Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Mati Kutu


__ADS_3

Joni pun tersenyum bahagia pada saat ada di rumahnya. Ia lekas menghampiri mamah terkasihnya.


"Mah, sebentar lagi apa yang seharusnya menjadi milik kita akan kembali ke kita. Maafkan aku ya, mah. Usahaku dalam pencarian orang-orang yang telah membuat kita tersingkir baru bisa ditemukan."


"Padahal sudah sejak pertama kali, mamah cerita tapi pencarian aku tidak juga berhasil. Baru hari ini aku bisa menemukan keberadaan nya."


Seorang wanita paruh baya usianya setara dengan Nindy menyunggingkankan senyumnya pada Joni, ia adalah Layla. Ibu kandung dari, Joni, istri pertama dari almarhum Jojo.


"Nggak apa-apa, nak. Mamah sama sekali tidak menyalahkan dirimu kok. Mamah justru bersyukur setelah sekian lama kita mencari keberadaan ibu dan anak ini, pada akhirnya kita menemukannya. Semoga usahamu berhasil ya, nak? karena memang kamu berhak mendapatkan apa yang seharusnya kamu dapatkan. Sebenarnya Bima itu bukanlah ada kandungan dari almarhum papahmu."


"Nindy pintar sekali memutar balik fakta, dengan menukar hasil tes DNA dirimu. Dan mengatakan bahwa kamu bukan anak kandung Papahmu. Sebenarnya justru Bima lah yang bukan anak kandungnya. Ia anak dari mantan suaminya yang pertama."


"Pada saat suami Nindy meninggal, ia sedang hamil muda. Tetapi tidak ada yang tahu, dan hanya mamah yang tahu. Karena dulu Nindy itu sahabat baik, mamah."


"Tapi entah bagaimana caranya, ia begitu mudah membuat Papahmu jatuh cinta padanya dan bahkan mencampakkan mamah begitu saja."


"Mamah sudah berusaha mati-matian ingin merebut hak mu. Dan berulang kali mamah menemui Papahmu untuk menyadarkan dirinya atas kekeliruan yang telah terjadi. Tetapi tidak berhasil."


"Hingga pada akhirnya, mereka memutuskan pindah rumah dan pindah kantor. Mamah duku lelah, hingga mundur begitu saja."


"Tetapi setelah kamu beranjak dewasa, kira-kira umur sepuluh tahun. Mamah tak sengaja melihat almarhum papahmu ada di layar televisi bersama dengan Nindy dan anaknya."


"Sejak saat itu Mamah berusaha lagi untuk menyadarkan papahmu. Kembali lagi tak berhasil karena Nindy dengan terang-terangan mengancam akan mencelakai dirimu."

__ADS_1


Mamah Layla menceritakan masa lalunya kembali kepada Joni, tentang kejahatan Nindy yang beberapa kali akan berbuat keji pada dirinya dan Joni dengan menyewa beberapa Preman. Hingga waktu dulu, Layla merasa takut dan kabur menghilang.


Layla sengaja menunggu hingga Joni benar-benar beranjak dewasa, supaya bisa menksga dirinya sendiri. Tetapi pada saat Joni sudah berusia delapan belas tahun, Layla kembali kehilangan jejak Jojo.


Setiap kali Nindy tahu jika dirinya bertemu dengan Layla. Ia pintar sekali membujuk Jojo untuk pindah keluar kota dengan berbagai macam alasan.


Baru kali ini Joni dan Mamahnya berhasil menemukan keberadaan, Bima dan Nindy. Itupun Joni tak sengaja pada saat di mall, ia tak sengaja melihat Nindy dan Bima jalan berdampingan.


Dan saat itu juga Joni mengikuti kemana perginya laju mobil Bima.. Hingga ia berhasil menemukan keberadaan Bima dan Nindy. Bahkan kantor barunya, almarhum Jojo yang selalu saja berpindah-pindah.


*******


Satu Minggu kemudian, kehancuran mulai terjadi pada usaha Bima. Dimana datang seseorang ke kantor Bima, yakni salah satu pengguna layanan pengiriman ekspor impor Kantornya.


"Pak, tolong bicara yang pelan saja jangan dengan marah-marah. Sebenarnya ada apa?" ucap Bima mencoba meredam amarah pria tersebut.


