Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Curhatan Joni


__ADS_3

Milka diam saja pada saat Bima mengatakan banyak hal, karena dia tak tega jika harus memecatnya. Ia bisa merasakan perubahan positif pada diri, Bima. Hingga ia sangat menyayangkan jika Bima risgn begitu saja.


********


Sore menjelang, di saat waktu pulang kerja tiba. Bima sudah memutuskan untuk benar-benar risgn dari kantor Milka.


"Jika aku sudah sampai di rumah, aku akan langsung membuat surat pengunduran diri. Karena aku tak ingin di teror terus oleh Joni ataupun oleh Papahnya Milka. Aku yakin kelak akan mendapatkan pekerjaan yang layak sebagai pengganti pekerjaan di kantor Milka."


Batinnya seraya mengemudikan motornya.


Tak berapa lama Bima telah sampai di rumah kontrakannya, ia pun langsung masuk ke dalam rumah tanpa bertegur sapa dengan Mamah Nindy.


"Astaga...ini anak, masih saja sifatnya belum juga berubah. Bukannya tanya kek senyum ke, eh ini makdh diam saja," gumam Mamah Nindy.


Dia pun melanjutkan memainkan ponselnya, tanpa menghiraukan Bima. Dia sama sekali tidak menanyakan ada apa dengan dirinya yang pulang dengan wajah murung tak ada senyuman sama sekali.


Bima langsung membersihkan badannya, setelah itu dia lekas membuat surat pengunduran diri. Supaya besok pagi tidak gugup dan tinggal di berikan pada, Milka.


"Sebaiknya suratnya langsung aku berikan atau aku titipkan saja ya? sekalian aku akan membuat surat lamaran pekerjaan. Siapa tahu ada kantor yang lain yang bersedia menerimaku menjadi karyawan," batinnya.


Dengan tak lupa mengucap kata bismilah, Bima mulai membuat surat pengunduran diri dan juga surat lamaran kerja. Setelah itu, dia tinggal ke dapur.


"Tumben, ada masalah. Biasanya mamah tak pernah masak, eh Alhamdulillah dech. Ada sedikit perubahan pada diri mamah," batin Bima.


Dia pun membuka tudung saji dan langsung makan sore tanpa tanya terlebih dahulu pada Mamahnya sudah makan atau belum.


"Sebenarnya mamah bisa masak juga ya, tapi kenapa dia suka malas?" batinnya.


Sementara di rumah Milka, ia sedang berselisih paham dengan Papahnya.

__ADS_1


"Pah, harus berapa kali aku katakan pada Papah supaya tak usah mengatakan apa pun atau mengancam pada Mas Bima. Aku rasa itu nggak penting dech, pah."


Papahnya naik pitam," papah rasa kamu ini sudah mulai jatuh cinta lagi pada Bima. Ini sangat terlihat dari caramu terus saja membela dirinya. Jika kamu memang tak ada rasa, tak akan sampai seperti ini pada Bima."


"Astaghfirullah aladzim, harus berapa kali aku katakan pada Papah jika aku sama sekali tidak pernah ada niat untuk kembali pada, Mas Bima," ucap Milka kesal.


"Jika memang kamu tak ada rasa lagi pada Bima, buktikan dengan kamu terima cinta dari Joni!" ucap lantang Papahnya.


"Astaga...pah. Hubungan yang tidak di dasari atas rasa cinta itu tidak akan langgeng. Lagi pula yang di dasari dengan cinta juga bisa berantakan, apa lagi jika aku menerima Joni. Jujur pah, sebetulnya aku sama sekali tidak ada rasa cinta sedikitpun padanya. Jadi Papah tak bisa memaksaku begitu saja," ucap Milka.


Perdebatan terus saja terjadi sejak Milka cerita tentang Bima yang bekerja di kantornya. Hingga terdengar oleh Mamahnya yang sedang fokus di dapur untuk memanaskan lauk dan pauk guna makan siang.


"Bi, tolong di lanjutkan ya. Jika sudah di panaskan semuanya, tolong di sajikan di meja makan."


"Siap, nyah."


"Pah -Milka, apa kalian nggak sadar ya? perdebatan kalian terdengar hingga ke dapur. Apa kalian nggak bisa bicara secara baik-baik?" tegur Mamahnya.


Keduanya saling diam, hingga perlahan suara mereka sudah bisa di kendalikan satu sama lain.


