Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Gagal Menyakiti Kiara


__ADS_3

Mamah Nindy merasa kesal karena merasa di ejek oleh security," heh, kamu cuma security saja kok sombongnya minta ampun, dan juga mengejek begitu."


"Hahahaha....percaya diri banget dirimu ya wanita tua yang gendut dan keriput. Pergi sana karena kamu tidak di izinkan untuk bisa masuk kemari!" bentak security seraya berlalu pergi.


Namun bukan Mamah Nindy namanya, kalau ia pergi begitu saja. Ia terus saja memencet bel pintu gerbang, tanpa ada rasa lelah. Hal ini membuat security kesal, dan pada akhirnya security menghadap ke Arya dan Kiara yang masih dalam kondisi berduka.


"Maaf, Mas-Mba. Di luar ada si nenek sihir yang waktu itu datang kemari, dan sekarang datang lagi. Padahal sudah saya usir malah dia terus saja memencet bel pintu gerbang terus," ucap sang security seraya tertunduk.


"Nenek sihir? maksudnya siapa ya, pak?" tanya Kiara masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh security.


Sejenak security menjelaskan pada Arya dan Kiara. Barulah mereka tahu siapa yang di maksud oleh security.


Mereka lekas melangkah keluar bersama untuk menghadapi Mamah Nindy tersebut. Arya membuka pintu gerbang tersebut.


Mamah Nindy tersenyum sinis pada saat melihat Kiara dan juga Arya.


"Akhirnya kamu keluar juga, Kiara. Hem... kamu nggak berani menemuiku sendiri hingga mengajak suamimu ini ya?" ejek Mamah Nindy ketus.


"Nggak usah bertele-tele, apa maksudmu datang kemari?" ucap lantang Kiara.


"Aku datang kemari karena ingin melabrakmu yang telah membuat Bima menjadi anak yang durhaka, karena telah berani melawanku!" bentak Mamah Nindy.


Mamah Nindy kesal mengatakan banyak hal pada Kiara di hadapan Arya. Kiara justru terkekeh mendengarnya, membuat Mamah Nindy semakin kesal padanya.


"Heh, Kiara! kamu berani ya menertawakanku! bagaimana pun, aku ini adalah mantan mamah mertuamu dan sudah seharusnya kamu ini hormat padaku!" katanya kesal.


"Lihatlah, mas. Dari dulu dia selalu saja begini nggak ada perubahan sama sekali. Bahkan dengan lantangnya, ia merasa dirinya selalu saja benar tanpa pernah mengoreksi kesalahannya. Makanya sekarang hidupnya hancur, dan sudah tak punya apa-apa lagi," ejek Kiara.

__ADS_1


"Bagaimana aku akan menghormatinya? sedangkan apa yang selalu dia lakukan adalah tindakan yang tak terpuji. Seharusnya seorang ibu mengajarkan hal yang positif kepada anaknya."


Kembali lagi Kiara berkata.


Mamah Nindy merasa kesal karena apa yang dia harapkan tak sesuai dengan yang ia inginkan. Sejenak ia berpikir bagaimana caranya untuk bisa menjatuhkan Kiara. Entah kenapa ia merasa tak suka melihat kesuksesan yang di dapat oleh Kiara saat ini, sedangkan dirinya dan anaknya malah semakin terpuruk.


'Kiara, sombong sekali dirimu! jika kamu tak menikah dengan dia, belum tentu kamu sesukses dan sekaya sekarang ini! harta milik suami saja, kamu sombongkan dan kamu banggakan!" bentak Mamah Nindy.


"Mas, wanita tua ingin sepertinya sudah gila hingga tak nyambung di ajak bicara. Aku bicara apa dia jawabnya apa. Pergilah nenek sihir, dan jangan pernah datang lagi kemari, jika tak ingin aku laporkan kamu ke aparat kepolisian karena telah mengganggu kenyamanan rumah tanggaku!" ancam Kiara.


"Aku tidak akan pergi sebelum kamu minta maaf padaku atas apa yang telah kamu lakukan pada, Bima! sehingga dia menjadi berani dan menentangku!"


