ratus juta? itu terlalu banyak," ucap Bima kaget.
"Ok, kalau begitu akan saya kasuskan anda sekarang juga. Anda lebih memilih di penjara dalam waktu yang cukup lama atau membayar uang ganti rugi pada kami?" ancam Joni.
Sejenak Bima diam saja, ia seolah sedang berpikir kembali. Jika ia di penjara, ia bisa lama menjadi Nara pidana. Bisa puluhan tahun lamanya, tetapi jika ia bayar uang dua ratus juta. Ia bisa mencari dan mendapatkannya lagi dengan cara bekerja.
Hingga iya akhirnya benar-benar mentransfer seemrstus juta ke nomor rekening Joni, dan seratus juta ke nomor rekening di bapak. Setelah itu si bapak pamit pulang terlebih dahulu. Dan tak berapa si Joni juga pamit pulang.
Tetapi sebelum itu ia pun memutuskan kerjasamanya dengan Bima saat itu juga. Bima pun tidak keberatan dengan keputusan yang di ambil oleh Joni.
__ADS_1
"Sialan, aku rugi dua ratus juta sendiri. Sudahlah, dari pada aku di penjara. Sebenarnya aku masih belum ikhlas, karena aku sama sekali tidak melakukan kecurangan dalam pengiriman berlian. Tetapi bukti mereka cukup kuat." Nggak apa-apa, aku bisa mencari uang lagi," gumam Bima seraya menarik napas panjang dalam-dalam.
*******
Beberapa menit kemudian....
Joni dan si bapak tua sedang tertawa ngakak.
"Paman, akting paman begitu meyakinkan. Terima kasih atas bantuannya ya, paman."
"Sama-sama, Joni. Paman hanya bisa bantu hal kecil. Paman minta maaf, saat dulu mamahmu mendapatkan masalah. Paman sama sekali tidak bisa membantu, karena sedang di himpit masaksh sendiri. Hitung-hitung apa yang paman lakukan tadi untuk menebus kesalahan paman dulu pada mamahmu," ucap si bapak tua yang ternyata adalah adik kandung dari Layla.
Mereka sengaja bekerja sama berakting di hadapan Bima. Ini baru langkah awal. Karena Joni akan melakukan aksi yang ku dua. Apa lagi, ia sudah punya bukti kuat tentang kejahatan Bima.
Bukti yang ia dapat dari Meymey.
"Hem, tanpa aku meminta. Meymey memberikan bukti tentang kecurangan Bima. Pada saat dulu aku minta, dia sama sekali tidak merespon. Dengan alasan ini dan itu. Tetapi semuanya terlambat, karena aku sudah bergerak sendiri baru Meymey menyerahkan bukti itu," batin Joni.
Langkah berikutnya, Joni akan memutuskan hubungannya dengan Meymey.
Hingga malam menjelang, Joni sengaja mengajak Meymey untuk bertemu. Meymey sangat senang, ia mengira bahwa Joni akan membicarakan tentang pernikahan mereka.
Meymey berdandan sangat cantik sekali, membuat Bima menjadi curiga.
__ADS_1
"Sayang, kamu berdandan seperti itu. Memangnya mau kemana?" tanya Bima menyelidik.