Lain halnya situasi di rumah Kiara, dimana Joni sedsng mencurahkan kekesalan hatinya.


"Kiara-Arya, kenapa kalian nggak cerita kalau Milka pernah berpacaran dengan Bima?" protes Joni.


"Kami pikir kamu telah mengetahuinya dari Milka sendiri, atau dari papahnya Milka ternyata kamu baru tahu?" ucap Kiara.


Tanpa ada rasa sungkan, Joni menceritakan semuanya kepada Kiara dan Arya, betapa ia kesal pada saat ia tahu jika Bima bekerja di kantor Milka. Curhatan Joni bukannya mendapatkan tanggapan melainkan malah senyuman dari Kiara dan Arya. Hal ini membuat Joni semakin bertambah kesal saja.


"Kalian bukannya memberiku sebuah solusi atau saran, malah menertawakanku. Memangnya apa yang aku ceritakan ini lucu bagi kalian ya?" ucapnya kesal.

__ADS_1


"Memang lucu, dari cara kamu menyampaikannya itu seperti seorang anak ABG yang benar-benar sedang cemburu buta. Karena kekasih hatinya pujaan hatinya dekat dengan mantan kekasihnya," goda Arya terkekeh.


"Astaga Arya aku ini sedang kesal, marah emosi bercampur menjadi satu. Kamu malah menambah aku jadi semakin kesal saja. Aku bercerita tentang Bima, aku pikir di antara kalian berdua bisa memberikan salah satu solusi. Jujur saja, aku benar-benar sangat mencintainya. Tetapi nyatanya sampai detik ini, Milka tidak meresponku sama sekali."


"Aku mohon pada kalian, tolonglah memberikan satu solusi bagaimana caranya supaya aku bisa benar-benar meluluhkan hati Milka. Karena aku tidak ingin Milka jatuh kembali ke dalam pelukan, Bima."


Joni sengaja memasang wajah memelas mengiba di hadapan Arya dan Kiara, supaya salah satu diantara mereka berdua ada yang merasa tak tega, hingga memberikan satu solusi yang tepat untuk dirinya bisa mendapatkan cinta dari Milka.


"Joni, memang seorang wanita yang pernah merasakan patah hati, tidak gampang untuk bisa diluluhkan hatinya, karena....


"Benar sekali seperti Kiara dulu, aku sangat susah untuk bisa meluluhkan hatinya. Butuh waktu yang cukup lama untuk aku bisa mendapatkan cintanya," Arya memotong perkataan Kiara.


"Mas Arya, aku kan belum selesai berbicara kenapa kamu sudah menyela saja?" tegur Kiara kesal.


"Ya maaf, dech."


Kiara pun melanjutkan lagi perkataannya.


"Wanita yang pernah mengalami patah hati itu tidak gampang dibujuk dirayu dengan segala kata-kata manis. Tetapi dia hanya butuh diperhatikan dengan setulusnya tanpa ada rasa bosan. Yang pastinya wanita yang pernah merasakan patah hati itu tidak ingin dirinya dikekang atau dipaksa untuk segera membalas rasa cinta orang yang sedang mendekati dirinya."


"Sebaiknya kamu mendekati Milka itu dengan apa adanya, dengan penuh ketulusan. Kamu tak perlu memamerkan segala yang kamu punya kepada Milka. Apalagi Milka juga telah mempunyai segalanya bukan? dia bukan tipe wanita yang materialistis. Yang dia butuhkan hanyalah seorang pria yang benar-benar tulus cinta padanya dan juga tidak pernah berbohong."


"Beberapa kali Milka pernah mengeluh padaku, jika kamu terlalu membanggakan diri, menyombongkan dengan segala kekayaan yang kamu miliki. Hal itu justru membuat Milka ilfil padamu."


"Seharusnya kamu mendekatinya dengan menjadi seorang sahabat, yang selalu ada baik di dalam suka dan duka. Seperti yang dulu dilakukan oleh Mas Arya kepadaku."


"Seharusnya awal kamu kenal Milka tidak lantas mengatakan isi hatimu padanya dan terus membanggakan apa yang kamu miliki. Itu tidak akan membuat Milka menjadi luluh padamu, malah sebaliknya dia akan semakin menjauh darimu."


Mendengar saran dari Kiara, Joni langsung sumringah.

__ADS_1


__ADS_2