Kiara dan Arya saling berpandangan satu sama lain. Mereka benar-benar heran dengan wanita paruh baya yang ada di hadapan mereka saat ini.


"Enak saja memintaku untuk minta maaf atas apa yang tak pernah aku lakukan padamu! mas, cepat kamu telpon salah satu komandan kepolisian sahabat baikmu, supaya lekas datang kemari dan menangkap si nenek sihir!" pinta Kiara menatap ke arah suaminya.


"Sayang, memang sepertinya kita harus bertindak tegas padanya. Baiklah, aku akan segera menghubungi komandan kenalanku. Supaya segera datang kemari, dan membawa si wanita ini ke kantor polisi."


Saat itu juga, Arya meraih ponselnya dan pada saat ia pura-pura memencet nomor ponsel komandan kepolisian. Mamah Nindy segera berlari pergi dari pintu gerbang rumah mewah Kiara. Ia ketakutan hingga tersandung dan jatuh yang mengakibatkan lututnya terluka.


"Aduh..."


Dengan mata berkaca-kaca, Mamah Nindy bangkit dari jatuhnya dan ia pun kembali melangkah dengan sesekali melihat lututnya yang terluka.


Di dalam hatinya penuh dengan rasa marah, kesal, dan juga malu karena sempat terjatuh.


"Sialan, pake acara jatuh segala. Pasti saat ini Kiara dan suaminya sedang menertawakanku. Kurang ajar sekali, gara-gara ulah suami Kiara yang akan melaporkan aku ke aparat kepolisian, aku jadi ketakutan!"

__ADS_1


Sembari terus berjalan dengan lutut yang sakit, Mamah Nindy terus saja menggerutu di dalam hatinya. Karena alami hal memalukan dan juga tak berhasil melampiaskan amarahnya pada Kiara.


Berbeda dengan Kiara dan Arya, mereka sempat menahan rasa geli karena ingin tertawa melihat Mamah Nindy terjatuh.


"Sayang, padahal aku hanya berbohong akan menelpon aparat kepolisian. Eh si nenek sihir kok percaya saja ya?" ucapnya terkekeh.


"Mas, aku juga heran. Kamu juga langsung bisa respon kebohonganku jika kamu punya kenalan Komandan kepolisian," ucap Kiara.


"Wew... aku memang punya kenalan Komandan kepolisian kok. Hanya saja aku nggak pamer, makanya kamu nggak tahu. Justru awalnya aku yang heran padamu, bagaimana bisa kamu tahu jika aku punya kenalan Komandan kepolisian. Ternyata kamu hanya berbohong saja," ucap Arya.


"Iya, mas. Aku memang nggak tahu sama sekali jika kamu punya kenalan Komandan kepolisian. Tujuanku tadi hanya untuk menakuti si nenek sihir saja," ucap Kiara.


Arya pun menutup pintu gerbangnya lagi, setelah itu ia merangkul Kiara untuk melangkah bersama menuju ke dalam rumah. Mereka telah berhasil mengatasi keonaran yang telah di buat oleh Mamah Nindy tanpa ada kesulitan sama sekali.


Beberapa menit kemudian...


Mamah Nindy telah sampai di rumah kontrakan yang sempit dan panas. Ia menghempaskan pantatnya di kursi di teras rumah kontrakannya.


Seraya meluruskan kakinya, dan perlahan melihat ke arah lututnya yang terluka.


'Aku takkan melupakan luka ini walaupun hanya luka kecil. Aku akan selalu ingat jika luka ini adalah luka akibat dari perbuatan Kiara dan suaminya."


"Kalian pikir aku akan menyerah begitu saja? justru aku akan menyerang kembali. Tetapi dengan cara tersembunyi."


"Aku bodoh dan ceroboh karena telah menyerang Kiara secara terang-terangan padanya."


Terus saja Mamah Nindy bergumam dan ia terus saja berpikir mencari cara untuk menyingkirkan Kiara dan Arya. Setelah apa yang terjadi, ia malah semakin bertambah benci pada Kiara dan Arya.

__ADS_1


__ADS_2