
Sementara sejak mendapatkan penolakan dari, orang tua Milka. Bima terus saja murung, bahkan sejak saat itu Milka seolah menjauh. Padahal saat ini Milka sedang merencanakan sesuatu untuk membuktikan kecurigaan orang tuanya benar atau tidak.
Milka belum sepenuhnya percaya jika Kiara adalah mantan istri Bima. Ia akan membuktikannya sendiri.
Bima terus saja melamun dan murung hingga membuat Mamah Nindy merasa penasaran.
"Bima, sepertinya kamu sedang ada masalah ya? masalah di kantormu atau dengan Milka?" tanya Mamah Nindy memicingkan alisnya.
Bima pun yang tadinya akan menyembunyikan permasalahannya, ia pun akhirnya menceritakan semuanya pada Mamahnya tentang apa yang telah di katakan oleh orang tua Milka tempo lalu. Mendengar cerita dari anak semata wayangnya, membuat Mamah Nindy ikut cemas dan khawatir. Karena pada dasarnya, ia menghasut Bima dengan mengatakan anak yang di kandung Kiara bukanlah anaknya, hanyalah mengira-ira saja.
Bahkan Mamah Nindy tidak pernah tahu sama sekali apakah memang benar Kiara selingkuh dengan Arya atau tidak. Ia hanya ingin memisahkan anaknya saja dari Kiara.
"Aduh, jika memang terbukti anak Kiara itu adalah anak kandung Bima lantas bagaimana ya? pasti orang tua Milka tidak akan memberikan restu pada Bima.
Terus saja Mamah Nindy gelisah memikirkan akan hal itu. Ia sama sekali tidak ingin Bima gagal untuk menikah dengan Milka. Karena Mamah Nindy sudah sangat cocok dengan, Milka.
"Mah, kenapa malah diam sih? aku sekarang khawatir jika misalkan seseorang anak buah Papahnya Milka datang menemui Kiara. Pasti Kiara mengatakan hal lain untuk membela dirinya. Jika ia itu terjadi, pasti aku kalah dong mah. Coba mamah ambil tidakan yang tepat, atau setidaknya memberikan keputusan padaku supaya bisa menikah dengan, Milka," rengek Bima membujuk Mamah Nindy.
Mamah Nindy benar-benar tak bisa berkata apapun. Karena ia saat ini juga sedang khawatir dan panik juga. Selagi Bima menunggu apa yang akan dikatakan oleh, Mamah Nindy. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ada satu panggilan telepon yang tak lain adalah dari, Milka. Sontak saja Bima sangat riang kala tahu siapa yang menelpon, hingga pada akhirnya ia pun lekas mengangkat telpon dari, Milka.
"Hallo sayang, ada apa ya? apa sudah ada kabar dari orang tuamu?"
"Mas Bima, aku ingin bertemu dengan dirimu sekarang juga bisa nggak ya?"
__ADS_1
"Bisa banget dong, sayang. Atur saja dimana tempat kita akan bertemu."
Dan saat itu juga Milka memberi tahu pada Bima dimana mereka akan segera bertemu. Bima sangat antusias, ia pun segera berpamitan pada Mamah Nindy jika dirinya akan menemui Milka.
"Semoga sukses ya, Bima. Hati-hati tak usah mengebut ya dalam mengendarai mobil," pesan Mamah Nindy.
Saat itu juga Bima berlari kecil menuju ke arah garasi dan langsung melajukan mobilnya untuk menemui Milka di sebuah cafe yang sudah ia tentukan bersama pada saat barusan telponan.
Sepanjang perjalanan menuju ke cafe, Bima terus saja tersenyum. Ia membayang hal indah bersama dengan, Milka. Ia sangat yakin dan percaya diri jika Milka akan mengatakan hal yang baik tentang hubungan mereka berdua.
"Aku yakin, pasti pada akhirnya orang tua Milka merestui dan setuju dengan niatku untuk menikahi Milka."
