
Orang tua Milka telah sampai di rumah sakit. Mamahnya lekas mendapatkan pemeriksaan. Suaminya begitu kesal, karena ia mengurungkan niatnya untuk mencari orang bayar lagi.
"Mengganggu saja! coba tadi aku tidak mengantarkan istri ku ke rumah sakit ini, pasti aku sudah berhasil menelpon orang bayaran untuk aku tugasi menyingkirkan Mayang, sebelum istri dan anakku mengetahui tentang masa laluku," batinnya kesal.
"Sebaiknya aku menelpon Milka, untuk mengatakan bahwa mamahnya sedang berada di rumah sakit. Dengan begitu aku bisa pergi dari rumah sakit ini, sementara Milka yang menjaga istriku."
Saat itu juga ia menelpon, Milka. Dan Milka pun lekas mengangkat panggilan telepon dari Papahnya.
📱" Ada apa ya, Pah?"
📱" Cepatlah kamu datang ke rumah sakit Vera Medika. Karena saat ini mamahmu sedang berada di sini."
📱" Memangnya Mamah kenapa ya, pa?"
📱" Nggak usah banyak tanya, cepat kemari. Karena papah ada urusan yang harus segera diselesaikan, tidak bisa menemani mamahmu lebih lama lagi. Papah ingin kamu yang menggantikan untuk menemani Mamah di sini."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, ia pun menutup panggilan telepon kepada anaknya. Sementara antara Milka merasa curiga dengan sikap Papahnya tersebut.
"Apa maksud ucapan papah tadi ya? ingin menyelesaikan urusannya? jangan-jangan Ia ingin bertindak buruk lagi terhadap Mayang. Aku harus lebih waspada supaya kali ini Mayang benar-benar terlindungi," batinnya.
Mayang melihat kecemasan pada wajah Milka. Ia pun penasaran ingin tahu," Ada apa Milka, dengan mamahmu?"
"Entahlah, karena papah barusan tidak mengatakan apa yang telah terjadi pada mamah. Hanya memerintahkan aku untuk segera ke rumah sakit," ucap Milka.
"Ya sudah, buruan kamu ke rumah sakit," saran Mayang.
Mayang pun menuruti kemauan Milka. Ia pun mengenakan penyamaran supaya tidak diketahui bahwa dirinya adalah Mayang. Saat itu juga mereka pergi ke rumah sakit di mana Mamah Milka sedang diperiksa.
Hanya beberapa menit saja telah sampai, tetapi sebelum turun dari mobil Milka memberi pesan kepada Mayang," nanti kita akan bertemu dengan papah. Aku minta padamu untuk menahan diri. Jangan kamu katakan siapa dirimu yang sebenarnya ya, demi keselamatanmu. Kalau perlu kamu tak usah berucap apapun."
Mayang hanya menganggukkan kepalanya mendengar segala saran dan nasehat dari, Milka.
__ADS_1
Mereka pun melangkah menuju koridor rumah sakit, menyusuri setiap ruangan yang ada. Dan pada akhirnya menemukan keberadaan di mana saat ini mamahnya Milka sedang diperiksa oleh dokter.
"Pah, memangnya Mamah sakit apa sih?" Milka penasaran.
"Mamahmu pusing, tetapi sudah diperiksa oleh dokter pribadi tidak sembuh juga obatnya tidak cocok, minta periksa kemari."
"Kamu datang bersama siapa? kok papah baru pernah melihatnya?"
Papahnya Milka tertuju kepada Mayang, sementara Mayang sengaja menunduk, walaupun di dalam hatinya ia ingin sekali menyapa papahnya, dan memeluknya. Tetapi ia mencoba menahan dirinya sesuai dengan saran dan nasehat dari, Milka.
"Karena dia teman baruku, makanya Papah baru melihatnya. Sebaiknya papah pergi saja, katanya papah ada urusan," ucap Milka.
Akhirnya Papahnya Milka pergi juga dengan terburu-buru. Sementara Milka lekas menghubungi beberapa anak buahnya untuk segera mengikuti laju mobil yang ditumpangi oleh papahnya. Karena Milka penasaran dengan lokasi yang akan dituju oleh papahnya tersebut.
Setelah memerintah beberapa anak buahnya, barulah Milka menunggu mamahnya yang saat ini sedang diperiksa oleh dokter.
__ADS_1