"Lihat! ini berlian palsu! yang saya pesan itu asli dan pada waktu itu saya cek sendiri berliwn asli! kenapa kok yang sampai pada saya palsu? jangan main-main dengan saya ya? harga berlian itu fantastis loh! anda sembunyikan dimana berlian aslinya, hah? jika tidak mengatakannya akan saya laporkan anda ke kantor polisi dengan tuduhan penipuan! bukti sudah jelas ada! anda pasti di jerat dengan kurungan penjara dalam waktu yang cukup lama!" bentak pria paruh baya tersebut seraya menunjukkan bukti tags pengiriman barang yang telah sampai di rumahnya yang ada di Negara Singapura.


Pria ini juga menunjukkan bukti berlian palsu tersebut pada, Bima. Bima sendiri juga tidak bisa membedakan seperti apa berlian yang palsu dan seperti apa berlian yang asli.


Bima juga menjelaskan bahwa dirinya juga tidak mengecek sama sekali kondisi berlian itu. Karena pad saat sampai di kantornya untuk di kirim, sudah di packing.


"Jadi Mas Bima, secara tidak langsung menuduh Mas Joni yang melakukan kecurangan ini? jangan asal tuduh ya, Mas! anda bisa terkena kasus pencemaran nama baik! apa lagi saya sudah bekerja sama dengan Mas Joni dalam waktu yang cukup lama! bukan hanya satu atau dua tahun saja! tapi bertahun-tahun lamanya!"

__ADS_1


"Tetapi tidak pernah ada masalah sama sekali! kiriman ke kantor saya selalu benar dan berliannya asli bukan KW seperti ini! Ini benar-benar kesalahan ada di pihak anda sebagai pihak pengiriman barang! saya akan minta pada Mas Joni untuk menghentikan kerja samanya dengan anda karena anda ini tidak jujur!"


"Dan saya juga tidak akan tinggal diam! saya akan laporkan anda ke pihak yang berwajib, jika anda tidak bersedia membayar ganti kerugian bsaya yang tidak sedikit ini!"


Bima semakin terpojok, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena ia sendiri tahu berapa jumlah yang harus ia keluarkan untuk mengganti kerugian orang tersebut.


Belum juga Bima mengatakan apapun! Joni datang dengan amarah yang membara!


"Mas Bima, apa-apaan ini? kamu sembunyikan dimana berlian saya yang asli? hingga yang sampai ditempat bapak ini kok berlian palsu?"


Kedatangan Joni semakin membuat Bima terpojok dan semakin mati kutu di buatnya. Apa lagi ia melemparkan berkas ke arahnya yang ternyata berkas itu adalah berkas tentang kejahatan dirinya.


"Astaga... bukankah yang tahu tentang kecuranganku hanya Meymey? tetapi kenapa Joni memiliki bukti kecuranganku ini?" batin Bima celingukan bingung.


"Kenapa diam? ternyata selama ini bukan hanya aku yang telah kamu tipu! kamu juga menipu para klien mu yang lain! Pak, bisa bapak lihat saja berkas yang aku lempar ke atas meja. Itu aku dapatkan dari seseorang, yakni bukti kecurangan dia!"


Namun pada saat pria paruh baya ini akan meraih berkas yang ada di meja, Bima lekas meraihnya dan menyembunyikannya dengan wajah paniknya.


"Pak, ini cuma kesalah pahaman saja. Baiklah, saya akan tanggung jawab untuk mengangganti semua kerugian bapak. Tapi saya mohon jangan laporkan saya ke aparat kepolisian. Dan ini hanyalah berkas biasa, tidak seperti apa yang di katakan oleh, Mas Joni."


Joni terkekeh pada saat melihat ketakutan dan kepanikan jelas sekali terpancar pada wajah Bima," hhhaaa... bapak percaya padanya setelah apa yang ia lakukan pada bapak. Dan jika memang apa yang aku berikan itu hanya berkas biasa, kenapa pula pelangganku tak di izinkan melihatnya. Tenang saja, pak. Saya punya yang aslinya, yang ada padanya hanya kopiannya saja."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Joni, membuat hati Bima semakin tak menentu.

__ADS_1


__ADS_2