Tak terasa kini ia sudah sampai di sebuah cafe. Bima lantas mencari keberadaan Milka.
Dia pun memutuskan untuk bertanya lewat ponsel. Tetapi belum juga ia memencet nomor ponsel milik Milka, terlebih dahulu Milka sudah mengirim chat pesan yang memberi tahukan bahwa Milka telah pesan meja nomor dua.
Bima pun mencari meja nomor dua tetapi dia terhenyak kaget pada saat sampai di meja nomor dua karena sudah ada yang duduk di sana dalam posisi membelakangi hingga Bima hanya bisa melihat punggung wanita tersebut.
"Apa Milka nggak salah pesan tempat duduk ya? kok sudah ada orangnya? coba aku tanya kembali siapa tahu saja Milka salah memesan tempat duduk."
Saat itu juga, Bima kembali menghubungi Milka lewat chat pesan dan menanyakan apakah memang benar ia memesan tempat duduk nomor dua. Milka mengatakan ia benar-benar memesan tempat duduk nomor dua dan bahkan ia memberikan saran supaya mengusir orang yang sudah seenaknya duduk di tempat duduk pesanannya.
Bima pun menuruti kemauan Mila, ia segera menghampiri wanita yang saat ini sedang duduk di kursi pesanan Milka.
__ADS_1
"Maaf, Mba. Apakah mba nggak salah pesan tempat duduk ya?" kata Bima seraya mencolek bagus wanita tersebut.
Sontak saja wanita itu terhenyak kaget dan segera menoleh ke arah Bima. Dan pada saat ia melihat Bima, sontak saja wanita ini terperangah karena ia sudah apal dan paham dengan Bima.
Begitu pula dengan Bima, ia juga telah paham dengan wanita ini.
"Heh, kenapa kamu nggak disini? pasti kamu ingin bertemu dengan selingkuhsn dirimu ya kan?" ucapnya pada wanita ** telah duduk di kursi pesanan Milka, yang ternyata adalah Kiara.
"Jangan bicara seenaknya ya, mas. Aku tidak pernah selingkuh dengan siapa pun, kamu saja yang ingin melempar kesalahanmu padaku. Seharusnya kamu koreksi dirimu bukan malah terus saja menyalahkan untuk h yang tak pernah aku lakukan!" bentak Kiara lantang.
Kini mereka terus saja bersi tegang, bahkan Kiara sangat kesal hingga ia pun mengungkapkan semua kesalahan Bima di muka umum. Dan tanpa mereka tahu, perbedaan mereka sedang di rekam oleh kamera CCTV. Seseorang saat ini sedang melihat perbedaan itu.
"Ternyata pria yang selama ini di ceritakan oleh Kiara, adalah Mas Bima. Selama ini Kiara tidak pernah menyebut nama suaminya pada saat ia bercerita padaku,' batin Kiara pada saat ia melihat rekaman video CCTV tersebut.
Bima juga tak sadar mengatakan kesalahannya sendiri.
"Memang aku salah karena sejak awal menikah tidak memberimu nafkah lahir. Tapi tidak sewajarnya kamu membalas perbuatanku dengan kamu selingkuh hingga hamil anaknya," bentak Bima.
Kiara semakin di buat panas, dan ia juga bersedia tes DNA supaya Bima percaya dirinya selingkuh atau tidak. Lagi pula anak mereka sudah lahir jadi sudah bisa di tes DNA.
Setelah cukup lama, Milka mengamati pertengkaran antara Bima dan Kiara. Ia pun keluar dari ruangan khusus untuk memantau rekaman video CCTV. Bahkan tak lupa ia berpesan pada petugas supaya jangan menghapusnya karena ia akan membutuhkan rekaman video CCTV tersebut.
Tanpa sungkan, Milka memberikan amplop berisikan uang secara sembunyi-sembunyi kepada petugas jaga yang memantau CCTV di semua ruangan cafe.
__ADS_1
Milka melangkah pssti ke meja pesanan nomor dua untuk menemui Kiara dan Bima yang terus saja berdebat.